Djarot Pinjamkan Lahan DKI di Ciangir untuk Dibangun Lapas

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 21 Juli 2017 | 16:32 WIB
Djarot Pinjamkan Lahan DKI di Ciangir untuk Dibangun Lapas
Djarot Saiful Hidayat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (17/7/2017) (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengizinkan lahan milik pemerintah DKI di Ciangir, Kabupaten Tangerang, dibangun open camp atau lapas terbuka. Hal ini dikatakan Djarot seusai menerima Sekretaris Direktorat Jenderal Permasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM wilayah Jakarta Sri Puguh Budi Utami.

Djarot mengatakan pemerintah meminjamkan lahan seluas 30 hektare dari total 98 hektare di Ciangir, Tangerang, untuk pembangunan lembaga pemasyarakat (lapas).

"Tadi sudah kita sepakati, (selanjutnya) kita berkoordinasi dengan Kabupaten Tangerang untuk bikin ‎semacam open camp di sana," ujar Djarot di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017).

Menurut Djarot, lembaga pemasyarakatan yang ada di Salemba saat ini sudah melebihi kapasitas. Rencananya, penghuni lapas Salemba akan dipindahkan ke Ciangir, setelah nanti selesai dibanun Kementerian Hukum dan HAM.

Di lahan tersebut rencananya tidak hanya akan dibangun lapas, tetapi juga vila untuk kaum jompo seluas 10-15 hektare, sedangkan sisanya untuk lahan pertanian.

"Nanti tetap dibangun Villa Werdha. Lahan gede banget, ada hampir 100 hektare," kata Djarot.

Ia khawatir apabila lahan di sana tidak segera dimanfaatkan pemerintah DKI, akan diserobot oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Sepanjang itu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat ya silakan. Sistemnya saya sarankan pinjam pakai. ‎Seperti pondok bambu kan pinjam pakai," katanya.

Nantinya, kata Djarot, kerjasmaa pinjam pakai lahan tersebut bisa mencapai 10 tahun. Setelah itu Kemenkumham juga bisa memperpanjang penggunaan. Konsep lapas terbuka dipilih Djarot agar narapidana bisa lebih produktif. Di sana mereka bisa menjalankan sisa masa tahanan dengan bertani.

"Ditempatkan di Salemba dia tidak produktif, dan seperti (kelebihan kapasitas) itudak baik," katanya.

Secara terpisah, Sri mengatakan rutan dan lapas salemba sudah melebihi kapasitas. Sehingga perlu ada tempat baru.

Ia menjelaskan, kapasitas Salemba saat ini dihuni sekitar 5.000 orang narapidana. Padahal, kapasitas disana hanya sekitar 2.000 orang. Kini, jumlah tahanan di sana sudah dua kali lipat dari kapasitas.

"Ini tentu pelayanan tidak bisa dilakukan dengan baik, pembinaan tidak bisa dijalankan, bahkan mungkin akan ada penyimpangan, pelanggaran HAM, dan seterusnya," kata Sri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Djarot: Dewan Tak Harus Punya Staf Ahli

Djarot: Dewan Tak Harus Punya Staf Ahli

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 10:15 WIB

Anggota DPRD Jakarta Ingin Punya Staf Pribadi, Djarot: Wow

Anggota DPRD Jakarta Ingin Punya Staf Pribadi, Djarot: Wow

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 17:40 WIB

Djarot Jawab Sindiran Anies Baswedan soal Tak Mengerti Anggaran

Djarot Jawab Sindiran Anies Baswedan soal Tak Mengerti Anggaran

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 17:25 WIB

Djarot Ancam Hukum Pejabat yang Lambat Tindaklanjuti LHP BPK

Djarot Ancam Hukum Pejabat yang Lambat Tindaklanjuti LHP BPK

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 13:50 WIB

Heru Diharapkan Permudah Komunikasi Istana-Balai Kota

Heru Diharapkan Permudah Komunikasi Istana-Balai Kota

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 11:27 WIB

Selain HTI, Djarot Sebut Masih Ada Ormas AntiPancasila

Selain HTI, Djarot Sebut Masih Ada Ormas AntiPancasila

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 11:01 WIB

Djarot Pesan Heru Jaga Nama Baik Jadi Kepala Sekretariat Presiden

Djarot Pesan Heru Jaga Nama Baik Jadi Kepala Sekretariat Presiden

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 10:33 WIB

Djarot Sumbang Tulisan: Kalau Pak Ahok Susah, Saya Juga Susah

Djarot Sumbang Tulisan: Kalau Pak Ahok Susah, Saya Juga Susah

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 20:37 WIB

Djarot Pernah Dapat Info Rencana Pembunuhan Ahok

Djarot Pernah Dapat Info Rencana Pembunuhan Ahok

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 14:37 WIB

Terkini

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:15 WIB

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 14:13 WIB

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:10 WIB

TGRI Sapu Bersih Seri Kejurnas Sprint Rally 2026 dan Kunci Gelar Juara Nasional

TGRI Sapu Bersih Seri Kejurnas Sprint Rally 2026 dan Kunci Gelar Juara Nasional

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 14:10 WIB

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bersama KPK, BPK, dan BPKP

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bersama KPK, BPK, dan BPKP

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:08 WIB

Sengkarut Korupsi Dana Bencana BNPB: Surat KPK Belum Dibalas Panglima TNI, Ada Apa?

Sengkarut Korupsi Dana Bencana BNPB: Surat KPK Belum Dibalas Panglima TNI, Ada Apa?

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:07 WIB

×