Duterte: Setelah Selesai di Marawi, Kami akan Buru Komunis

Reza Gunadha

Jum'at, 21 Juli 2017 | 19:13 WIB
Duterte: Setelah Selesai di Marawi, Kami akan Buru Komunis
Mahasiswa Filipina ikut berpawai merayakan HUT ke-37 Partai Komunis Filipina, 30 November 2001. [Joel Nito/AFP]

Suara.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersumpah akan mengobarkan perang terhadap Partai Komunis Filipina beserta sayap militernya, Tentara Rakyat Baru (New People’s Army; NPA), setelah “membereskan” gerombolan teroris Maute di Kota Marawi.

Duterte, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (20/7/2017), telah rapat-rapat menutup pintu perundingan damai dengan PKF/NPA yang sudah berlangsung dalam sejumlah ronde selama ini.

Keputusan Duterte itu berkaitan dengan penyergapan NPA terhadap konvoi pengawalnya di Kota Marawi, untuk memprotes kebijakan darurat militer. Dalam penyergapan itu, empat pengawal Duterte tertembak.

"Saya tidak lagi ingin berbicara mengenai perdamaian. Setelah selesai di sini (Marawi), kami akan kembali mengejar kaum komunis,” tegas Duterte.

Jesus Dureza, penasihat dan juru runding Dutere dengan pihak komunis, telah membatalkan pertemuan resmi dengan Front Demokrasi Nasional Filipina (NDFP) yang seharusnya digelar pekan ini.

NDFP adalah aliansi politik PKF dengan beragam organisasi massa, individu, maupun kelompok-kelompok nasionalis, agama. NDFP merupakan “pemerintah bayangan” di negeri tersebut. Selain itu, NDFP juga mewakili PKF untuk perundingan damai dengan pemerintah.

Sejak kali pertama diterapkan, kebijakan darurat militer terus mendapat perlawanan dari beragam organisasi rakyat.

Termutakhir, PKF melalui sayap militernya, NPA, menyergap iring-iringan pengawal Presiden Duterte di Pulau Mindanao, sebagai bentuk perlawanan.

Penyergapaan NPA tersebut, seperti dilansir Agence France-Presse, Rabu (19/7/2017), berhasil menembak dan mengakibatkan empat pengawal Duterte terluka.

baca juga

"Penyerangan ini adalah bagian kampanye PKF/NPF untuk menyerukan rakyat Filipina serta kelompok bersenjata lain untuk menentang kebijakan darurat militer," kata perwira senior militer Filipina di Mindanao, Brigadir Jenderal Gilberto Gapay.

Serangan NPA tersebut dilakukan karena Duterte hendak memperluas pemberlakukan darurat militer. Tadinya, darurat militer hanya diterapkan di Kota Marawi, Mindanao, yang dikuasai gerombolan teroris Maute.

Namun, setelah gerombolan teroris yang berafiliasi dengan ISIS itu sudah kehilangan kontrol atas Marawi, Duterte justru tidak mau mencabut kebijakan darurat militer.

Sebaliknya, Duterte menginginkan seluruh wilayah di selatan Filipina diterapkan darurat militer. Padahal, di daerah tersebut terdapat basis perlawanan non-ISIS, semisal PKF/NPA, Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), maupun Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

PKF dalam pernyataan resminya menilai darurat militer menjadi pintu masuk bagi Duterte untuk memperkuat barisan militer guna menekan perlawanan rakyat.

"Dengan darurat militer, Duterte telah semakin berani mengintensifkan kampanye pembunuhan, penculikan, penyiksaan, penembakan tanpa pandang bulu, pendudukan militer, evakuasi paksa, pemboman udara, dan berbagai pelanggaran militer," demikian pernyataan resmi PKF.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disergap Gerilyawan Komunis, 4 Ajudan Presiden Duterte Tertembak

Disergap Gerilyawan Komunis, 4 Ajudan Presiden Duterte Tertembak

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 13:54 WIB

'Curhatan' Jokowi Bocor! Keluhkan Campur Tangan Uni Eropa dan AS

'Curhatan' Jokowi Bocor! Keluhkan Campur Tangan Uni Eropa dan AS

News | Jum'at, 14 Juli 2017 | 14:18 WIB

Gempa 6,9 SR Guncang Filipina

Gempa 6,9 SR Guncang Filipina

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 15:55 WIB

Presiden Filipina Ingin Makan Hidup-hidup Militan ISIS

Presiden Filipina Ingin Makan Hidup-hidup Militan ISIS

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 13:33 WIB

Presiden Duterte: Akan Kumakan Hati Bandit Abu Sayyaf!

Presiden Duterte: Akan Kumakan Hati Bandit Abu Sayyaf!

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 12:13 WIB

Klaim Ada 'Main Mata', Pacman Seru WBO Kaji Hasil Duel Lawan Horn

Klaim Ada 'Main Mata', Pacman Seru WBO Kaji Hasil Duel Lawan Horn

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 15:31 WIB

Abu Sayyaf Penggal  Dua Pelaut Vietnam di Filipina

Abu Sayyaf Penggal Dua Pelaut Vietnam di Filipina

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 14:09 WIB

Kalah dari Horn, Pacquiao Tetap Disambut Bak Pahlawan di Filipina

Kalah dari Horn, Pacquiao Tetap Disambut Bak Pahlawan di Filipina

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 13:50 WIB

Gencatan Senjata Lebaran di Marawi Cuma 8 Jam, Perang Berlanjut

Gencatan Senjata Lebaran di Marawi Cuma 8 Jam, Perang Berlanjut

News | Senin, 26 Juni 2017 | 12:54 WIB

Sambut Idul Fitri, Militer Filipina Umumkan Gencatan Senjata

Sambut Idul Fitri, Militer Filipina Umumkan Gencatan Senjata

News | Minggu, 25 Juni 2017 | 05:17 WIB

Terkini

Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen

Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen

Riau | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:47 WIB

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya

Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis

Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB

4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking

4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:24 WIB

×