BPIW Tinjau Sistem Konektivitas ke Kawasan Labuhan Bajo

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 04 Agustus 2017 | 00:01 WIB
BPIW Tinjau Sistem Konektivitas ke Kawasan Labuhan Bajo
Kunjungan ke kawasan pariwisata Labuan Bajo, Minggu (30/7/2017). (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Guna mengembangkan sistem konektivitas yang mendukung pariwisata di Labuhan Bajo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) meninjau progress pembangunan jalan, Minggu (30/7/2017).

Kepala BPIW, Rido Matari Ichwan mengatakan, peninjauan ini merupakan pemenuhan kebutuhan data sebagai dasar untuk bahan kajian pengembangan kondisi yang telah ada. Berdasarkan survei, lanjutnya, Labuhan Bajo memiliki beberapa ruas jalan nasional dengan total panjang 6,51 kilometer (km).

Jalan-jalan itu terdiri dari Jalan Waemata sepanjang 1,6 km dengan kondisi baik, Jalan Van Beckhum sepanjang 0,81 km dengan kondisi jalan cukup baik, Jalan Yohanis Sahadun sepanjang 1,1 km dengan kondisi cukup baik, dan Jalan TPI–SP Komodo sepanjang 3,0 km, yang yang merupakan jalan utama untuk akses pelabuhan dan kawasan wisata.



“Jalan tersebut satu arah, yang mengalami kerusakan di beberapa tempat,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang menbangun jalan akses Bandara Komodo sepanjang 8,20 km.  Rido berharap, dalam jangka menengah akan diusulkan agar jalan akses ke bandara dapat dihubungkan dengan jalan lintas utara pulau Flores, yang berguna untuk menghubungkan Labuhan Bajo dengan Reo.
 
“Reo ini merupakan pelabuhan penting di utara Flores yang digunakan sebagai distribusi produk barang. Dengan adanya jalan lintas utara Pulau Flores ini, diharapkan dapat mempersingkat waktu angkutan BBM dan menjadi jalur alternatif," terangnya.

Rido juga mengatakan, jalan lintas Utara Labuhan Bajo–Roe memiliki total panjang 136,6 km.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Wilayah III P2JN wilayah NTT, Yosua B Anarato menjelaskan, dalam paket akses bandara tahun anggaran 2015, ada jalan sepanjang 918 meter yang belum diaspal, karena status kepemilikan lahannya merupakan milik pribadi.

“Namun dengan adanya sosialisasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian PUPR, maka perbaikan jalan tersebut diizinkan oleh pemilik lahan,” ujar Yosua.

Ia juga menjelaskan, untuk penataan kawasan pada 2017, akan dilakukan penataan Kampung Ujung dan Desa Komodo di Pulau Komodo.  Saat ini semuanya sedang dalam proses lelang.

“Peningkatan infrastruktur di Kampung Ujung dilakukan untuk meningkatkan kondisi pedestrian yang padat dengan pedagang dan aktivitas kuliner pada malam hari, agar tak mengganggu pemandangan dan lalu lintas. Sedangkan peningkatan di Desa Komodo perlu dilakukan untuk meningkatkan kondisi jalan lingkungan dan sanitasi di desa tersebut,” ungkapnya.

(**Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemen PUPR Kembangkan Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Aspal

Kemen PUPR Kembangkan Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Aspal

Press Release | Rabu, 02 Agustus 2017 | 00:01 WIB

Kementerian PUPR Tingkatkan Terus Layanan Irigasi Perdesaan

Kementerian PUPR Tingkatkan Terus Layanan Irigasi Perdesaan

Bisnis | Senin, 31 Juli 2017 | 15:15 WIB

Terkini

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 15:13 WIB

Cuma Rp30 Ribuan! 5 Cica Gel Moisturizer Lokal yang Ampuh Redakan Kemerahan

Cuma Rp30 Ribuan! 5 Cica Gel Moisturizer Lokal yang Ampuh Redakan Kemerahan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:09 WIB

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 15:08 WIB

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:07 WIB

Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka

Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 15:06 WIB

DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?

DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:03 WIB

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak

Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

×