Kontroversi Kata Victor dan Arief, Hanura Minta Politisi Sadarlah

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Jum'at, 04 Agustus 2017 | 15:02 WIB
Kontroversi Kata Victor dan Arief, Hanura Minta Politisi Sadarlah
Syarifudin Sudding (kiri). [Antara/Reno Esnir]

Suara.com - Perpolitikan menghangat dalam beberapa hari terakhir, antara lain dipicu oleh pernyataan yang dibuat petinggi partai.

Ucapan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membuat politisi PDI Perjuangan merah gara-gara menyamakan PDI Perjuangan dengan Partai Komunis Indonesia. Setelah itu, muncul lagi kasus ‎Ketua DPP Nasional Demokrat Victor Bungtilu Laiskodat menyebut Gerindra, PAN, Demokrat, dan PKS mendukung sistem khilafah dan intoleran terkait sikap mereka terhadap Perppu Ormas.‎

Sekretaris Jenderal Partai Hanura Syarifuddin Sudding mengatakan politikus seharusnya saling membangun demokrasi yang sehat, bukan malah membikin gaduh.

‎"Kita berharap para politisi menghargai masing-masing partai politik. Tidak saling melontarkan hal-hal katakanlah merusak kredibilitas institusi partai politik itu sendiri. Ketika kita menyerang partai politik orang belum tentu partai politik kita tidak ada celahnya," tutur ‎Sudding di sela-sela acara ‎Rapat Pimpinan Nasional I tahun 2017 Partai Hanura ‎di The Stones Hotel, Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017).‎‎

Dia mengingatkan politisi dituntut untuk berjuang demi kepentingan bangsa dan negara, bukan saling serang.

"Kalau sesama politisi saling menyerang dan mengkerdillkan institusi parta sebagai pilar demokrasi ini kan mendegradasi. Saya kira sebaik mungkin itu diredam," tuturnya.

Sebagai sesama pendukung pemerintah, Sudding mengingatkan politisi Nasdem agar mengeluarkan pendapat yang kontennya untuk menjaga kondusivitas bangsa.

"Ya saya kira kita saling mengingatkan‎ bagaimana agar dalam melontarkan pandangan, pernyataan dan sebagainya sebaik mungkin itu bersifat yang kondusif," kata Sudding.

Lebih jauh, Sudding tetap menghormati jika kemudian pernyataan-pernyataan yang dianggap merugikan itu dilaporkan ke polisi.

"Iya saya kira itu hak seseorang, institusi, ketika merasa ada sesuatu hal yang berpotensi katakanlah itu melanggar hukum, kan ada salurannya. Saya kira itu hak, terserah, itu digunakan atau tidak digunakan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fraksi Partai Nasdem Dukung Pilkada Lewat DPRD: Sesuai Konstitusi dan Pancasila

Fraksi Partai Nasdem Dukung Pilkada Lewat DPRD: Sesuai Konstitusi dan Pancasila

News | Senin, 29 Desember 2025 | 23:40 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB