Target Emas Gagal Terpenuhi, Susy Susanti: "Patut Dievaluasi"

Syaiful Rachman

Selasa, 29 Agustus 2017 | 06:07 WIB
Target Emas Gagal Terpenuhi, Susy Susanti: "Patut Dievaluasi"
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, dalam jumpa pers persiapan atlet pelatnas jelang keberangkatan ke Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2017 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (14/8). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

Suara.com - Manajer tim bulutangkis Indonesia di SEA Games 2017 Susy Susanti menyatakan raihan tim Indonesia dalam pesta olahraga multi cabang negara-negara Asia Tenggara ini patut dievaluasi.

Hal tersebut diungkapkan Susi terkait dengan capaian para pemain Indonesia pada putaran semifinal pada Senin (28/8/2017), di mana Indonesia dipastikan tidak berhasil memenuhi target tiga emas (satu dari beregu putra dan dua dari kategori perorangan tunggal putra dan ganda putra) setelah yang masih memiliki harapan hanya tunggal putra.


Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, Susi menilai tiga partai semifinal Indonesia yang harus menelan kekalahan tidak seharusnya terjadi. Pasalnya tiap pemain sudah punya peluang besar untuk menang dengan memimpin perolehan angka namun justru lawan dapat membalikkan keadaan dan menang.

"Target tiga medali emas memang tidak tercapai. Ini patut dievaluasi, seharusnya di saat pertandingan penting seperti ini pemain tidak boleh hilang fokus dalam tekanan seperti apapun, harusnya diatas angin, bukan sebaliknya," kata Susy.

Dalam partai semifinal SEA Games 2017 Senin ini, hanya Jonatan Christie yang masih memiliki peluang dengan melangkah ke partai final, sedangkan empat wakil lainnya memperoleh perunggu melalui Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra).

Fajar/Rian ditundukkan wakil Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh dengan skor 17-21, 21-23. Walau di gim kedua Fajar/Rian sempat unggul jauh 17-12, 19-14 dan 20-17, namun mereka tak mampu menyudahi gim kedua dengan kemenangan.

"Ganda putra juga missed target. Faktor yang menjadi titik lemah kita adalah nekadnya, beraninya yang kurang. Saat mereka tertekan, tidak bisa berkembang. Saat leading, justru gagal fokus, gampang banget buang poin," tutur Susy.

Hal-hal tersebut yang harus diperhatikan, lanjut Susi, karena kejadian semacam ini bukan sekali dua kali terjadi seperti ketika dalam pertandingan kategori beregu Fajar/Rian mengalami hal yang sama di mana saat gim pertama menang, lalu gim kedua sudah leading akhirnya gagal.

"Di perorangan kita lihat tadi juga begitu. Kejadian begini dua kali berturut-turut, seharusnya belajar dari pengalaman," tutur Susy.

Kejadian yang sama juga terjadi di nomor lainnya. Di tunggal putri saat Gregoria Mariska cuma butuh satu poin lagi untuk memenangkan gim pertama atas Soniia Cheah (Malaysia) saat memimpin 20-17.

Dalam nomor tunggal putra, Ihsan pun tak dapat memanfaatkan keunggulannya atas Khosit Phetpradab (Thailand), ketika unggul 16-10 dan 20-18.

"Begitu juga dengan Gregoria, lalu juga Ihsan. Ada kesempatan, sudah leading, tidak bisa menekan lawan. Saat kita unggul, harusnya benar-benar menekan, nggak boleh kasih kesempatan sedikitpun tapi ini hilang fokus sedikit, langsung hilang poinnya," ujar Susy.

Melihat kenyataan ini, Susi menyebut pekerjaan rumah PP PBSI banyak, pasalnya tidak satu pemain saja yang mengalami hal tersebut dan menyatakan akan berdiskusi dengan para pelatih untuk mencari jalan keluarnya.

"Intinya atletnya harus mengubah mindset mereka sendiri apapun kondisi lapangan saat pertandingan," tutur Susy.

Dalam SEA Games 2017 sendiri, Indonesia menargetkan tiga emas, satu emas sudah didapat dari nomor beregu putra, dan di kategori perorangan hanya tinggal tunggal putra yang masih memiliki harapan menambah emas lewat Jonatan Christie yang lolos ke final perorangan.

Susi berharap Jonatan yang menjadi satu-satunya wakil di final akan tampil baik dan merebut medali emas.

"Mudah-mudahan Jonatan mainnya normal, tenang dan lebih berani. Saya berharap Jonatan bisa mengatasi faktor non teknis ini," ujar Susy.

Hingga hari ini, raihan Indonesia dalam cabang olahraga bulu tangkis adalah satu emas dari beregu putra, dan empat perunggu yang masing -masing disumbangkan tim beregu putri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra).

Sementara partai final bulutangkis perorangan SEA Games 2017 sendiri akan dilangsungkan Selasa (29/8), mulai pukul 13.00 waktu Kuala Lumpur dan Jonatan Christie akan bertanding di urutan ketiga dari lima nomor pertandingan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tuan Rumah Penuhi Target Emas di SEA Games 2017

Tuan Rumah Penuhi Target Emas di SEA Games 2017

News | Selasa, 29 Agustus 2017 | 00:40 WIB

Indra Enggan Tanggapi Kegagalan Timnas U-22 Raih Medali Emas

Indra Enggan Tanggapi Kegagalan Timnas U-22 Raih Medali Emas

Bola | Senin, 28 Agustus 2017 | 20:55 WIB

Ihsan Tersingkir, Jonatan Jadi Harapan Indonesia Raih Emas

Ihsan Tersingkir, Jonatan Jadi Harapan Indonesia Raih Emas

News | Senin, 28 Agustus 2017 | 20:36 WIB

Jonatan Christie Melaju ke Final

Jonatan Christie Melaju ke Final

Foto | Senin, 28 Agustus 2017 | 20:28 WIB

Terkini

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB