Konflik Rohingya Semakin Memburuk Lantaran Foto dan Berita Hoaks

Reza Gunadha

Sabtu, 02 September 2017 | 20:22 WIB
Konflik Rohingya Semakin Memburuk Lantaran Foto dan Berita Hoaks
Seorang perempuan etnis Rohingya menggendong bayinya setelah tiba di kota Yathae Taung, Rakhine, Myanmar, setelah kabur dari desanya yang diserbu militer, 26 Agustus 2017. [Wai Moe/AFP]

Suara.com - Konflik militer Myanmar dan komunitas Rohingya di wilayah Rakhine, sepekan terakhir, menyulut kemarahan warga dunia.

Amarah, kecaman, serta protes dari banyak kalangan di berbagai negara tersebut memunyai kecenderungan perspektif SARA.

Seperti dilansir BBC.Com, Sabtu (2/9/2017), aksi kekerasan militer Myanmar di Rakhine, dibarengi dengan maraknya foto dan informasi bohong alias hoaks di media-media sosial.

Ironis, foto dan informasi hoaks itu tak hanya disebar oleh kelompok-kelompok intoleran yang mencoba menggunakan konflik tersebut untuk kepentingannya sendiri, tapi juga oleh banyak pemerintah negara lain.

Berdasarkan pengalaman BBC meliput konflik Myanmar-Rohingya di Rakhine, para jurnalis sulit untuk memasuki area tersebut. Informasi kredibel mengenai situasi di daerah itu juga sulit didapat.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun BBC, situasi di Rakhine kekinian adalah sebagai berikut:

  1. Pekan lalu, militan dari kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ASRSA) menyerbu pos polisi dan menewaskan 25 aparat keamanan Myanmar.
  2. Kontak senjata dilaporkan terjadi di sejumlah area, dan terkadang ARSA melibatkan warga sipil Rohingya untuk melakukan perlawanan terhadap polisi.
  3. Tapi dalam banyak kasus, polisi Myanmar terkadang didukung oleh warga Buddhis yang bersenjata.
  4. Komunitas Buddhis di Rakhine juga sering menjadi target penyerangan, dan sejumlah warga mereka juga terbunuh.
  5. PBB mengestimasi 40 ribu warga Rohingya menyerangi perbatasan ke Bangladesh.

Namun, banyak warganet yang justru tak menyampaikan hal tersebut di media-media sosial. kebanyakan mereka justru menyebar foto berikut informasi bohong ataupun produksi lama mengenai Rohingya.

Bahkan, pada 29 Agustus 2017—ketika bentrokan di Rakhine menghebat—Wakil Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek, mengunggah 4 foto dan menyerukan komunitas internasional menghentikan "pembersihan etnis" alias genosida Muslim Rohingya.

"Kicauan" Simsek itu disebar ulang lebih dari 1.600 kali dan diterima oleh lebih dari 1.200 warganet.

baca juga

Satu foto yang disebar Simsek itu menggambarkan mayat-mayat bergelimpangan, dan diklaim merupakan warga Rohingya.

Namun, foto itu lantas dibantah oleh warganet dari Myanmar. Mereka memberikan bukti bahwa foto-foto yang diunggah Simsek adalah korban meninggal setelah diterpa bencana Topan Nargis pada Mei 2008.

Foto lain yang diunggah Simsek adalah seorang perempuan menangisi mayat laki-laki yang diikat di pohon.

"Namun, berdasarkan penelusuran BBC, foto itu ternyata terjadi di Aceh, Indonesia, tahun 2003. Foto itu dipotret oleh fotografer Reuters," tulis BBC dalam artikelnya.

Sementara foto ketiga yang diunggah Simsek memperlihatkan seorang balita menangis di samping ibunya yang sudah meninggal. Dalam penelusuran BBC, foto itu sebenarnya terjadi di Ruwanda, Juli 1994.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berburu Rohingya, Kebencian Agama atau Perampasan Lahan?

Berburu Rohingya, Kebencian Agama atau Perampasan Lahan?

News | Sabtu, 02 September 2017 | 19:46 WIB

Setara: Indonesia Harus Pelopori Invervensi Kemanusiaan Rohingya

Setara: Indonesia Harus Pelopori Invervensi Kemanusiaan Rohingya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 18:31 WIB

Pengkhianatan Aung San Suu Kyi terhadap Nobel Perdamaian

Pengkhianatan Aung San Suu Kyi terhadap Nobel Perdamaian

News | Sabtu, 02 September 2017 | 17:16 WIB

PDIP Desak Pemerintah Segera Beri Bantuan Kemanusiaan Rohingya

PDIP Desak Pemerintah Segera Beri Bantuan Kemanusiaan Rohingya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 16:52 WIB

DPR Desak Indonesia Putus Kerjasama dengan Myanmar

DPR Desak Indonesia Putus Kerjasama dengan Myanmar

News | Sabtu, 02 September 2017 | 15:57 WIB

Bocah dan Perempuan Rohingya yang Lelah Berlari...

Bocah dan Perempuan Rohingya yang Lelah Berlari...

News | Sabtu, 02 September 2017 | 15:43 WIB

Aksi Kecam Kejahatan Etnis Rohingya

Aksi Kecam Kejahatan Etnis Rohingya

Foto | Sabtu, 02 September 2017 | 14:50 WIB

Turki: Mohon Bangladesh Terima Rohingya, Kami Bayar Biayanya

Turki: Mohon Bangladesh Terima Rohingya, Kami Bayar Biayanya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 14:13 WIB

Menteri Retno: Saya Sudah Laporkan Masalah Rohingya ke Sekjen PBB

Menteri Retno: Saya Sudah Laporkan Masalah Rohingya ke Sekjen PBB

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:51 WIB

Protes Pembantaian Rohingya, Massa Bakar Poster Aung San Suu Kyi

Protes Pembantaian Rohingya, Massa Bakar Poster Aung San Suu Kyi

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:39 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×