Pengkhianatan Aung San Suu Kyi terhadap Nobel Perdamaian

Reza Gunadha

Sabtu, 02 September 2017 | 17:16 WIB
Pengkhianatan Aung San Suu Kyi terhadap Nobel Perdamaian
Aung San Suu Kyi. [AFP]

Suara.com - Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi tengah mendapat sorotan negatif dari dunia internasional, lantaran bersikap bungkam dan cenderung membiarkan genosida terhadap etnis Rohingya di negerinya.

Bahkan, Sydney Morning Herald (SMH), media massa berpengaruh di Australia, menurunkan artikel pada laman daringnya, Sabtu (2/9/2017), bahwa terkuncinya mulut Suu Kyi adalah pengkhianatan terhadap penghargaan Nobel Perdamaian. Suu Kyi pernah mendapat medali Nobel Perdamaian tahun 1991.

Ratusan warga sipil dibunuh, termasuk anak-anak. Desa-desa dibakar hingga rata dengan tanah. Puluhan ribu warga yang putus asa mencoba melarikan diri bersama anak-anak, di tengah kabar pembunuhan massal etnis Rohingya yang terus bergema.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres sebenarnya sudah memperingat adanya "humanitarian catastrophe", malapetaka kemanusiaan di wilayah Rakhine, Myanmar.

"Semua itu tidak terjadi di negeri yang dikuasai diktator. Ini terjadi di Myanmar, anggota ASEAN, yang pemimpin de factonya adalah Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian 1991 untuk perjuangan tanpa kekerasan demi demokrasi dan HAM," tulis jurnalis SMH, Lindsay Murdoch, dalam artikel berjudul "Myanmar crisis a 'human catastrophe' that betrays Suu Kyi's Nobel prize."

Selain Nobel Perdamaian, Suu Kyi juga pernah mendapat penghargaan yang sama atas perjuangannya dari Australian National University (ANU) tahun 2013.

Bahkan, dalam penganugerahan gelarnya, Rektor ANU Gareth Evans menyebut Suu Kyi sebagai "contoh keberanian dan tekad yang tenang dalam menghadapi penindasan serta pioner jalan damai menuju dunia yang lebih baik dan adil."

"Tapi, pemerintahan Suu Kyi sejak pekan kemarin, menolak masuk pekerja-pekerja kemanusiaan internasional, dan menolak petugas PBB untuk menolong Rohingya. Dia justru menuduh semuanya membantu teroris Islam yang menyerang 30 polisi Myanmar pada 27 Agustus," demikian dalam artikel SMH.

Petugas tinggi untuk HAM PBB, Zeid Raad al-Hussein, sudah membantah pernyataan Suu Kyi mengenai keberadaan teroris Islam di antara wara Rohingya.

baca juga

Murdoch dalam artikelnya lantas mengkritik secara tajam sikap Suu Kyi mengenai persoalan Rohingya.

"Suu Kyi menolak mengomentari bahwa ada 1,1 juta jiwa Rohingya yang tak diakui sebagai warga negara Myanmar. Dia mungkin tak mengontrol militer, tapi sebagai pemimpin, ia bisa melindungi Rohingya dari pembunuhan."

Sebaliknya, Suu Kyi justru menunjukkan sikap yang memusuhi etnis Rohingya, dengan menolak campur tangan PBB serta negara-negara ASEAN lain untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Mungkin, ini adalah waktu yang terbaik bagi Suu Kyi untuk mengembalikan medali Nobel Perdamaiannya," simpul Murdoch dalam artikelnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDIP Desak Pemerintah Segera Beri Bantuan Kemanusiaan Rohingya

PDIP Desak Pemerintah Segera Beri Bantuan Kemanusiaan Rohingya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 16:52 WIB

DPR Desak Indonesia Putus Kerjasama dengan Myanmar

DPR Desak Indonesia Putus Kerjasama dengan Myanmar

News | Sabtu, 02 September 2017 | 15:57 WIB

Bocah dan Perempuan Rohingya yang Lelah Berlari...

Bocah dan Perempuan Rohingya yang Lelah Berlari...

News | Sabtu, 02 September 2017 | 15:43 WIB

Aksi Kecam Kejahatan Etnis Rohingya

Aksi Kecam Kejahatan Etnis Rohingya

Foto | Sabtu, 02 September 2017 | 14:50 WIB

Turki: Mohon Bangladesh Terima Rohingya, Kami Bayar Biayanya

Turki: Mohon Bangladesh Terima Rohingya, Kami Bayar Biayanya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 14:13 WIB

Menteri Retno: Saya Sudah Laporkan Masalah Rohingya ke Sekjen PBB

Menteri Retno: Saya Sudah Laporkan Masalah Rohingya ke Sekjen PBB

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:51 WIB

Protes Pembantaian Rohingya, Massa Bakar Poster Aung San Suu Kyi

Protes Pembantaian Rohingya, Massa Bakar Poster Aung San Suu Kyi

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:39 WIB

Aksi Bela Rohingya, Massa Desak ASEAN Bekukan Keanggotaan Myanmar

Aksi Bela Rohingya, Massa Desak ASEAN Bekukan Keanggotaan Myanmar

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:27 WIB

Aksi Kemanusiaan Rohingya, Pendemo: Usir Dubes Myanmar!

Aksi Kemanusiaan Rohingya, Pendemo: Usir Dubes Myanmar!

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:10 WIB

Anggota DPR Minta Suu Kyi Belajar dari Indonesia

Anggota DPR Minta Suu Kyi Belajar dari Indonesia

News | Sabtu, 02 September 2017 | 10:26 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×