Umat Buddha Indonesia: Militer Myanmar Biadab dan Pengecut

Ardi Mandiri

Senin, 04 September 2017 | 06:47 WIB
Umat Buddha Indonesia: Militer Myanmar Biadab dan Pengecut
Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, tiba di wilayah Ukhiya, Bangladesh [AFP]

Suara.com - Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) mengutuk keras kekerasan terhadap etnis Rohingyayang kembali terjadi di Rakhine, Myanmar.

"Tindakan yang dilakukan oleh satuan keamanan Myanmar adalah biadab dan pengecut. Bagaimana mungkin pasukan bersenjata lengkap beraninya hanya dengan wanita, anak-anak bahkan bayi," ujar Ketua Dewan Pengawas KBI, Sudhamek AWS, di Jakarta, Minggu.

Sudhamek mengatakan kejadian itu membuat Myanmar tidak pantas lagi mengklaim sebagai negara Buddhis. Perbuatan tersebut akan memetik karma.

Oleh karena itu, KBI mengimbau agar semua umat Buddha di Indonesia untuk turut bahu-membahu dengan segenap komponen masyarakat dan komunitas lintas agama di tiap daerah untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan guna membantu etnis Rohingya.

"KBI juga mendorong pemerintah agar turut aktif memfasilitasi perdamaian di Myanmar melalui forum ASEAN dan PBB sehingga kekerasan dapat segera dihentikan sehingga tercapai keamanan, perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di Myanmar demi kepentingan umat manusia".

KBI juga menilai kekerasan dan kejahatan kemanusiaan adalah musuh bersama semua agama. KBI tidak mendukung segala tindak kekerasan atas nama agama apa pun dan dimana pun.

"KBI juga mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama-sama memikirkan langkah lanjutan untuk membantu krisis kemanusiaan ini antara lain dengan turut meringankan beban para pengungsi korban-korban kekerasan tersebut dengan bekerja sama dengan komunitas lintas agama dan pemerintah, " jelas Sudhamek.

Dia juga menjelaskan bahwa KBI sebagai komponen agama Buddha Indonesia sejak dahulu hingga sekarang telah mempraktikkan hidup bersama dalam keanekaragaman sebagaimana yang dijadikan semboyan persatuan bangsa yakni Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa.

"Karya leluhur yang diwariskan oleh leluhur bangsa Indonesia lewat karya Mpu Tantular ini menjadi panutan umat Buddha yang hidup dengan penuh harmonis dengan agama agama lain serta semua komponen bangsa lainnya di Indonesia".

Konflik di Myanmar yang melibatkan agama dan etnis, lanjut dia, sama sekali telah menabrak budaya luhur bangsa dan kehidupan beragama yang telah lama dibangun di Indonesia.

"Perbuatan jahanam dan pengecut yang dilakukan oleh aparat keamanan Myanmar lebih dari pantas untuk dihukum sebagai kejahatan internasional atas kemanusiaan," tegas dia. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Pelemparan Molotov di Kedubes Myanmar Masih Diselidiki

Kasus Pelemparan Molotov di Kedubes Myanmar Masih Diselidiki

News | Minggu, 03 September 2017 | 23:23 WIB

Ini yang Dilakukan Indonesia untuk Bantu Rohingya

Ini yang Dilakukan Indonesia untuk Bantu Rohingya

News | Minggu, 03 September 2017 | 23:19 WIB

Jokowi Tanggapi Pembantaian Rohingya: Harus Segera Dihentikan

Jokowi Tanggapi Pembantaian Rohingya: Harus Segera Dihentikan

Entertainment | Minggu, 03 September 2017 | 22:59 WIB

Penggalangan Dana untuk Rohingya

Penggalangan Dana untuk Rohingya

News | Minggu, 03 September 2017 | 20:58 WIB

PKS Bentuk Crisis Centre Masalah Rohingya

PKS Bentuk Crisis Centre Masalah Rohingya

News | Minggu, 03 September 2017 | 20:52 WIB

Presiden Jokowi Harus Bertindak Nyata Bela Rohingya

Presiden Jokowi Harus Bertindak Nyata Bela Rohingya

News | Minggu, 03 September 2017 | 20:42 WIB

Suhu Benny: Mazhab Umat Buddha Myanmar dan Indonesia Beda

Suhu Benny: Mazhab Umat Buddha Myanmar dan Indonesia Beda

News | Minggu, 03 September 2017 | 18:43 WIB

Kedubes Myanmar Diserang Bom Molotov, Gara-gara Rohingya?

Kedubes Myanmar Diserang Bom Molotov, Gara-gara Rohingya?

News | Minggu, 03 September 2017 | 18:32 WIB

Rohingya, Suhu Benny: Bhiksu Bukan Cuma Prihatin, Tapi Nangis

Rohingya, Suhu Benny: Bhiksu Bukan Cuma Prihatin, Tapi Nangis

News | Minggu, 03 September 2017 | 18:17 WIB

Terkini

Ketahanan Finansial Masyarakat Pesisir Tak Cukup dengan Literasi Keuangan

Ketahanan Finansial Masyarakat Pesisir Tak Cukup dengan Literasi Keuangan

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:45 WIB

Perbedaan Night Cream Ceramide vs Moisturizer Biasa untuk Kulit Kering, Bisa Dipakai Bersama?

Perbedaan Night Cream Ceramide vs Moisturizer Biasa untuk Kulit Kering, Bisa Dipakai Bersama?

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:45 WIB

24 Hari Membara, 30 Hektare Hutan Way Kambas Masih Mengepulkan Asap

24 Hari Membara, 30 Hektare Hutan Way Kambas Masih Mengepulkan Asap

Lampung | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:44 WIB

Karhutla Masih Selimuti Kalimantan, WALHI Desak Tanggung Jawab Korporasi

Karhutla Masih Selimuti Kalimantan, WALHI Desak Tanggung Jawab Korporasi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Mahasiswa Ditekan hingga Diteror Jelang Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran

Mahasiswa Ditekan hingga Diteror Jelang Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Riau Siapkan Rumah Oksigen untuk Korban Kabut Asap

Riau Siapkan Rumah Oksigen untuk Korban Kabut Asap

Riau | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Usai MBG Dapat Anggaran Prioritas, Suahasil Kini Puji BGN

Usai MBG Dapat Anggaran Prioritas, Suahasil Kini Puji BGN

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Trump Bakal Longgarkan Sanksi bagi Rusia, Harga Minyak Dunia Terkoreksi

Trump Bakal Longgarkan Sanksi bagi Rusia, Harga Minyak Dunia Terkoreksi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Transaksi Syariah Card Melonjak 73 Persen, Bank Mega Syariah Bidik Pasar Gaya Hidup Halal

Transaksi Syariah Card Melonjak 73 Persen, Bank Mega Syariah Bidik Pasar Gaya Hidup Halal

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:27 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:19 WIB

×