Info Pansus KPK Dianggap Cuma Bahan Ngerumpi

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 21 September 2017 | 18:43 WIB
Info Pansus KPK Dianggap Cuma Bahan Ngerumpi
Pansus Hak Angket KPK DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/7).
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus mengimbau masyarakat jangan mudah percaya temuan panitia khusus hak angket terhadap KPK, termasuk pernyataan Arteria Dahlan dalam konferensi pers pada Rabu (20/9/2017) yang menyebut ada temuan indikasi Ketua KPK Agus Rahardjo terlibat kasus proyek pengadaan alat berat pada Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tahun 2015.

"Tak ada sedikitpun alasan untuk percaya informasi-informasi yang dilontarkan pansus terhadap KPK yang sifatnya sekedar bahan rumpi," kata Lucius, Kamis (21/9/2017).

Menurut Lucius pansus tidak benar-benar bekerja untuk memperbaiki kelemahan KPK. Tapi sebaliknya, kata dia, ingin melemahkan lembaga antirasuah dengan menyerang pimpinannya.

"Dan lagi urusan pansus KPK harusnya fokus pada kelembagaan KPK. Kalau ada masalah terkait dengan personil tertentu di KPK, biarlah manajemen internal institusi yang menyelesaikannya," katanya.

Padahal, menurut Lucius, terkait kasus hukum, pansus mestinya memberikan contoh kepada publik. Lucius mengatakan kasus korupsi sudah ada lembaga yang berwenang untuk memrosesnya. Jika pansus memegang bukti yang kuat, seharusnya langsung menyerahkan kepada penegak hukum.

"Ketika pansus pura-pura bodoh dengan mengumpar kasus hukum seseorang tanpa langkah hukum yang nyata untuk melaporkan ke penegak hukum, bukankah itu tak lebih dari kerja tukang gosip?" kata Lucius.

Itu sebabnya, daripada mencari-cari kesalahan pimpinan KPK, Lucius menyarankan pansus bekerja dengan fokus di akhir masa kerja. Dengan demikian, data maupun argumentasinya dapat diterima.

"Tak penting lagi melancarkan manuver-manuver menjelang waktu penghakiman kerja pansus ini dilaporkan ke publik melalui mekanisme paripurna di DPR. Manuver-manuver mereka akan terkubur bersama dengan kekuatan atau kelemahan hasil kerja mereka pada akhir masa kerja mereka. Saat kerja mereka harus dipertanggungjawabkan, publik bisa menilai apakah pansus ini pahlawan untuk menguatkan KPK, atau sesungguhnya tak lebih dari pecundang yang jadi alat kepentingan koruptor untuk meluputkan diri," kata Lucius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×