Cara Mensos Urus Kemiskinan di Perdesaan Jawa Timur

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 22 September 2017 | 08:29 WIB
Cara Mensos Urus Kemiskinan di Perdesaan Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa. (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan kemiskinan di Perdesaan Jawa Timur tertinggi di antara provinsi lain se-Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurutnya, persoalan ini butuh solusi strategis - komprehensif agar dapat ditemukan format percepatan kesejahteraan secara terukur.

"Ini potret valid yang dilakukan Badan Pusat Statistik setiap enam bulan sekali. Khusus kemiskinan di perdesaan tertinggi adalah Jawa Timur dan kedua adalah Jawa Tengah. Tapi rentang jarak keduanya sangat jauh," ungkap Khofifah saat menghadiri peringatan Hari Santri dan Tahun Baru Islam serta Haul KH Muhammad Said di Pondok Pesantren Babussalam, Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (21/9/2017) malam.

Sementara angka kemiskinan perkotaan tertinggi ditempati Provinsi Jawa Barat yang disusul oleh Jawa Tengah di peringkat kedua. Jawa Tengah menurutnya, relatif seimbang antara kemiskinan di perdesaan maupun perkotaan.

Untuk mengatasi tingginya angka kemiskinan perdesaan di Jawa Timur, salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah dengan maksimalisasi dana desa yang dikucurkan pemerintah. Diikuti dengan program perlindungan sosial antara lain Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan sebagainya.

"Memang harus ada pemetaan yang komprehensif mencakup kearifan lokal di dalamnya. Dengan begitu pemanfaatan dana desa bisa lebih maksimal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," imbuhnya.

Khofifah membeberkan, besaran alokasi dana desa yang digulirkan pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2015, dana yang dikucurkan senilai Rp20 triliun, tahun 2016 Rp 47 triliun, dan tahun 2017 Rp60 triliun. Jika ini disinergikan dengan bansos lainnya Insya Allah sangat signifikan menurunkan kemiskinan perdesaan.

"Artinya, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan untuk penduduk di desa, khususnya Jawa Timur," imbuhnya.

Diutarakan, dana desa dapat dipergunakan untuk membangun sentra-sentra pertumbuhan perekonomian warga di desa, selain infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lain sebagainya. Dana tersebut bisa digulirkan melalui kelompok-kelompok usaha ekonomi kreatif khususnya melalui BumDes yang sudah di inisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Jika tahun pertama dan kedua lebih kepada infrastruktur, maka di tahun ketiga lebih diarahkan pada pertumbuhan sentra perekonomian. Saat ini kan sudah mulai banyak berdiri BumDes-BumDes," tuturnya.

Setelahnya, maka perguruan tinggi bisa mengambil peran dalam memberikan pendampingan manajemen dan pengelolaan usaha tersebut.

"Nah baru kemudian para pengusaha di tingkat lokal membantu membukakan akses pasar. Kalau mereka produktif, kualitas kontrolnya dijaga, marketnya diberi akses, saya rasa pertumbuhan ekonomi akan memberikan percepatan kesejahteraan masyarakat di desa," papar Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung soal peran Pesantren dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Khofifah, santri dan pesantren harus senantiasa menjadi garda terdepan menghalau berbagai upaya yang berusaha memecah belah bangsa.

Khofifah didaulat untuk menanam pohon zaitun di halaman Pondok Pesantren Babussalam. Menurut pengasuh ponpes Gus Thoriq, pohon zaitun tersebut menjadi perlambang atau simbolisasi perdamaian. Harapannya, Khofifah dapat menjadi tokoh perdamaian Indonesia. Pondok Pesantren Babussalam sendiri adalah pencetus lahirnya Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gus Ipul Tak Masalah jika Khofifah Maju di Pilgub Jatim 2018

Gus Ipul Tak Masalah jika Khofifah Maju di Pilgub Jatim 2018

News | Kamis, 21 September 2017 | 13:49 WIB

Sri Mulyani: Cetak Uang Dua Kali Lipat Bukan Solusi Ekonomi

Sri Mulyani: Cetak Uang Dua Kali Lipat Bukan Solusi Ekonomi

Bisnis | Senin, 28 Agustus 2017 | 15:20 WIB

Prabowo Sebut Jurnalis Gajinya Kecil, Terlihat Dari Mukanya

Prabowo Sebut Jurnalis Gajinya Kecil, Terlihat Dari Mukanya

Bisnis | Kamis, 17 Agustus 2017 | 18:57 WIB

Jokowi Klaim Angka Kemiskinan Turun, Gerindra: Tidak Sesuai Fakta

Jokowi Klaim Angka Kemiskinan Turun, Gerindra: Tidak Sesuai Fakta

Bisnis | Kamis, 17 Agustus 2017 | 14:46 WIB

Jokowi Klaim Kemiskinan Turun, Ini Angkanya

Jokowi Klaim Kemiskinan Turun, Ini Angkanya

Bisnis | Rabu, 16 Agustus 2017 | 15:28 WIB

Bantuan Sosial Non Tunai, Jurus Jitu Jokowi Atasi Kemiskinan

Bantuan Sosial Non Tunai, Jurus Jitu Jokowi Atasi Kemiskinan

Bisnis | Rabu, 09 Agustus 2017 | 15:48 WIB

Sri Mulyani Akui Dana Desa Paling Efektif ke Masyarakat

Sri Mulyani Akui Dana Desa Paling Efektif ke Masyarakat

Bisnis | Rabu, 09 Agustus 2017 | 15:44 WIB

Rakor Susenas Kemiskinan

Rakor Susenas Kemiskinan

Foto | Selasa, 08 Agustus 2017 | 15:19 WIB

Peran Pengusaha Dibutuhkan Untuk Dongkrak Ekonomi Jateng

Peran Pengusaha Dibutuhkan Untuk Dongkrak Ekonomi Jateng

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 19:52 WIB

Terkini

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:25 WIB

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:15 WIB

×