BNPB Pasang Sirine dan Puluhan Peringatan Bahaya di Gunung Agung

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 30 September 2017 | 15:19 WIB
BNPB Pasang Sirine dan Puluhan Peringatan Bahaya di Gunung Agung
BNPB Pasang Sirine dan Puluhan Peringatan Bahaya di Gunung Agung. (dok BNPB)

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang sirine di enam titik di sekeliling radius berbahaya dari Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali. Ini untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika Gunung Agung meletus dan membahayakan masyarakat.

Sirine ini dikenal dengan nama iRaditif (iCast Rapid Deployment Notification System) yang merupakan sirine mobile yang dapat dipindahkan dengan kendaraan. BNPB mendatangkan secara khusus dari Gudang Peralatan BNPB di Sentul  Bogor ke Karangasem setelah Gunung Agung naik status Awas.

Bunyi sirine ini mampu menjangkau radius 2 kilometer, bahkan dapat lebih jauh jika suara terbawa angin. Tujuan pemasangan sirine ini adalah memberikan peringatan tanda bahaya dari letusan Gunung Agung kepada masyarakat.

“Sirine ini hampir mirip dengan sirine tsunami, namun dapat dipindahkan. Jadi bukan mendeteksi gunung akan meletus, tapi hanya mengkhabarkan bunyi sirine sebagai tanda ada bahaya,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya, Sabtu (30/9/2017).

Enam lokasi sirine terdapat di Polsek Selat, Polsek Rendang, Pos Polisi Tianyar, Polsek Kubu, Koramil Kota Karangasem, dan Koramil Abang. Mekanisme kerjanya manual. Sirine dibunyikan oleh petugas atau operator sirine setelah mendapat perintah dari petugas di Posko Utama Tanah Ampo Karangasem. Posko terhubung dengan Pos Pengamatan Gunung Agung yang memberikan informasi tentang bahaya letusan.

Petugas posko didukung analisis data lainnya memberikan perintah kepada operator sirine untuk membunyikan sirine. Komunikasi dilakukan dengan radio komunikasi (HT) dan handphone. Agar terkoneksikan semua jaringan komunikasi antara operator sirine, posko, dan pos pengamatan Gunung Agung maka BNPB memasang beberapa repeater dan rig untuk radio komunikasi.

“BNPB masih menyiapkan sistem pengendali otomatis untuk membunyikan sirine. Sistem pengendali otomatis ini sudah banyak dipasang pada sirine peringatan dini tsunami. Kendalanya adalah belum semua lokasi bisa dijangkau radio komunikasi,” kata dia lagi.

Selain itu, BNPB telah memasang rambu-rambu peringatan bahaya di 54 titik. Rambu ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat posisinya terhadap radius berbahaya Gunung Agung. Rambu peringatan ini tertulis "Saat ini Anda berada di radius 9 kilometer dari puncak Gunung Agung".

Sosialiasi kepada masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparat setempat terus dilakukan agar mereka memahami bahaya dari Gunung Agung. Awan panas memiliki suhu 600 - 800 derajat celcius dengan kecepatan menuruni lereng mencapai 200 - 300 kilometer per jam. Tentu ini berbahaya bagi masyarakat jika berada di dalam radius berbahaya.

baca juga

“Masyarakat dihimbau untuk tenang. Hingga saat ini secara visual belum tampak tanda-tanda Gunung Agung meletus,” papar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengungsi Gunung Agung Banyak Terserang ISPA

Pengungsi Gunung Agung Banyak Terserang ISPA

Health | Sabtu, 30 September 2017 | 14:05 WIB

Kawasan Rawan Gunung Agung

Kawasan Rawan Gunung Agung

Foto | Jum'at, 29 September 2017 | 19:56 WIB

Gunung Agung Meletus 4 Kali, Tahun Manakah yang Paling Dahsyat?

Gunung Agung Meletus 4 Kali, Tahun Manakah yang Paling Dahsyat?

Video | Jum'at, 29 September 2017 | 17:14 WIB

Pengungsi Gunung Agung Tembus 134 Ribu Jiwa, Logistik Cukup

Pengungsi Gunung Agung Tembus 134 Ribu Jiwa, Logistik Cukup

News | Kamis, 28 September 2017 | 20:42 WIB

Gubernur Yakin Jika Gunung Agung Meletus, Dampaknya Minimal

Gubernur Yakin Jika Gunung Agung Meletus, Dampaknya Minimal

News | Kamis, 28 September 2017 | 20:34 WIB

Jokowi Pimpin Ratas Gunung Agung

Jokowi Pimpin Ratas Gunung Agung

Foto | Kamis, 28 September 2017 | 20:31 WIB

Gubernur Bali: Berita Seram-seram Amat, Padahal Nggak Seram Amat

Gubernur Bali: Berita Seram-seram Amat, Padahal Nggak Seram Amat

News | Kamis, 28 September 2017 | 18:35 WIB

Ketidakpastian Erupsi Gunung Agung, Pemerintah Siapkan Mitigasi

Ketidakpastian Erupsi Gunung Agung, Pemerintah Siapkan Mitigasi

News | Kamis, 28 September 2017 | 18:05 WIB

Kemenhub Siagakan Penerbangan di Bali Jika Gunung Agung Meletus

Kemenhub Siagakan Penerbangan di Bali Jika Gunung Agung Meletus

News | Kamis, 28 September 2017 | 17:19 WIB

Terkini

Tanpa Kartu dan Ponsel, PolPay Buatan Mahasiswa UGM Tawarkan Transaksi Praktis Lewat Biometrik

Tanpa Kartu dan Ponsel, PolPay Buatan Mahasiswa UGM Tawarkan Transaksi Praktis Lewat Biometrik

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:42 WIB

Siswi SMA di Matraman Hilang Usai Temui Pria yang Dikenal via Aplikasi Kencan

Siswi SMA di Matraman Hilang Usai Temui Pria yang Dikenal via Aplikasi Kencan

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:41 WIB

Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Video | Selasa, 01 September 2026 | 17:40 WIB

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:38 WIB

Wajah Baru Bundaran HI 2027: Jalur Bawah Tanah yang Mengubah Cara Warga Jakarta Bergerak

Wajah Baru Bundaran HI 2027: Jalur Bawah Tanah yang Mengubah Cara Warga Jakarta Bergerak

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:34 WIB

Berhenti Cari Aman: 9 Potongan Rambut Wajah Oval yang Bikin Penampilanmu Berubah Total

Berhenti Cari Aman: 9 Potongan Rambut Wajah Oval yang Bikin Penampilanmu Berubah Total

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 17:30 WIB

Benarkah Sawit Penyebab Karhutla? Fakta Pembukaan Lahan yang Terus Berulang

Benarkah Sawit Penyebab Karhutla? Fakta Pembukaan Lahan yang Terus Berulang

Sumsel | Selasa, 01 September 2026 | 17:28 WIB

Beban Tak Terlihat Sandwich Generation: Menanggung Dua Generasi Sekaligus

Beban Tak Terlihat Sandwich Generation: Menanggung Dua Generasi Sekaligus

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 17:25 WIB

2 Rekomendasi Sunscreen Tahan Air untuk Berenang dan Diving Bebas Oxybenzone

2 Rekomendasi Sunscreen Tahan Air untuk Berenang dan Diving Bebas Oxybenzone

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 17:15 WIB

Tak Cuma Dicukur, ini 4 Cara Menghilangkan Bulu Ketiak yang Wajib Dicoba

Tak Cuma Dicukur, ini 4 Cara Menghilangkan Bulu Ketiak yang Wajib Dicoba

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 17:15 WIB

×