Akan Periksa Dubur Terduga Homoseksual, Mesir Dikritik

Liberty Jemadu Suara.Com
Minggu, 01 Oktober 2017 | 05:42 WIB
Akan Periksa Dubur Terduga Homoseksual, Mesir Dikritik
Ilustrasi LGBT. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Mesir dikritik karena akan melaksanakan pemeriksaan dubur terhadap enam lelaki yang ditangkap karena diduga "mempromosikan perilaku seksual menyimpang" dan tindakan asusial - istilah yang lazim digunakan di Mesir untuk menyebut homoseksualitas - di media sosial.

Amnesty International mengatakan pemeriksaan semacam itu melanggar hukum internasional yang melarang adanya penyiksaan dan bentuk kekerasan lain dalam proses hukum.

Adapun keenam tersangka akan menjalani sidang pada Minggu (1/10/2017) dan kejaksaan Mesir mengatakan mereka akan menjalani pemeriksaan dubur sebelum maju ke muka pengadilan.

Penangkapan mereka adalah bagian dari sebuah operasi besar-besaran terhadap para homoseksual di Mesir sejak pekan lalu. Operasi ini dipicu oleh munculnya beberapa bendera pelangi, yang sering digunakan oleh kelompok LGBT, dalam konser Mashrou Leila, sebuah band rock Libanon yang vokalisnya mengaku sebagai gay.

Sejak operasi itu digelar, sudah 11 orang ditangkap dan salah satunya sudah dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

"Fakta bahwa kejaksaan Mesir memprioritaskan pengejaran orang-orang berdasarkan orientasi seksual mereka sunguh sangat disayangkan. Para tahanan ini harus dibebaskan segera dan tanpa syarat, tak seharusnya mereka diadili," kata Najia Bounaim, direktur kampanye Amnesty International untuk kawasan Afrika Utara.

"Pemaksaan pemeriksaan dubur sangat menjijikkan dan merupakan bentuk penyiksaan. Pemerintah Mesir memiliki sejarah buruk dalam penggunaan pemeriksaan fisik yang menjurus pada penyiksaan terhadap tahanan. Karenanya semua rencana untuk melakukan tes seperti itu pada para lelaki itu harus dihentikan," lanjut Amnesty International.

Meski demikian, beberapa sumber dari pengadilan Mesir mengatakan bahwa tudingan soal penyiksaan itu berlebihan. Mereka mengatakan bahwa pemeriksaan dubur akan dilakukan oleh dokter forensik profesional dan atas perintah jaksa.

Sumber-sumber itu mengatakan bahwa pemeriksaan itu diperlukan untuk membuktikan apakah mereka yang ditahan benar-benar homoseksual atau tidak.

"Pemeriksaan itu akan dilakukan oleh seorang dokter forensik yang disumpah untuk menghormati profesi dan etikanya sebagai dokter," jelas salah satu sumber. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI