Aliansi Mahasiswa Desak KPK Kembali Jerat Setya Novanto

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 02 Oktober 2017 | 13:48 WIB
Aliansi Mahasiswa Desak KPK Kembali Jerat Setya Novanto
Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menyatakan sikap terkait vonis praperadilan yang menyatakan status tersangka Setya Novanto tidak sah.

Perwakilan dari BEM tersebut yakni BEM Universitas Indonesia, Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, BEM Universitas Padjajaran dan BEM Universitas Pendidikan Indonesia.

"Kami dari beberapa kampus, ada dari UI, dari Unpad, ITB, dan UPI, kami bersikap terhadap polemik yang terjadi terkait kasus e-KTP yang dalam hal ini, waktu Jumat kemarin (29/9/2017) kita tahu bersama bahwa Setya Novanto dibebaskan dari status tersangkanya berdasarkan hasil praperadilan," ujar Ketua BEM UI Mujab di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/10/2017)

Mereka juga mengecam hasil sidang praperadilan terhadap Novanto serta mendesak KPK kembali menetapkan Novanto menjadi tersangka.

"Kami mendukung upaya KPK untuk segera melanjutkan proses penegakan hukum terhadap Setya Novanto dengan mendesak KPK segera mentersangkakan kembali Setya Novanto dalam waktu dekat," kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyesalkan ada upaya perpanjangan  masa kerja Pansus Hak Angket KPK.

"Oleh karena itu kami dari UI, dari ITB, Unpad, dan UPI menyatakan sikap kami untuk menuntut DPR segera membubarkan Pansus hak angket. Kami menolak segala bentuk upaya pelemahan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia yang terjadi saat ini," kata dia.

Lebih lanjut Mujab mengatakan pihaknya  berencana menggelar aksi unjuk rasa terkait Pansus Hak Angket KPK dan Praperadilan Novanto pekan ini.

"Yang pertama terkait perpanjangan Pansus Hak Angket, yang kami tahu Pansus Hak Angket bukan untuk mengkoreksi KPK tapi untuk melemahkan KPK, kemudian yang ke dua untuk menyikapi praperadilan Setya Novanto, kami akan kabari (waktu unjuk rasa) entah hari Kamis atau Jumat. Untuk masalah tempat kami masih menunggu perkembangan isunya Insya Allah di antara KPK atau DPR," kata Mujab.

baca juga

Di kesempatan yang sama, Presiden Keluarga Mahasiswa ITB Ardhi Rasy Wardhana menolak keberadaan Pansus Hak Angket KPK yang rekomendasinya berupaya melemahkan pemberantasan korupsi.

"Hak angket dan pansus diperpanjang dengan segala macam polemiknya. Di situ kami menegaskan bahwa kami di sini sama-sama menolak  Hak Angket Beserta Pansus. Dan juga menolak isi rekomendasi yang terutama melemahkan pemberantasan korupsi," ucap Ardhy.

Aliansi Mahasiwa Anti Korupsi kata Ardhy  juga mendesak KPK menetapkan Novanto menjadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Ia juga meminta KPK fokus memberantas kasus-kasus korupsi.

"Dari kami juga sama-sama mendesak KPK bagaimana caranya kembali menyuarakan aspirasi masyarakat terkait dicabutnya status tersangka Ketua DPR. KPK juga harus tetap fokus kepada seluruh permasalahan-permasalahan korupsi yang ada di masa lalu. Jadi bukan hanya terkait permasalahn korupsi yang ada saat ini yang banyak terjadi. Seperti banyak kasus-kasus besar yang sudah terjadi," tutur Ardhy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Periksa 6 Saksi Korupsi e-KTP untuk Tersangka Dirut QS

KPK Periksa 6 Saksi Korupsi e-KTP untuk Tersangka Dirut QS

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 12:23 WIB

Novanto Masih di Ranjang RS Premier, Pakai Sipet dan Infus

Novanto Masih di Ranjang RS Premier, Pakai Sipet dan Infus

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 12:04 WIB

Cerita Kolega yang Baru Jenguk: Novanto Masih Goyang

Cerita Kolega yang Baru Jenguk: Novanto Masih Goyang

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 11:54 WIB

KPK: Orang yang Lakukan Korupsi Tidak Pancasilais

KPK: Orang yang Lakukan Korupsi Tidak Pancasilais

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 11:25 WIB

Peneliti Sebut Putusan Praperadilan Novanto Cacat Hukum

Peneliti Sebut Putusan Praperadilan Novanto Cacat Hukum

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 05:55 WIB

Heboh Setya Novanto Belum Usai, Foto Ini Viral di Media Sosial

Heboh Setya Novanto Belum Usai, Foto Ini Viral di Media Sosial

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 19:44 WIB

Setya Novanto 'Bebas', Tagar "ThePowerofSetnov" Ramai di Twitter

Setya Novanto 'Bebas', Tagar "ThePowerofSetnov" Ramai di Twitter

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 13:56 WIB

Siap-siap Sakit Perut, Ngakak Baca Cuitan Netizen ke Novanto

Siap-siap Sakit Perut, Ngakak Baca Cuitan Netizen ke Novanto

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 12:14 WIB

Hakim Praperadilan Setnov Dinilai Seperti Main Catur

Hakim Praperadilan Setnov Dinilai Seperti Main Catur

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 06:14 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka: Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu & Sasaran

Wamendagri Ribka: Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu & Sasaran

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:03 WIB

BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif

BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif

Sumsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:00 WIB

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×