Pemilu 2019, Pengamat: Tidak Yakin Jokowi Bakal Melirik GN

Dythia Novianty, Bagus Santosa

Kamis, 05 Oktober 2017 | 21:16 WIB
Pemilu 2019, Pengamat: Tidak Yakin Jokowi Bakal Melirik GN
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. [Antara]

Suara.com - Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti ‎memprediksi, akan ada dua pasangan yang akan maju pada Pemilu 2019.

Prediksi tersebut berasal dari analisisnya yang merupakan rangkuman sejumlah hasil survei, yang dia dapatkan dari empat lembaga survei di empat bulan terakhir.

Meliputi survei Kompas di bulan Mei, survei SMRC di bulan Juni, survei CSIS di bulan Juli dan survei Median di bulan September.

"Jadi komposisi politiknya nggak berubah, Koalisi Merah Putih dengan Koalisi Indonesia Hebat. Cuma tokohnya beda-beda sekarang," kata Ray dalam acara diskusi berjudul 'Nasib Reformasi TNI: Apa yang Kau Cari Panglima' di D'Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).

Pada Pemilu 2014, KIH terdiri dari PDI Perjuangan, Hanura, Nasdem, dan PKB. Sedangkan KMP terdiri dari Golkar, Gerindra, PAN, PKS, dan PPP.

Dari hasil survei itu muncul nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Elektabilitas Gatot pun meningkat tiap bulannya. Nama Gatot pun dia ramalkan akan meramaikan Pemilu 2019.

Gatot akan pensiun di 2018. Setelah pensiun, namanya diprediksi akan berseliweran di kalangan partai politik untuk dipersiapkan pada Pemilu 2019.

Namun, Ray memprediksi, Joko Widodo tidak ‎melirik Gatot. Meski elektabiltas Gatot terus meningkat, dia yakin Gatot bukan pilihan Jokowi.

"‎Saya tidak yakin Jokowi melirik GN sebagai pasanganya di 2019," katanya.

baca juga

Dasar analisis ini, kata Ray adalah karena Jokowi tidak membutuhkan figur TNI pada 2019, melainkan sosok dari wakil dari kelompok umat Islam yang moderat.

"Itu bisa lahir dari PKB, Golkar atau PPP," kata dia.

Ray menambahkan, Gatot tidak akan dipilih Jokowi karena pemilih Gatot belum tentu memberikan kontribusi kepada Jokowi.

"Besar kemungkinannya bahwa pendukung GN ini adalah yang secara keras berhadapan dengan Jokowi. Secara umum. sekalipun GN ditarik masuk ke dalam ‎pencapresan dan pecawapresan bersama Jokowi, maka tidak dengan sendirinya pemilih GN beralih ke Jokowi," kata dia.

Atas analisis itu pula, lanjut Ray, maka Gatot akan berhadapan dengan Jokowi di 2019 yang artinya Gatot akan merapat ke kubu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Karena karakteristik Prabowo, Ray memprediksi Gatot akan dijadikan capres atau cawapres. Alasannya, berdasarkan analisis dari hasil empat lembaga survei tadi, elektabilitas Prabowo ‎tidak memberikan peningkatan yang signifikan.

"‎Saya kepikiran Prabowo kalau elektabiltasnya tidak lebih dari 30 persen, Prabowo akan legowo memberikan kepada Gatot untuk naik jadi capres dari koalisi KMP," kata dia.

Keyakinan Ray ini muncul dari tabiat politik Prabowo yang tidak kaku dan suka kadang memberikan kepercayaan kepada orang di luar kader Partai Gerindra untuk menjadi calon kepala daerah.

"‎Kasus di Jakarta dua kali dia melepas kepada orang bukan Gerindra. Jatim juga mungkin dilepas kepada orang bukan Gerindra. Di Jabar sudah dijelaskan kepada bukan orang Gerindra. Jadi agak khas Prabowo ini untuk melepas posisi penting jika memang kelihatan mentok dari kader dan partainya sendiri," kata dia.

Ditambah, Ray menganalisis bahwa elektabilitas Prabowo akan mentok di angka 30 persen karena situasi politik sat ini. Dia pun meramal, kalau Gatot nanti tidak akan berpasangan dengan Prabowo.

"Lalu, GN harus dipasangkan dengan KMP. Saya lihat bukan dari PKS. Besar kemungkinan itu akan datang dari PAN. Besar kemngkinan koalisinya Gatot bersama Zulkifli Hasan," katanya.

Alasan Ray memprediksi nama Zulkifli karena Ketua Umum PAN itu punya modal politik yang banyak. Ditambah, KMP punya nostalgia di 2014. Di mana cawapres KMP adalah Ketua Umum PAN Hatta Rajasa.

"Saya lihat gelagat dari Zulkifli Hasan ini luar biasa. Tidak ada ketum parpol yang turun kebawah selain Zulkifli Hasan. ‎ Dan hal yang sama dilakukan Gatot. Jadi pertemuan (Gatot) dengan ulama, itu bisa dibaca sebagai mendekatkan diri secara emosional, secara fisikal antara Gatot sebagai individu politik dengan kemungkinan suara dari orang yang bertemu itu," kata dia.

Lalu, dengan siapa Jokowi berpasangan untuk menghadapi Gatot-Zulkifli? Ray memprediksi orang itu berasal dari kader Golkar atau PKB.

"‎Jokowi mungkin dari PKB, Golkar. Kalau dengan Golkar jelas bukan dengan Setya Novanto, kalau pakai Setya hancur nanti Jokowi. Jadi Jokowi bisa bersama dari Golkar, PKB dan PPP," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terjebak Macet, Jokowi Jalan Kaki 2 Km ke Acara HUT TNI

Terjebak Macet, Jokowi Jalan Kaki 2 Km ke Acara HUT TNI

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 10:07 WIB

Jokowi Jadi Inspektur Upacara Perayaan HUT TNI di Cilegon

Jokowi Jadi Inspektur Upacara Perayaan HUT TNI di Cilegon

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 09:45 WIB

Mengintip Persiapan HUT TNI ke-72, Libatkan Ribuan Prajurit

Mengintip Persiapan HUT TNI ke-72, Libatkan Ribuan Prajurit

News | Selasa, 03 Oktober 2017 | 23:02 WIB

Panglima TNI Berpolitik Negara, Bukan Politik Praktis

Panglima TNI Berpolitik Negara, Bukan Politik Praktis

News | Selasa, 03 Oktober 2017 | 20:39 WIB

Ngobrol dengan Kapolri, Panglima TNI Cuek dengan Kepala BIN

Ngobrol dengan Kapolri, Panglima TNI Cuek dengan Kepala BIN

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 15:24 WIB

Terkini

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

×