Lewat NSA, Hacker Rusia Berhasil Curi Data "Sangat Rahasia" AS

Dythia Novianty

Jum'at, 06 Oktober 2017 | 05:36 WIB
Lewat NSA, Hacker Rusia Berhasil Curi Data "Sangat Rahasia" AS
Ilustrasi ketegangan Rusia dan Amerika Serikat. [Shutterstock]

Suara.com - Para peretas dukungan pemerintah Rusia pada 2015 mencuri informasi daring sangat rahasia Amerika Serikat dari Badan Keamanan Nasional (NSA) setelah seorang karyawan kontrak menyimpan informasi itu di komputer rumahnya.

Informasi yang dicuri mencakup soal penembusan jaringan komputer negara asing serta perlindungan dari serangan dunia maya. Pencurian itu tampaknya akan dilihat sebagai salah satu kebobolan keamanan paling penting saat ini.

NSA menolak untuk memberikan komentar dengan alasan bahwa badan keamanan AS itu tidak pernah mengomentari lembaga yang terkait dengan pihaknya atau masalah pribadi. Jika memang benar terjadi, peretasan itu akan menandai rangkaian terbaru pembobolan terhadap data rahasia dari badan intelijen rahasia AS itu, termasuk kebocoran data pada 2013 menyangkut program pengintaian rahasia AS oleh karyawan kontrak NSA, Edwar Snowden.

Senator AS dari Partai Republik Ben Sasse mengatakan, jika benar laporan yang dikutip dari Wall Street Journal (WSJ) itu, bisa menimbulkan kekhawatiran.

Isi laporan WSJ bisa meningkatkan ketegangan menyangkut pernyataan AS bahwa ada gelombang peretasan terhadap target-target Amerika oleh Rusia. Di dalamnya termasuk mengincar badan-badan pemilihan negara bagian serta peretasan terhadap sejumlah komputer Partai Demokrat dalam upaya untuk mengacaukan hasil pemilihan presiden 2016, yang dimenangi Donald Trump dari Partai Republik.

Wall Street Journal juga melaporkan bahwa karyawan kontrak yang bersangkutan menggunakan perangkat lunak antivirus dari Kaspersky Lab, yang berpusat di Moskow. WSJ mengatakan, para peretas Rusia kemungkinan sudah menggunakan program itu untuk mengidentifikasi serta mengincar dokumen-dokumen milik sang karyawan kontrak.

Produk-produk Kaspersky Lab sejak bulan lau sudah dilarang dipakai dalam jaringan pemerintah AS atas kecurigaan bahwa produk itu membantu Kremlin melancarkan pemata-mataan. Perusahaan Kaspersky membantah keras tuduhan tersebut dan mengeluarkan pernyataan, yang berbunyi bahwa pihaknya terjebak di tengah pertarungan politik.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada 13 September mengeluarkan larangan penggunaan produk Kaspersky di jaringan federal dan Senat AS menyetujui rancangan undang-undang pelarangan tersebut. [Antara]

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eks Tentara Merah Uni Soviet Ngaku Titisan Yesus

Eks Tentara Merah Uni Soviet Ngaku Titisan Yesus

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 12:40 WIB

ISIS Rilis Video Dua Tentara Rusia yang Ditawan

ISIS Rilis Video Dua Tentara Rusia yang Ditawan

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 12:04 WIB

Diklaim Tewas, Gembong Utama ISIS Rilis Rekaman Audio Terbaru

Diklaim Tewas, Gembong Utama ISIS Rilis Rekaman Audio Terbaru

News | Jum'at, 29 September 2017 | 14:47 WIB

Facebook Ungkap Rusia di Balik Penyebaran Kampanye Misinformasi

Facebook Ungkap Rusia di Balik Penyebaran Kampanye Misinformasi

Tekno | Kamis, 07 September 2017 | 07:02 WIB

Diplomat Rusia Angkat Kaki dari AS

Diplomat Rusia Angkat Kaki dari AS

News | Minggu, 03 September 2017 | 06:45 WIB

Duta Besar Rusia Ditemukan Tewas di Kolam Renang Rumah

Duta Besar Rusia Ditemukan Tewas di Kolam Renang Rumah

News | Kamis, 24 Agustus 2017 | 07:05 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×