Tingkatkan Pembangunan, PUPR Bangun Jembatan Teluk Kendari

Fabiola Febrinastri

Kamis, 26 Oktober 2017 | 14:00 WIB
Tingkatkan Pembangunan, PUPR Bangun Jembatan Teluk Kendari
Pembangunan Jembatan Teluk Kendari oleh Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian PUPR. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu pembangunan Jembatan Teluk Kendari. Jembatan Teluk Kendari dibangun untuk mendukung jaringan jalan nasional, dengan menghubungkan jalan lingkar Kendari pada jalur Kota Lama dan Poasia.

Dengan terhubungnya jalan lingkar ini diharapkan pembangunan di Kota Kendari semakin meningkat. Jembatan Teluk Kendari juga direncanakan mendukung pengembangan pelabuhan Bungkutoko dan Kendari Newport, yang ke depan akan menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan ke luar Kota Kendari maupun Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bila proyek itu selesai dibangun, diharapkan akan bermanfaat dan berdampak sosial bagi perekonomian masyarakat, dan terutama dapat meningkatkan volume pengangkutan barang, aktivitas perdagangan, dan menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat kota Kendari pada khususnya.



Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan Teluk Kendari DJBM Kementerian PUPR, Armen Adekristi, mengungkapkan, kemajuan fisik pembangunan kawasan ini telah mencapai 25 persen, dengan progress keuangan 36 persen.

“Tahun 2017, semua pondasi pylon kami selesaikan. Pada 2018, tiang utama pylon selesai semua. Kami harapkan closure, yang artinya jembatan cable stayed tersambung semua pada Mei 2019,” tambah Armen, beberapa waktu lalu, Jumat (20/10/2017).



Armen menambahkan, pekerjaan sempat terhambat karena ditemukannya sejumlah ranjau aktif sisa zaman penjajahan yang masih tertimbun di dasar teluk, sehingga menjadi kendala utama pemasangan tiang pancang. Namun pada 20 Juni 2016, pihaknya bekerja sama dengan TNI AL dan semua benda yang diduga ranjau tersebut sudah dibersihkan.

Mengenai lahan, Armen mengatakan, saat ini sedang dilaksanakan proses appraisal ulang untuk lahan yang sempat tertunda pembebasan lahannya untuk jalan akses, yaitu 4 rumah toko di sisi Kota Lama dan 4000 m2 di sisi Poasia. Sebelumnya direncakan anggarannya melalui APBD Provinsi, namun pada 2017 dialihkan dengan menggunakan APBN.

Jembatan Teluk Kendari, nantinya memimiki total panjang 1.346 m, dengan menggunakan teknologi cable stayed. Total panjang jembatan utama adalah 474 m, dengan bentang utama sepanjang 200 m, lebih panjang dari Jembatan Merah Putih di Ambon (150 m).

Sebagai jembatan pendekat pada sisi Kota Lama dan Poasia akan dibangun jembatan pendekat berupa gelagar pratekan dengan total panjang berkisar 300 m.

Kontrak Jembatan Teluk Kendari sendiri telah ditandatangani pada 29 November 2015, dengan nilai Rp729 miliar. Melalui proses lelang dan seleksi yang ketat, penyedia jasa terpilih pada pekerjaan ini adalah dua BUMN terbesar di Indonesia, yaitu PT PP dan PT NK, yang sudah berpengalaman dalam membangun jembatan sejenis.

Pada perjalanannya diperlukan persiapan khusus dan matang agar pembangunan jembatan berjalan sesuai target mutu. Sebagai contoh, desain jembatan ini telah didiskusikan dengan panel ahli yang tergabung dalam Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Panel tersebut beranggotakan para profesor, praktisi, dan ahli di bidang jembatan bentang panjang. Melalui komisi tersebut, desain Jembatan Teluk Kendari dikaji ulang berdasarkan peraturan pembebanan terkini dan hasil pengukuran aktual.

Seluruh aspek teknis dari tahap pembangunan maupun operasional dibahas dalam komisi tersebut untuk memastikan keamanan dan keselamatan jembatan. Jembatan yang diharapkan menjadi ikon kota Kendari tersebut mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.



Andriani Porosi, salah seorang warga Kendari berharap, jembatan Teluk Kendari dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena menghubungkan Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari dengan Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli.

“Untuk jangka panjang saya kira baik sekali. Semoga pertumbuhan ekonomi tidak stagnan dan dengan dibangunnya jembatan ini bisa lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selama ini masyarakat Lapulu atau sebaliknya mengggunakan kapal untuk menyeberang, sedangkan kalau pakai mobil harus memutar dahulu,” tambah Andriani.

Kapal yang digunakan adalah kapal kecil, sehingga mobil harus memutar sejauh 20 km dan memakan waktu 45 menit hingga 1 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementerian PUPR Lanjutkan Uji Coba Aspal Plastik di Sulsel

Kementerian PUPR Lanjutkan Uji Coba Aspal Plastik di Sulsel

News | Rabu, 25 Oktober 2017 | 16:00 WIB

Akses Menuju Kawasan Wisata Mandeh Sumbar Rampung 2019

Akses Menuju Kawasan Wisata Mandeh Sumbar Rampung 2019

News | Rabu, 25 Oktober 2017 | 14:00 WIB

"Hibah Air Minum", Kementerian PUPR Tingkatkan Akses Air Bersih

"Hibah Air Minum", Kementerian PUPR Tingkatkan Akses Air Bersih

News | Rabu, 25 Oktober 2017 | 09:24 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×