KPK Apresiasi Polisi Rilis Sktesta Penyerang Novel

Ardi Mandiri

Sabtu, 25 November 2017 | 06:42 WIB
KPK Apresiasi Polisi Rilis Sktesta Penyerang Novel
Ketua KPK Agus Rahardjo bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (kanan) menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/11/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Polda Metro Jaya yang telah meliris dua sketsa wajah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan Novel Baswedan dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017 lalu.

"Tadi perkembangan sudah disampaikan, banyak masukan. Yang perlu kami apresiasi ada kemajuan yang cukup signifikan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Agus menyatakan bahwa sebenarnya pimpinan KPK sudah lama diminta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis untuk melaporkan perkembangan penyelidikan kasus penyerangan Novel itu.

"Sekitar dua sampai tiga minggu lalu tetapi selalu pimpinan tidak lengkap. Saya menunggu sampai pimpinan lengkap. Tapi tadi Pak Saut kebetulan juga sedang tugas ke luar kota tetapi saya pikir itu cukup," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menginginkan informasi perkembangan pengusutan kasus penyerangan Novel tidak hanya diketahui oleh pimpinan KPK saja.

"Oleh karena itu saya juga mengajak teman-teman yang biasa melakukan penyelidikan dan penyidikan di KPK untuk datang di forum itu apakah memberikan saran, masukan atau bahkan mengkritisi," ucap Agus.

Sebelumnya, pada Jumat (24/11)sekitar pukul 10.00 WIB, empat pimpinan KPK menerima kedatangan Kapolda Metro Jaya bersama jajarannya.

"Jadi ada tim penyidik dan tim humas Polda Metro Jaya. Kami berdiskusi cukup panjang, dimulai dari penjelasan perkembangan penanganan proses penyelidikan dan investigasi dari penyerangan terhadap Novel Baswedan yang terjadi pada April 2017," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam kesempatan sama.

Kepolisian Daerah Metro Jaya telah merilis dua sketsa wajah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017 lalu.

"Dari hasil keterangan saksi sudah mengarah 90 persen. Bahwa dua gambar itu diduga terlibat penyiraman saudara Novel," kata Idham.

Pihaknya pun sudah membentuk tim penyelidikan dan penyedikan dengan jumlah 167 orang lintas Polres, Polda, dan penyidik Mabes Polri.

"Kami juga dibantu Australian Federal Police. Kemudian kami juga dibantu oleh Pusnafis Mabes Polri karena beberapa CCTV yang ada di TKP yang kami kumpulkan membutuhkan kerja sama dengan pihak luar negeri," kata Idham.

Adapun pada skesta pertama yang ditampilkan kepada awak media pada saat konferensi pers itu, orang yang diduga terlibat penyerangan Novel itu merupakan pria dengan kulit gelap dan rambut pendek.

Kemudian pada sketsa kedua terlihat seorang pria dengan kulit putih dan rambut panjang.

Idham pun menyatakan dua sketsa wajah yang diduga terlibat penyerangan Novel itu itu didapat dari informasi dua saksi.

"Yang pertama, ini informasi yang kita dapat dari saksi S. Yang kedua, ini dapat dari saksi SN," ungkap Idham.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-e). [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sketsa Wajah Terduga Penyerang Novel

Sketsa Wajah Terduga Penyerang Novel

Foto | Jum'at, 24 November 2017 | 19:16 WIB

Keakuratan Sketsa Wajah Penyiram Novel Diperkuat Saksi SN

Keakuratan Sketsa Wajah Penyiram Novel Diperkuat Saksi SN

News | Jum'at, 24 November 2017 | 18:57 WIB

Polisi Klaim Kemiripan Sketsa Wajah Penyiram Novel 90 Persen

Polisi Klaim Kemiripan Sketsa Wajah Penyiram Novel 90 Persen

News | Jum'at, 24 November 2017 | 15:12 WIB

Kapolda ke KPK Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Novel

Kapolda ke KPK Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Novel

News | Jum'at, 24 November 2017 | 13:07 WIB

Kapolda Metro Jaya Temui Pimpinan KPK, Ada Apa?

Kapolda Metro Jaya Temui Pimpinan KPK, Ada Apa?

News | Jum'at, 24 November 2017 | 11:53 WIB

Dibandingkan Novel, Saut: Saya Paling Dihukum Dua Tahun

Dibandingkan Novel, Saut: Saya Paling Dihukum Dua Tahun

News | Jum'at, 10 November 2017 | 11:27 WIB

Kasus Novel Tak Juga Terungkap, Polisi Contohkan Kasus-kasus Lain

Kasus Novel Tak Juga Terungkap, Polisi Contohkan Kasus-kasus Lain

News | Selasa, 07 November 2017 | 19:56 WIB

Polisi Klaim Banyak Kemajuan di Kasus Penyiram Novel

Polisi Klaim Banyak Kemajuan di Kasus Penyiram Novel

News | Selasa, 07 November 2017 | 16:59 WIB

Hampir 7 Bulan Kasus Novel, Saor: Dari Awal Polisi Tak Objektif

Hampir 7 Bulan Kasus Novel, Saor: Dari Awal Polisi Tak Objektif

News | Minggu, 05 November 2017 | 16:34 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×