Polisi Klaim Banyak Kemajuan di Kasus Penyiram Novel

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 07 November 2017 | 16:59 WIB
Polisi Klaim Banyak Kemajuan di Kasus Penyiram Novel
Sejumlah siswa yang tergabung dalam Sekolah Anti Korupsi (Sakti) ICW melakukan aksi teaterikal 120 hari peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, di depan gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/8).

Suara.com - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyebutkan Tim Gabungan Pencari Fakta belum dibutuhkan untuk membantu mengungkap pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sebab, polisi mengklaim banyak kemajuan dalam menyelidiki kasus tersebut.

"Menurut saya, untuk pembentukan TGPF belum perlu. Karena kami ada progres. Setiap hari-setiap hari, tiap minggu kami anev (analisa dan evaluasi). Ada progres di situ," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (7/11/2017).

Menurutnya, dalam perkembangan kasus tersebut, polisi telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan soal sketsa terduga pelaku yang sudah dirilis.

"Kami pun juga sudah artinya untuk yang terakhir ini perkembangan kami sudah mengkonfrontasi dengan saksi yang melihat diduga pelaku. Ada yang pertama Kapolri pernah merilis foto dan sketsa wajah pelaku," katanya.

"Untuk saat ini kami sudah konfrontasi dengan saksi, apakah benar sketsa sketsa seperti apa, wajah seperti apa. Kemudian kami juga teliti kembali," Argo menambahkan.

Argo juga menyampaikan, polisi juga sedang menggarap pembuatan dua sketsa wajah yang diduga turut terlibat dalam kasus penyiraman air keras Novel.

"Iya. semoga nanti ada tambahan dua, kalau sudah selesai, baru kami sebar," kata dia.

Polisi juga masih mendalami informasi dari masyarakat soal pembuatan sketsa wajah dua terduga pelaku tersebut.

"Itu perlu laporan masyarakat untuk membantu. Kalau masyarakat ada info. Agar disampaikan ke polisi. Setelah selesai semua foto dan sketsa, itu, ini dari saksi yang melihat," kata Argo

baca juga

Desakan untuk pemerintah segera membentuk TGPF lantaran penanganan kasus Novel di kepolisian masih jalan di tempat. Bahkan, mantan Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim menganggap kasus penyiraman yang dialami Novel sangat bermuatan politis.

Ifdhal mengatakan, terdapat sejumlah variabel yang membuat publik bertanya-tanya mengenai motif penyerangan Novel.

Menurutnya, untuk menepis anggapan negatif masyarakat terhadap aparat kepolisian yang mengusut kasus ini, maka diperlukan TGPF. Namun, Ifdhal menilai, Presiden Joko Widodo tampak masih memercayai penyelidikan kasus itu dilakukan oleh polisi. Pelibatan TGPF tersebut, kata dia bisa mempercepat polisi untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras Novel.

“Polisi akan bekerja dalam tataran teknis pengungkapan tindak pidana yang bersifat pro justicia. Sedangkan TGPF akan melakukan dukungan untuk penyidikan polisi tersebut, sehingga keduanya bersifat saling melengkapi,” nilainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dedi Mulyadi Datangi KPK

Dedi Mulyadi Datangi KPK

Foto | Selasa, 07 November 2017 | 14:55 WIB

KPK Yakin Irfan Kurnia Saleh Terlibat dalam Pengadaan AW 101

KPK Yakin Irfan Kurnia Saleh Terlibat dalam Pengadaan AW 101

News | Selasa, 07 November 2017 | 00:34 WIB

Beredar Surat KPK Berisi SPDP Setya Novanto Jadi Tersangka Lagi

Beredar Surat KPK Berisi SPDP Setya Novanto Jadi Tersangka Lagi

News | Senin, 06 November 2017 | 19:26 WIB

Fadli  Zon Minta KPK Tak Seenaknya Periksa Ketua DPR Setnov

Fadli Zon Minta KPK Tak Seenaknya Periksa Ketua DPR Setnov

News | Senin, 06 November 2017 | 18:24 WIB

Novanto Mangkir Dipanggil KPK, Ini Bunyi Lengkap Surat dari DPR

Novanto Mangkir Dipanggil KPK, Ini Bunyi Lengkap Surat dari DPR

News | Senin, 06 November 2017 | 16:59 WIB

Ini Beda KPK Arab dan KPK Indonesia Versi Masinton

Ini Beda KPK Arab dan KPK Indonesia Versi Masinton

News | Senin, 06 November 2017 | 16:51 WIB

Perusahaan Keluarga Setnov Diakui Punya Saham di Murakabi

Perusahaan Keluarga Setnov Diakui Punya Saham di Murakabi

News | Senin, 06 November 2017 | 16:24 WIB

Lima Poin Ini Jadi Alasan Setya Novanto Mangkir Dipanggil KPK

Lima Poin Ini Jadi Alasan Setya Novanto Mangkir Dipanggil KPK

News | Senin, 06 November 2017 | 15:57 WIB

Hampir 7 Bulan Kasus Novel, Saor: Dari Awal Polisi Tak Objektif

Hampir 7 Bulan Kasus Novel, Saor: Dari Awal Polisi Tak Objektif

News | Minggu, 05 November 2017 | 16:34 WIB

KPK Didesak Terbitkan Sprindik Baru Kasus Novanto

KPK Didesak Terbitkan Sprindik Baru Kasus Novanto

News | Minggu, 05 November 2017 | 13:57 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×