Happy: Jika Dibiarkan, Golkar Tak Punya Makna Dalam Politik

Siswanto | Dian Rosmala | Suara.com

Jum'at, 01 Desember 2017 | 19:03 WIB
Happy: Jika Dibiarkan, Golkar Tak Punya Makna Dalam Politik
Ilustrasi Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Rabu (27/7/2016). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Ketua DPP Partai Golkar Happy Bone mengatakan jika Partai berlambang pohon beringin semakin dibiarkan tenggelam pada polemik yang saat ini terjadi, maka Golkar tak lagi memiliki makna apa-apa lagi di dalam settingan politik Indonesia.

Sebab itu Golkar harus diselamatkan dengan mengganti Ketua Umumnya yang saat ini menjadi tahanan KPK karena kasus dugaan korupsi proyek KTP Elektronik, yakni Setya Novanto.

"Kalau dikatakan kita sayang Setnov, ya kita sayang. Tapi kemudian kalau sayang ya tidak mengorbakan partai kan?," kata Happy dalam diskusi di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (1/12/2017).

Hampir semua DPD Tingkat I sudah mendorong digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa untuk gantikan Novanto dari jabatan Ketua Umum. Menurut Happy, permintaan tersebut harus dipenuhi karena sudah diatur dalam AD/ART Partai Golkar.

"Munaslub itu permintaan DPD, mau tidak mau permintaan yang sudah memenuhi 2/3 harus dilaksanakan, kalau tidak dilaksanakan ya berarti melecehkan konstitusi partai, karena tidak melaksanakan permintaan dari DPD itu," tutur Happy.

Kebutuhan Munaslub adalah bentuk kesadaran para kader Partai Golkar. Kata Happy, mungkin saja sikap dari para DPD I merupakan perlawanan terhadap DPP, tapi inilah kesadaran para pimpinan partai di daerah.

"Saya melihat sekarang, Golkar orang-orangnya cukup punya wawasan, mungkin perlawanan ada, banyak temen yang sama, pemikiran sama. Ini sekarang sudah disetujui oleh semua senior. Sekarang mereka mengatakan Munaslub sebuah keniscayaan," ujar Happy.

Happy berharap rapat pleno untuk penentuan tanggal Munaslub bisa diselesaikan antara tanggal 4 atau tanggal 5 Desember 2017. Setelah itu, segera dilaksanakan Munaslub untuk memilih Ketua Umum Partai Golkar yang baru.

"Kita harus bisa tetapkan tanggal Munaslub. Dari DPD kita harapkan Munaslub dua hari saja. Dibicarakan dua hal, pertama, pergantian ketua umum, kedua merevisi beberapa pasal yang harus disempurnakan," kata Happy.

Untuk diketahui, polemik di internal Partai Golkar berawal setelah Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP Elektronik oleh
KPK untuk kedua kalinnya. Polemik itu semakin kencang setelah Ketua DPR ditahan KPK lantaran enggan memenuhi panggilan pemeriksaan.

Dorongan pergantian Ketua Umum pun datang dari sejumlah pihak yang merasa posisi Novanto tidak lagi bisa dipertahankan, termasuk dari puluhan Dewan Pimpinan Daerah Tingkat Provinsi.

Kini, sudah hampir dapat dipastikan Musyawarah Nasional Luar Biasa untuk pergantian Novanto dilakukan. Dua orang yang digadang-gadang sebagai calon Ketua Umum Golkar yaitu politisi senior Golkar yang saat ini menjabat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal sekaligus pelaksana tugas Ketua Umum Golkar Idrus Marham.

Kedua tokoh tersbeut mengaku telah menemui dan mengantongi izin dari Presiden Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Gokar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:32 WIB

Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah

Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:16 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?

Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:42 WIB

Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting

Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:47 WIB

Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah

Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah

News | Rabu, 22 April 2026 | 22:00 WIB

Bela Rudy Masud, Waketum Golkar: Beliau Pemimpin Low Profile dan Tidak Anti Dialog

Bela Rudy Masud, Waketum Golkar: Beliau Pemimpin Low Profile dan Tidak Anti Dialog

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:10 WIB

Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat

Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat

News | Senin, 20 April 2026 | 20:31 WIB

Bahlil Berduka Nus Kei Tewas Ditikam, Instruksikan Sekjen Golkar Kawal Kasus Hingga Tuntas

Bahlil Berduka Nus Kei Tewas Ditikam, Instruksikan Sekjen Golkar Kawal Kasus Hingga Tuntas

News | Senin, 20 April 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB