Mensos Minta Relawan Bencana Perkuat Layanan Psikososial

Fabiola Febrinastri

Selasa, 05 Desember 2017 | 11:38 WIB
Mensos Minta Relawan Bencana Perkuat Layanan Psikososial
Mensos, Khofifah Indar Parawansa. (Sumber: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh relawan bencana untuk memperkuat layanan psikososial bagi para korban bencana.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah Ke-2 di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Minggu (4/12/2017).

"Saya berharap, relawan juga ikut membantu memberikan layanan dukungan psikososial kepada korban bencana. Tidak terkecuali Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC)," ujarnya.

Khofifah menerangkan, Kemensos memiliki tanggung jawab dalam upaya penanggulangan bencana pada cluster pengungsian, logistik dan layanan psikososial. Saat ini Kemensos memiliki pusat unggulan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang berpusat di STKS Bandung.

Jika ada relawan yang berminat mengembangkan kapasitas LDP, Khofifah mempersilahkan menggunakan Tagana Training Center di Sentul - Bogor.

LDP sendiri, lanjutnya, merupakan layanan psikososial dasar kepada korban bencana yang mengalami trauma agar segera dapat keluar dari kondisi traumatik dan dapat segera kembali termotivasi hidupnya. Tugas tim LDP adalah memberikan trauma healing dan konseling kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, difabel, dan ibu hamil.

"Mereka (pengungsi) tidak cukup hanya ditenangkan dari rasa panik, tetapi juga harus membangun ketenangan rohaniah. Kalau itu dari MDMC, saya rasa akan menyatu pada psikososial terapinya, karena berbasis religi. Harapannya, terapi psikososial yang berbasis spriritualitas ini akan memberikan dampak lebih kuat dan berjangka panjang ," katanya.

Pada kesempatan itu, Khofifah bercerita soal akibat yang ditimbulkan oleh siklon tropis yang terjadi di Indonesia baru-baru ini. Hujan dengan intensitas tinggi dan angin, pada saat yang bersamaan mengakibatkan banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, terutama di Provinsi DI Yogyakarta dan Pacitan.

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi bagian dari pembelajaran dan pengalaman bersama terkait kondisi alam Indonesia. Perubahan iklim global bisa berdampak pada makin kuatnya cuaca ekstrem, sehingga relawan harus menyiapkan berbagai langkah antisipasi dan mitigasi bencana, sekaligus mitigasi dampak bencananya secara detail.

Dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, menurut BNPB, terdapat 323 kabupaten/kota yang berisiko tinggi terhadap bencana alam.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi langkah MDMC yang dinilainya terlibat sangat aktif dalam penanggulangan bencana di Tanah Air. Ia berharap, MDMC bisa menjadi gerakan baru hidmah Muhammadiyah, selain pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial lainnya.

"Mudah-mudahan langkah strategis ini diikuti oleh ormas lainnya, sehingga upaya penanggulangan bencana dapat lebih cepat, efektif dan massif," ujarnya.

Secara khusus, Khofifah minta para relawan untuk maksimal dalam memberikan pertolongan kepada korban bencana alam, tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras, dan perbedaan-perbedaan lainnya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos: Cadangan Beras untuk Pengungsi Bencana Cukup

Mensos: Cadangan Beras untuk Pengungsi Bencana Cukup

News | Kamis, 30 November 2017 | 12:40 WIB

Terkini

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:49 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:37 WIB

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

×