'Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Quran' Bikin MUI Kesal

Reza Gunadha

Selasa, 12 Desember 2017 | 16:28 WIB
'Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Quran' Bikin MUI Kesal
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), menggelar seminar akademik berjudul “Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur’an”, Senin (11/12/2017). [Facebook/Meita Pratiwi]

Suara.com - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), menggelar seminar akademik berjudul “Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur’an”, Senin (11/12/2017). Tak disangka, seminar mengenai sejarah seni membaca Alquran tersebut membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) kesal.

"MUI sangat menyesalkan seminar yang diselenggarakan oleh UIN Sumut dalam rangka Dies Natalis ke-44," kata Anwar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/12).

Anwar  mengklaim, judul seminar tersebut sangat tendensius dan merendahkan kitab suci umat Islam.

Untuk itu, dia mendesak adanya permohonan maaf secara terbuka dari penyelenggara terutama kepada umat Islam Indonesia.

Permohonan maaf, lanjut dia, akan mencegah persoalan itu meluas dan berkembang ka arah yang tidak diinginkan serta mendorong terjaganya keamanan dan tidak terjadi kegaduhan.

Anwar mengatakan, pihaknya mengimbau semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada pihak terkait.

Dia meminta Kementerian Agama agar mengambil langkah-langkah cepat dan tepat agar masalah tersebut tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan agar hal serupa tidak lagi terulang.

Namun, Anwar tak menjelaskan apakah dirinya maupun MUI secara kelembagaan sudah membaca makalah-makalah kajian sejarah yang dipresentasikan dalam seminar tersebut.

baca juga

Kajian Sejarah

Suara.com mendapatkan satu makalah pengantar seminar tersebut yang dipresentasikan oleh Muhammad Yaser Arafat.

Dalam makalahnya, Arafat melacak ihwal seni pembacaan Alquran yang berirama pada era Arab arkais. Hasil penelitian yang dipresentasikan Arafat menyebutkan, seni pembacaan Alquran "berutang" terhadap para perempuan penyanyi dan pekerja seks atau dalam bahasa Arab disebut "al-qaynah/al-qiyan".

"Di saat festival puisi diselenggarakan, orang-orang Arab menyaksikan pelantunan puisi sambil menenggak anggur atau perasan kurma dan menikmati nyanyian plus servis erotisme yang disediakan oleh para al-qaynah/al-qiyan," demikian tertulis dalam halam pertama makalah presentasi tersebut.

Dalam makalah itu Arafat menuliskan, kebudayaan musikal orang Arab pada masa itu dirumuskan oleh kaum Qaynah atau PSK.

Sebabnya, kaum laki-laki sibuk berperang dan berdagang. Selain menyanyi dan tampil di panggung, kewajiban qaynah mencakup pekerjaan menuangkan anggur dan menyediakan jasa erotisme.

Aktivitas para pelacur itu juga telah turut menyumbang perdagangan budak-budak yang cukup berjalan baik di pasar-pasar terkenal Arab era itu, seperti di Madinah, Thaif, dan 'Ukaz.

"Di antara para qaynah itu akan menuangkan anggur saat yang lain sedang menyanyi. Dada mereka dibiarkan terbuka untuk setiap mata yang menadang sambil melakukan penawaran kencan," tulisnya.

Arafat juga mencatat sejumlah nama-nama pelacur yang kala itu beken di Arab. Misalnya, Jaradah dari suku 'Ad, Mulaykah, Binti 'Afzar, dan Hurairah. Ada pula qaynah yang telah "dirawat" oleh para saudagar Arab.

"Produksi seni nyanyian para qaynah inilah yang membangun tradisi berirama dalam era Islam serta setelahnya, khususnya pada abad ke-9 Masehi, saat Ishaq al-Mawshili, ahli musik, hidup," tulisnya.

Ia menuliskan pula, beberapa lagu yang dipilih untuk Khalifah Harun ar-Rasyid pada abad ke-8, paling tidak ada satu nyanyi-puisi yang dipersembahkan untuk "jaradah Sisters", yaitu perkumpulan para qaynah yang hidup di era jahiliah (pra-Islam).

"Jadi, tak diragukan lagi bahwa nada-irama Arab pada periode Jahiliyah sampai tahun 632 Masehi, dibentuk oleh daya bersuara kaum qaynah."

Arafat dalam kesimpulan makalah presentasinya menyebutkan bahwa "Bila tidak ada para qaynah, tidak ada pelestari irama Arab (al-alhan al-'arabiyyah).

Selain itu, Arafat juga menyimpulkan "Tradisi pelantuan Al Quran bergantung pada al-alhan al-'arabiyyah".

"Pelantunan Al Quran berhutang besar kepada para qaynah atau para pelacur Arab jahiliyah."

Arafat tampak serius dalam melacak akar sejarah seni pembacaan Alquran. Dalam makalah tersebut, ia mencantumkan sejumlah karya-karya babon peneliti hal yang sama.

Dalam bibliografinya, Arafat mencantumkan buku "A History of Arabian Music to The XIIIth Century", karya Henry Geaorge Farmer tahun 1929.

Ia juga menilik karya Kristina Nelson tahun 1985 berjudul "The Art of Reciting the Quran".

Arafat juga mengutip sejumlah buku berbahasa Arab seperti "Al-Ma'arif" karya Ibn Qutaiba (1969); dan, "Al-Jam'u al-Shautiyy al-Awwal li al-Quran al-Karim aw al-Mushaf al-Murattal" karya Labib al-Sa'id (1967).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MUI: Trump Tidak Peka Soal Yerusalem

MUI: Trump Tidak Peka Soal Yerusalem

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 14:13 WIB

Warganet Dihebohkan Kesalahan Tulis Ayat Alquran di Acara TV

Warganet Dihebohkan Kesalahan Tulis Ayat Alquran di Acara TV

Tekno | Selasa, 05 Desember 2017 | 20:25 WIB

Alquran Kuno Ditemukan di Masjid Umar Bin Khattab Palestina

Alquran Kuno Ditemukan di Masjid Umar Bin Khattab Palestina

News | Selasa, 05 Desember 2017 | 09:06 WIB

MUI: Jangan 'Jual Agama' untuk Kepentingan Politik

MUI: Jangan 'Jual Agama' untuk Kepentingan Politik

News | Minggu, 03 Desember 2017 | 15:58 WIB

Peringati Maulid Nabi, Jokowi Ingatkan Dua Misi Kenabian

Peringati Maulid Nabi, Jokowi Ingatkan Dua Misi Kenabian

News | Kamis, 30 November 2017 | 23:23 WIB

Terkini

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

×