Bencana Tanah Bergerak, Musala Al Hikmah Ambruk

Reza Gunadha

Selasa, 19 Desember 2017 | 10:54 WIB
Bencana Tanah Bergerak, Musala Al Hikmah Ambruk
ILUSTRASI - Pascagempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12).

Suara.com - Musala Al Hikmah, Desa Cilangkap RT 03 RW 05, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ambruk akibat pergerakan tanah.

"Bangunan musala itu ambruk hingga rata dengan tanah pada hari Selasa (19/12), pukul 06.00 WIB, akibat pergerakan tanah dan hujan yang turun terus-menerus di Kecamatan Gumelar," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Kusworo, Selasa (19/12/2017).

Ia mengatakan, personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Gumelar bersama masyarakat setempat bekerja bakti untuk menyingkirkan puing-puing bangunan musala yang roboh.

Disinggung mengenai bencana longsor dan pergerakan tanah di sejumlah wilayah Gumelar yang terjadi pada Minggu (17/12) sore, Kusworo mengatakan pendataan kerusakan rumah warga hingga saat ini masih berlangsung.

"Data sementara hingga hari Selasa (19/12), pukul 09.11 WIB, tercatat sebanyak tiga rumah roboh hingga rata dengan tanah, delapan rumah rusak sedang, 17 rumah rusak ringan, serta kerusakan fasilitas umum berupa jalan dan lahan pertanian di tiga titik dengan total taksiran kerugian mencapai Rp267.700.000. Selain itu, puluhan rumah di Kecamatan Gumelar juga dilaporkan terancam longsor dan pergerakan tanah," jelasnya.

Ia menuturkan, Selasa hari ini pihaknya juga menerima laporan kejadian pergerakan tanah di Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, yang menyebabkan keretakan pada dinding dan lantai sejumlah rumah warga.

Menurut dia, pihaknya akan segera mengecek lokasi pergerakan tanah di Desa Cibangkong dan mendata jumlah rumah yang terdampak.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo memprakirakan wilayah Jateng bagian tengah memasuki puncak musim hujan pada bulan Desember dengan prakiraan curah hujan selama satu bulan berkisar 401-500 milimeter atau lebih.

"Berdasarkan peta prakiraan curah hujan yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Semarang, curah hujan pada bulan Desember di wilayah Jateng bagian tengah diprakirakan lebih dari 500 milimeter sehingga tergolong sangat tinggi," tuturnya.

Ia menjelaskan, wilayah Jateng bagian tengah yang curah hujannya diprakirakan lebih dari 500 milimeter di antaranya sebagian besar Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga bagian utara-timur, Wonosobo bagian barat-selatan, Purworejo bagian utara, Magelang bagian barat, Batang bagian barat-selatan, Pekalongan bagian tengah-selatan, dan Pemalang bagian timur-selatan.

Selain di wilayah Jateng bagian tengah, curah hujan lebih dari 500 milimeter diprakirakan juga berpotensi di Kabupaten Cilacap bagian timur yang berada di pesisir selatan.

Sementara curah hujan bulan Desember di Kabupaten Banyumas, Cilacap bagian barat-utara, Purbalingga bagian selatan, Kebumen bagian barat dan timur, sebagian wilayah barat Purworejo, Brebes bagian selatan, Tegal bagian selatan, Pemalang bagian barat, Wonosobo bagian timur, serta Temanggung diprakirakan berkisar 401-500 milimeter.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jateng pada tanggal 18-20 Desember 2017 akibat pengaruh "tropical storm" Kai-Tak di perairan timur Filipina dengan kecepatan angin maksimum 35 knots dan sirkulasi siklonik di perairan selatan Jawa Timur.

Kondisi tersebut mengakibatkan area belokan angin dan pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Jateng yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Aliran masa udara basah dari barat menyebabkan kondisi udara di sekitar Jateng menjadi sangat tidak stabil (labil).

Interaksi kedua fenomena tersebut dengan kondisi cuaca lokal mengakibatkan beberapa potensi cuaca ekstrem di sekitar wilayah Jateng, antara lain potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sragen, Purwodadi, Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Blora, Karanganyar, Klaten, Wonogiri, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Purbalingga, Purwokerto, Purworejo, Majenang, Banyumas, Purbalingga, Magelang, Mungkid.

Selain itu, potensi gelombang tinggi di perairan Laut Jawa bagian tengah.

Terkait dengan prakiraan curah hujan dan peringatan dini cuaca ekstrem tersebut, Teguh mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana itu saat turun hujan dengan intensitas tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belasan Rumah di Banyumas Rusak Akibat Longsor

Belasan Rumah di Banyumas Rusak Akibat Longsor

News | Senin, 18 Desember 2017 | 07:51 WIB

Gempa di Banyumas Telan Kerugian Setengah Miliar Lebih

Gempa di Banyumas Telan Kerugian Setengah Miliar Lebih

News | Minggu, 17 Desember 2017 | 12:51 WIB

RSUD Banyumas Rusak Parah Akibat Gempa, 56 Pasien Dipindahkan

RSUD Banyumas Rusak Parah Akibat Gempa, 56 Pasien Dipindahkan

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 05:02 WIB

Potensi Longsor di Pacitan, 305 Orang Diungsikan

Potensi Longsor di Pacitan, 305 Orang Diungsikan

News | Senin, 11 Desember 2017 | 01:15 WIB

Siklon Tropis Cempaka Sebabkan Puting Beliung di Pacitan

Siklon Tropis Cempaka Sebabkan Puting Beliung di Pacitan

News | Selasa, 28 November 2017 | 19:01 WIB

Terkini

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

×