Antisipasi Supermoon, 48 Pompa Air Disiapkan di Semarang

Ririn Indriani

Selasa, 30 Januari 2018 | 21:33 WIB
Antisipasi Supermoon, 48 Pompa Air Disiapkan di Semarang
Fenomena supermoon terlihat di Beijing, Cina pada Senin (14/11) [AFP/Greg Baker].

Suara.com - Sebanyak 48 pompa air disiapkan Pemerintah Kota Semarang untuk mengantisipasi fenomena Super Blue Blood Moon atau Supermoon, yang diperkirakan terjadi pada Rabu (31/1/2018).

"Total ada 48 pompa untuk penyedot air yang kami siagakan di daerah-daerah yang berpotensi terjadi rob di Semarang berkapasitas 600 liter/detik," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Selasa (30/1/2018) dilansir Antara.

Hal itu diungkapkan politikus PDI Perjuangan itu usai rapat koordinasi penanganan rob yang dihadiri jajaran camat, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan BBWS Pemali Juana.

Fenomena Supermoon diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi bertepatan dengan gerhana bulan pada 31 Januari mendatang yang akan terulang lebih dari 36 tahun untuk wilayah Indonesia.

Masyarakat juga bisa melihat dan mengamati fenomena Supermoon yang menunjukkan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus yang secara umum dapat terlihat di sebagian besar wilayah Indonesia.

Seiring dengan fenomena Supermoon, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dengan tingginya pasang air laut maksimum mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari.

Ia menyebutkan puluhan pompa air tersebut disiagakan, antara lain tiga unit di Muktiharjo Lor, dua unit di Muktiharjo Kidul, tiga unit di Terboyo Wetan, dan 10 unit di sepanjang Sungai Sringin Semarang.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi meminta jajarannya untuk bersiaga menghadapi potensi rob di Kota Semarang saat terjadi Supermoon, khususnya di kawasan timur Semarang yang masih kerap terkena rob.

Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi kemungkinan rob, seraya tetap waspada karena Pemkot Semarang sudah berupaya maksimal untuk mengantisipasi potensi rob yang terjadi.

"Memang kita semua perlu waspada, terutama saat terjadi kondisi cuaca yang buruk di laut yang menyebabkan gelombang tinggi, namun harus tetap tenang," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Hendi memastikan secara umum Kota Semarang dalam status aman, sebab apabila memang terjadi rob akan dimaksimalkan skema penanganan agar air bisa segera mengalir ke sejumlah sungai di wilayah yang terdampak.

"Saya pastikan secara umum Kota Semarang tetap aman. Apabila memang terjadi rob, kami maksimalkan skema penanganan bagaimana agar air (rob, red.) bisa segera mengalir ke sejumlah sungai terdekat," katanya mengantisipasi terjadinya rob akibat Supermoon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Saksikan Supermoon, Anies Berharap Besok Tidak Hujan

Ingin Saksikan Supermoon, Anies Berharap Besok Tidak Hujan

News | Selasa, 30 Januari 2018 | 10:55 WIB

Ini Lokasi Ideal untuk Melihat Gerhana Bulan Total

Ini Lokasi Ideal untuk Melihat Gerhana Bulan Total

Tekno | Selasa, 30 Januari 2018 | 05:21 WIB

Dua Tempat Seru Saksikan Fenomena Supermoon di Jakarta

Dua Tempat Seru Saksikan Fenomena Supermoon di Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 26 Januari 2018 | 18:51 WIB

Terkini

Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan

Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:00 WIB

Kursi Prioritas Bukan Hadiah, Stasiun Cikoko Bukti Integrasi Itu Mungkin

Kursi Prioritas Bukan Hadiah, Stasiun Cikoko Bukti Integrasi Itu Mungkin

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:59 WIB

Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton

Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:56 WIB

Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK

Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:50 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing

3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:49 WIB

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:48 WIB

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:42 WIB

4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat

4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:40 WIB

Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:38 WIB

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:36 WIB

×