Mensos: STKS Harus Jadi Garda Depan Selesaikan Masalah Sosial

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 02 Februari 2018 | 10:04 WIB
Mensos: STKS Harus Jadi Garda Depan Selesaikan Masalah Sosial
Dies Natalis 53, di Bandung, Kamis (30/01/2018). (Sumber: Kemensos)

Suara.com - Tantangan bangsa terkait berbagai masalah sosial tidak surut seiring dengan makin kompleksnya perkembangan sosio-kultural masyarakat. Peran SDM Kesejahteraan Sosial yang andal, termasuk pekerja sosial profesional, masih sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah tersebut secara sistematis dan terencana.

"STKS sebagai center of excellent bagi SDM kesejahteraan sosial menjadi garda depan dalam mencari solusi dalam mengatasi masalah sosial yang berkembang di masyarakat," kata  Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham, dalam sanbutannya di depan undangan Dies Natalis 53, di Bandung, Kamis (30/01/2018).

Seperti kasus kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Salah satu tantangan yang muncul dari kasus ini adalah kurangnya kuantitas pendamping bagi warga yang membutuhkan asistensi dalam menyelesaikan masalah sosial.

Keberadaan pekerja sosial profesional yang sanggup berada di tengah-tegah mereka sangat dibutuhkan. Tentu saja, hal itu dilakukan tidak hanya dengan bekal keberanian, namun juga harus dengan bekal ilmu yang baik yang sudah didapat dari bangku kuliah.

"Untuk itu, STKS harus terus meningkatkan inisiatif dan kontribusinya di tengah-rengah masyarakat, baik dengan pendekatan saintifik maupun modal vokasional yang dimiliki civitas akademika dan alumninya, sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Di bagian lain sambutannya, Mensos memaparkan betapa kompleksnya masalah sosial yang dihadapi bangsa ini. Penyandang masalah kesejahteraan sosial, seperti angka kemiskinan yang sampai dengan September 2017 tercatat  26,58 juta jiwa, dan hingga Agustus 2017, BNN melaporkan korban penyalahgunaan napza mencapai angka 4,1 juta.

Selain itu, untuk peningkatan kualitas layanan sosial kepada penerima manfaat, tahun ini Kementerian Sosial menargetkan sertifikasi 2.000 tenaga kesejahteraan sosial, akreditasi terhadap 3.000 lembaga kesehteraan sosial (LKS), serta perekrutan ±16.000 pendamping PKH dan 2.000 operator.

Untuk itu, Mensos mendorong STKS untuk senantiasa meningkatkan perannya dalam mengembangkan dan meningkatkan profesionalisasi praktik pekerjaan sosial Indonesia. 

"Saya mendukung STKS melakukan perubahan kelembagaan menjadi politeknik kesejahteraan sosial, karena kebijakan pemerintah saat ini seperti tertuang di dalam Nawacita, mengedepankan kepada pendidikan vokasi," katanya.

Mensos mendukung agar STKS memiliki sarana prasarana dan teknologi, agar di dalam perkuliahannya para dosen mampu menerapkan praktik-praktik pekerjaan sosial secara aplikatif.

Dengan demikian, dapat segera terjadi percepatan yang signifikan dalam upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas berbagai bidang kajian dan spesialisasi. Hal ini tentunya akan juga segera berdampak pada percepatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Di bagian lain, Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial,  Harry Z. Soeratin menyatakan, lembaganya mempunyai sasaran strategis yaitu meningkatkan SDM Kesejahteraan Sosial yang kompeten dan meningkatkan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang mampu memberikan layanan kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial secara profesional dan akuntabel.

Pencapaian sasaran strategis peningkatan sumber daya manusia (SDM) Kesejahteraan Sosial yang kapabel dilaksanakan melalui Pendidikan Tinggi, Pelatihan, Penelitian, Pengembangan profesi dan Penyuluhan Sosial.

"STKS Bandung merupakan satuan kerja di bawah Badiklitpensos yang mengemban tugas untuk menghasilkan pekerja-pekerja sosial profesional, yang menjadi salah satu SDM Kesejahteraan Sosial utama," katranya.

STKS Bandung, yang memiliki tugas fungsi dalam penyelenggaraan pendidikan pekerjaan sosial, telah memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan pekerjaan sosial di Indonesia pada umumnya, dan dilingkungan Kementerian Sosial RI pada khususnya.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan berpegang teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, STKS mencetak pekerja-pekerja sosial profesional yang telah berkiprah di berbagai lini pelayanan sosial, baik di lingkungan Kementerian Sosial maupun Kementerian dan Lembaga lainnya, NGO, Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota, Organisasi Kemasyarakatan, TNI/ Polri, bahkan sukses menjadi kepala daerah di beberapa wilayah di Indonesia.

"Pada Dies Natalis STKS ke 53, STKS semakin memantapkan dirinya untuk menjadi centre of excelent dan menuju world class university yang dilandasi nilai-nilai kearifan, serta keunggulan lokal, dan mampu menghasilkan (outcomes) sarjana terapan pekerjaan sosial yang berkarakter dan berjati diri Indonesia," katanya.



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gubernur Sulsel Minta Tambah Sekolah Rakyat di Makassar, Siapkan Lahan 20 Hektare

Gubernur Sulsel Minta Tambah Sekolah Rakyat di Makassar, Siapkan Lahan 20 Hektare

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:31 WIB

Kemensos Bentuk TP2SR, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kemensos Bentuk TP2SR, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:21 WIB

Kemensos Kebut Penelusuran 1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online

Kemensos Kebut Penelusuran 1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:41 WIB

Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan

Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:21 WIB

Cara Cek NIK Desil Berapa? Panduan Mudah Lewat Cek Bansos Kemensos

Cara Cek NIK Desil Berapa? Panduan Mudah Lewat Cek Bansos Kemensos

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:23 WIB

Hasil Perjuangan 10 Tahun, Disabilitas Kini Dapat Potongan Biaya 20% di 9 Sektor Layanan Publik

Hasil Perjuangan 10 Tahun, Disabilitas Kini Dapat Potongan Biaya 20% di 9 Sektor Layanan Publik

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:29 WIB

Wamensos Agus Jabo: Pembangunan Sekolah Rakyat Muna Barat akan Diproses, Bisa Tampung 2 Ribu Siswa

Wamensos Agus Jabo: Pembangunan Sekolah Rakyat Muna Barat akan Diproses, Bisa Tampung 2 Ribu Siswa

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:39 WIB

Terkini

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

×