AS Terganggu Soal Laporan Kuburan Massal di Myanmar

Yazir Farouk

Sabtu, 03 Februari 2018 | 05:18 WIB
AS Terganggu Soal Laporan Kuburan Massal di Myanmar
Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Suara.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Kamis, mengatakan bahwa Washington sangat terganggu oleh laporan baru tentang kuburan massal di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, tempat militer dituduh melakukan kekejaman terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Associated Press, seperti dikutip dari Antara melaporkan sebelumnya bahwa mereka telah mengonfirmasi adanya lebih dari lima kuburan massal yang sebelumnya tidak dilaporkan di desa Gu Dar Pyin, Myanmar, melalui wawancara dengan korban selamat di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh dan melalui video-video telepon genggam.

"Kami sangat, sangat terganggu oleh laporan akan kuburan massal tersebut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert pada sebuah taklimat berita rutin.

"Kami melihat ini dengan sangat hati-hati. Kami tetap fokus untuk membantu memastikan pertanggungjawaban bagi mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia," ujarnya lagi.

Nauert mengatakan bahwa laporan tersebut menyoroti perlunya pihak berwenang di Myanmar untuk bekerja sama dengan penyidik yang independen dan dapat dipercaya atas tuduhan kekejaman di negara bagian Rakhine utara.

Sebelumnya, Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok lain mendesakkan pemikiran kembali rencana mengirim pulang pengungsi Rohingya ke Myanmar di tengah kekhawatiran akan pemulangan paksa tanpa perlindungan.

Perlindungan dimaksudkan oleh lembaga itu antara lain adalah jaminan memperoleh kewarganegaraan setelah mereka melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari pertumpahan darah di kampung halamannya.

Seruan tersebut terjadi saat Bangladesh menunda pemulangan Rohingya, yang sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan, ke Myanmar, karena penyusunan dan pemastian daftar yang akan dipulangkan tidak lengkap.

Lebih dari 655.500 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh pada tahun lalu setelah militer Myanmar melakukan penindakan keras di bagian utara negara bagian Rakhine, di tengah laporan saksi tentang pembunuhan, penjarahan dan pemerkosaan, sebagai reaksi atas serangan militan terhadap pasukan keamanan pada 25 Agustus tahun lalu.

baca juga

Banyak orang di Myanmar yang beragama Hindu menganggap Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. PBB menggambarkan tindakan keras Myanmar sebagai pembersihan etnis Rohingya, yang disangkal oleh Myanmar.

Myanmar dan Bangladesh sepakat pada awal tahun ini untuk menyelesaikan repatriasi sukarela para pengungsi dalam dua tahun. Myanmar mengatakan telah mendirikan dua pusat penerimaan dan sebuah tempat penampungan sementara di dekat perbatasan di negara bagian Rakhine untuk menerima kedatangan pertama.

Human Rights Watch, sebuah organisasi non-pemerintah, mengatakan pada Selasa bahwa Bangladesh harus menangguhkan rencana tersebut sepenuhnya karena hal itu "mengancam keamanan dan kesejahteraan para pengungsi." Rencana tersebut telah memicu kekhawatiran di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh bahwa orang-orang mungkin dipaksa untuk kembali meskipun tidak memiliki jaminan terkait keamanan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Myanmar Masih Persulit Pasokan Bantuan untuk Rohingya

Myanmar Masih Persulit Pasokan Bantuan untuk Rohingya

News | Rabu, 24 Januari 2018 | 07:34 WIB

Ketegangan Meningkat di Kamp Rohingya Jelang Pemulangan Pengungsi

Ketegangan Meningkat di Kamp Rohingya Jelang Pemulangan Pengungsi

News | Minggu, 21 Januari 2018 | 23:18 WIB

Tampung Pengungsi Rohingya, Myanmar Akhirnya Lakukan Ini

Tampung Pengungsi Rohingya, Myanmar Akhirnya Lakukan Ini

News | Sabtu, 20 Januari 2018 | 22:43 WIB

10 Warga Rohingya di Kuburan Massal Diklaim Bukan Teroris

10 Warga Rohingya di Kuburan Massal Diklaim Bukan Teroris

News | Minggu, 14 Januari 2018 | 01:30 WIB

Etnis Rohingya di Malaysia Dapat Kartu Identitas Digital

Etnis Rohingya di Malaysia Dapat Kartu Identitas Digital

News | Jum'at, 12 Januari 2018 | 06:16 WIB

Terkini

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:53 WIB

Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!

Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:52 WIB

'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:36 WIB

Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko

Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:33 WIB

Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh

Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:30 WIB

Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor

Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:25 WIB

Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?

Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:07 WIB

Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas

Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:58 WIB

Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027

Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:58 WIB

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:36 WIB