Guru Tewas Dipukul Siswa, Istrinya Sedang Hamil Muda

Reza Gunadha

Minggu, 04 Februari 2018 | 14:23 WIB
Guru Tewas Dipukul Siswa, Istrinya Sedang Hamil Muda
Sianit Sinta menujukkan foto mendiang suaminya Ahmad Budi Cahyanto guru SMAN 1 Torjun yang tewas dipukul siswanya sendiri, di Desa Tanggumung, Sampang, Jawa Timur, Sabtu (3/2). Ahmad Budi Cahyanto tewas dipukul siswanya sendiri MH saat pelajaran berlangsung, Jumat (1/2). [ANTARA FOTO/Saiful Bahri/pd/18]

Suara.com - Keluarga Ahmad Budi Cahyono, guru SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang meninggal dunia akibat dianiaya muridnya sendiri berinisial HI, menuntut keadilan.

Adik korban, Siti Choirun Nisak Ashari di Sampang, Jumat (2/1/2p18), meminta polisi agar kasus penganiayaan yang telah menyebabkan kakaknya meninggal dunia diproses hukum seadil-adilnya.

"Harus dihukum seadil-adilnya, kakak saya sudah meninggal dunia akibat kasus penganiayaan itu," ucap Choirun di rumah duka di Dusun Pliyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota, Sampang, Madura.

Menurut Choirun Nisak, korban saat ini meninggalkan istri bernama Sianit Sinta (22) tengah hamil dalam usia kandungan lima bulan.

"Sekarang istrinya lagi hamil usia kandungan lima bulan, ini kehamilan kedua setelah kandungan pertama sempat gugur dulu sama-sama usia lima bulan," tuturnya.

Ia menceritakan, pihak keluarga mengetahui putra pertama M Satuman Ashari itu dianiaya muridnya, setelah korban sempat muntah setelah bangun tidur.

Kemudian, korban menceritakan semua kejadian penganiayaan itu pada Kamis (1/2) siang, sebelum meninggal.

Kepada Choirun Nisak, korban mengakui bahwa saat mengajar di SMA Negeri I Torjun, Sampang, dirinya dipukul salah seorang muridnya.

"Kami lalu menghubungi teman Mas Budi, dan membenarkan kakak saya telah dianiaya muridnya sendiri," ujar Nisak.

Korban mengaku dipukul muridnya sendiri dan sempat menunjukkan bagian lehernya yang terkena pukulan siswa nakal itu.

Sebelumnya, korban terlihat lemas dan tak sadarkan diri, keluarga akhirnya membawa ke IGD RSUD Sampang.

Karena pihak rumah sakit di Sampang tak mampu menangani akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhir. Hasil diagnosis dokter di rumah sakit itu menyebutkan, bahwa guru seni rupa itu mengalami gegar otak dan pembuluh darah pecah.

Bangunkan Siswa Tidur di Kelas

Peristiwa pemukulan Guru Budi oleh siswa berinisial IH itu berawal, saat sang guru menyampaikan pelajaran kesenian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keji! Teroris Dukungan Turki Mutilasi Tentara Perempuan Kurdi

Keji! Teroris Dukungan Turki Mutilasi Tentara Perempuan Kurdi

News | Minggu, 04 Februari 2018 | 14:07 WIB

Selamat, Febby Rastanty Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

Selamat, Febby Rastanty Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

Entertainment | Minggu, 04 Februari 2018 | 14:01 WIB

Proyek Double-Double Track Distop Dulu, Lagi Diinvestigasi

Proyek Double-Double Track Distop Dulu, Lagi Diinvestigasi

News | Minggu, 04 Februari 2018 | 13:58 WIB

Crane Jatuh Empat Tewas, Hutama Karya Minta Maaf

Crane Jatuh Empat Tewas, Hutama Karya Minta Maaf

News | Minggu, 04 Februari 2018 | 13:53 WIB

Enam Cara Ini Terbukti Ampuh Menenangkan Bayi Menangis

Enam Cara Ini Terbukti Ampuh Menenangkan Bayi Menangis

Health | Minggu, 04 Februari 2018 | 14:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:19 WIB

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:00 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

×