Ditjen PAS dan Kemenkumham Bangun Lapas Narapidana Berbahaya

Pebriansyah Ariefana, Arief Apriadi

Rabu, 04 April 2018 | 17:36 WIB
Ditjen PAS dan Kemenkumham Bangun Lapas Narapidana Berbahaya
Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mardjoeki disela-sela Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan tahun 2018 di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Rabu (4/4/2018). (suara.com/Arief Apriadi)

Suara.com - Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dan Kementrian Hukum dan HAM membangun lapas kategori khusus untuk narapidana berisiko tinggi (high risk) atau berbahaya demi memenuhi standar keamanan di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Semisal napi narkoba dan terorisme.

Lapas kategori khusus tersebut menurut Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mardjoeki sudah dioprasionalkan di pulau Nusakambangan.

"Baru bulan-bulan terakhir ini. Kita kan awalnya ditinjau oleh Menkumham (Yasonna Laoly) dan Kapolri (Jenderal Pol Tito Karnavian), dua tempat di anggap reprsentatif untuk menempatkan bandar narkoba dan teroris yang high risk," kata Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mardjoeki disela-sela Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan tahun 2018 di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Ada dua lapas yang akan digunakan sebagai tempat khusus untuk menempatkan narapidana berisiko tinggi yakni di Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih.

Menurut Mardjoeki, Lapas Batu akan dipergunakan sebagai Lapas khusus bagi narapidana narkoba berklasifikasi tinggi seperti bandar-bandar narkoba yang memiliki jaringan luas.

Sementara Lapas Pasir Putih khusus digunakan untuk menampung narapidana kasus terorisme.

"Sudah oprasionalkan di Nusakambangan itu Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih. Lapas Batu untuk (narapidana) narkoba, Lapas Pasir Putih untuk (narapidana) teroris. Kita sudah mulai isi," lanjutnya

Tujuan pembuatan lapas untuk narapidana berisiko tinggi ini adalah sebagai sarana pembinaan dan rehabilitasi bagi narapidana kasus narkoba dan terorisme.

Apabila proses pembinaan berjalan baik, maka status narapidana baik di Lapas Batu maupun Lapas Pasir Putih bisa saja berubah secara bertahap menjadi narapidana kategori biasa.

baca juga

"Mereka tak selamanya disana ada proses pembinaan dan melalui asesmen (penilaian) mereka akan secara bertahap, yang (nantinya) tidak masuk dalam kategori high risk kita keluarkan dari Lapas high risk," ungkap Mardjoeki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gembong Teroris Abu Bakar Baasyir Batal Dipindahkan ke Klaten

Gembong Teroris Abu Bakar Baasyir Batal Dipindahkan ke Klaten

News | Rabu, 04 April 2018 | 17:18 WIB

ASEAN-Australia Berantas Terorisme dengan Pendekatan Keras-Lunak

ASEAN-Australia Berantas Terorisme dengan Pendekatan Keras-Lunak

News | Minggu, 18 Maret 2018 | 13:13 WIB

Keterlibatan TNI Dalam Penumpasan Terorisme Bukan Hal Baru

Keterlibatan TNI Dalam Penumpasan Terorisme Bukan Hal Baru

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 16:50 WIB

Terkini

Lipstik Matte Wardah untuk Bibir Kering, Ini Pilihan yang Nyaman Dipakai dan Anti Crack

Lipstik Matte Wardah untuk Bibir Kering, Ini Pilihan yang Nyaman Dipakai dan Anti Crack

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 19:05 WIB

Prabowo Ingin SD hingga Kuliah Negeri Gratis Pakai Uang Koruptor, Komisi X DPR Respons Begini

Prabowo Ingin SD hingga Kuliah Negeri Gratis Pakai Uang Koruptor, Komisi X DPR Respons Begini

News | Sabtu, 19 September 2026 | 19:05 WIB

Emil Audero Kembali Dipercaya Rayo Vallecano, Jadi Starter Lawan Osasuna di LaLiga Malam Ini

Emil Audero Kembali Dipercaya Rayo Vallecano, Jadi Starter Lawan Osasuna di LaLiga Malam Ini

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 19:00 WIB

Why You Should Read Children's Books: Pengingat untuk Orang Dewasa

Why You Should Read Children's Books: Pengingat untuk Orang Dewasa

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 19:00 WIB

HP Dipakai 3,5 Tahun, Ini yang Ditawarkan Galaxy A27 5G agar Tak Cepat Usang

HP Dipakai 3,5 Tahun, Ini yang Ditawarkan Galaxy A27 5G agar Tak Cepat Usang

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 18:50 WIB

Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Persija vs Java United di Super League Malam Ini

Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Persija vs Java United di Super League Malam Ini

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 18:49 WIB

Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk

Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 18:48 WIB

Kemarau Panjang, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Krisis Air Bersih

Kemarau Panjang, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Krisis Air Bersih

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 18:42 WIB

MUI Soroti Cukai Rokok: Negara Dapat Pemasukan, Tapi Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan?

MUI Soroti Cukai Rokok: Negara Dapat Pemasukan, Tapi Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan?

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 18:37 WIB

Gebrakan Prabowo: Sekolah-Kuliah Gratis dan Berantas Korupsi Lewat Kesejahteraan

Gebrakan Prabowo: Sekolah-Kuliah Gratis dan Berantas Korupsi Lewat Kesejahteraan

Video | Sabtu, 19 September 2026 | 18:30 WIB

×