Dua Pelapor Sukmawati ke Polda Didampingi Anak Mantan Kapolda

Reza Gunadha, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 05 April 2018 | 20:27 WIB
Dua Pelapor Sukmawati ke Polda Didampingi Anak Mantan Kapolda
Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari dan pengacara bernama Denny Andrian Kusdayat, dua pelapor perkara puisi ”Ibu Indonesia” Sukmawati Soekarnoputri, mendadak mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (5/4/2018). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari dan pengacara bernama Denny Andrian Kusdayat, dua pelapor perkara puisi ”Ibu Indonesia” Sukmawati Soekarnoputri, mendadak mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (5/4/2018).

Alasan kedatangan dua orang itu yakni untuk memenuhi panggilan polisi terkait laporan kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Sukmawati Soekarnoputri.

"Iya benar. Saya penuhi panggilan soal laporan bu Sukmawati," kata Denny saat tiba di Polda Metro Jaya.

Dalam pemeriksaan ini, keduanya didampingi Boediono Djayusman yang tak lain adalah anak mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Nugroho Djayusman. Kedua pelapor itu mendapatkan pendampingan hukum dari kantor hukum yang dipimpin Nugroho.

Pemanggilan kedua pelapor ini merupakan pemeriksaan perdana, setelah polisi menerima laporan Denny dan Amron terhadap Sukmawati.

"Dipanggil untuk sebagai klarifikasi sebagai undangan yang bersifat lidik," kata Boediono.

Sejumlah barang bukti berupa video saat Sukmawati membacakan puisi tersebut dalam ajang Indonesia Fashion Week 2018 di JCC Jakarta, beberapa waktu lalu.

"(Barang bukti) berdasarkan apa yang ada di rekaman dan YouTube. Lebih lanjut setelah klarifikasi," kata dia.

Sebelumnya, Sukmawati dilaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran dianggap telah melakukan penistaan agama.

baca juga

Pelaporan itu dilakukan karena puisi Ibu Indonesia ciptaan putri kandung Presiden RI pertama Sukarno itu dianggap menyinggung agama Islam.

Denny melaporkan Sukmawati dengan Pasal 156 a KUHP tentang Penistaan Agama dan Pasal 16 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Selain itu, Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari turut melaporkan Sukmawati dalam kasus yang sama. Terkait puisi tersebut, Amron melaporkan Sukmawati dengan Pasal 156 a KUHP tentang Penistaan Agama.

(Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eks Demonstran Ahok Mau Demo Sukmawati Besok, Ini Kata Ketua MUI

Eks Demonstran Ahok Mau Demo Sukmawati Besok, Ini Kata Ketua MUI

News | Kamis, 05 April 2018 | 20:03 WIB

Cium Tangan Ketua MUI, Ini Komentar Sukmawati Soekarnoputri

Cium Tangan Ketua MUI, Ini Komentar Sukmawati Soekarnoputri

News | Kamis, 05 April 2018 | 17:19 WIB

Alumni 212 Klaim Ada 1.000 Pendemo Geruduk Bareskrim Besok

Alumni 212 Klaim Ada 1.000 Pendemo Geruduk Bareskrim Besok

News | Kamis, 05 April 2018 | 16:55 WIB

Ketua MUI: Saya Harap Semua Laporan Perkara Sukmawati Dicabut

Ketua MUI: Saya Harap Semua Laporan Perkara Sukmawati Dicabut

News | Kamis, 05 April 2018 | 16:40 WIB

Besok, Ormas Geruduk Bareskrim Demo Penistaan Agama Sukmawati

Besok, Ormas Geruduk Bareskrim Demo Penistaan Agama Sukmawati

News | Kamis, 05 April 2018 | 15:56 WIB

Terkini

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:45 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:35 WIB

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:33 WIB

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:26 WIB

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:17 WIB

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:14 WIB

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:46 WIB

×