20 Orang Tewas, Polisi Tangkap 2 Penjual Miras Oplosan di Bandung

Pebriansyah Ariefana

Senin, 09 April 2018 | 20:12 WIB
20 Orang Tewas, Polisi Tangkap 2 Penjual Miras Oplosan di Bandung
Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan (kiri) dan Dirresnarkoba Polda Jawa Barat Kombes Enggar Pareanom (kedua dari kiri) di RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin (9/4/2018) [Suara.com/Aminuddin]

Suara.com - Polisi berhasil meringkus 2 tersangka berinisial JS dan AM sebagai penjual menjual miras oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin (9/4/2018), siang. Miras oplosan itu mengakibatkan 20 warga Cicalengka meninggal dunia seusai menenggak minuman beralkohol itu.

"Kami sudah tetapkan tersangka, ada dua inisial JS dan AM sebagai penjualnya. Ini mengarah ke pembuatnya dan masih dalam proses penyidikan," ujar Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan di RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin, (9/4/2018).

Polisi masih mengejar satu tersangka berinisial C yang kini masih buron. C diduga menjadi distributor miras oplosan itu.

Menurutnya Indra, dari tangan C, miras oplosan itu dijual kepada JS dan AM yang nantinya dijajakan di warung kelontongannya di jalan Bypass, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Adapun, untuk peracik miras oplosan berupa ginseng berwarna kuning yang dikemas dalam botol air mineral itu masih dalam proses penyidikan.

"Barang bukti yang sudah ada kami menemukan botol yang ada sisa minumannya, kemudian kami ambil urin dan darah dari pasien," kata dia.

Kedua tersangka itu diringkus polisi di kampung Bojong Asih, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin, 9 April 2018, siang.

"TKP sedang kita lidik, ada dua TKP, yang satu di kolam, kampung Bojong Asih yang dijadikan tempat untuk minum miras itu, kedua toko milik JS di bypass, Cicalengka," katanya.

Dalam waktu seminggu, JS dan AM mendapatkan kiriman miras oplosan dari C, sebanyak 10 dus. Tiap dus berisi 24 botol miras oplosan.

baca juga

"Tiap dusnya dibeli penjual senilai Rp 340 ribu," katanya.

Menurut Indra, keterangan yang diperoleh dari korban yang selamat, efek yang dirasakan setelah menenggak miras oplosan itu langsung berdampak 10 menit kemudian. Bahkan, ada korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas, lantaran setelah mengkonsumsi miras itu langsung mengendarai sepeda motor.

"Kalau dari keterangan pasien itu langsung minum, efeknya 10 menit saja. Ada yang lagi naik motor langsung jatuh," jelasnya.

Berdasarkan data dari RSUD Cicalengka hingga pukul 16.00 WIB, korban meninggal dunia akibat mengkonsumsi miras oplosan itu mencapai 20 orang. Namun, jumlah pasien terus berdatangan menuju ruang IGD, RSUD Cicalengka.

"Total pasien yang masuk hingga pukul 16.00 ini berjumlah 52 orang," ujar Dirut RSUD Cicalengka, Yani Sumpena. (Aminuddin)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

20 Orang Tewas, Miras Oplosan Bandung Bikin Ingin Terus Minum

20 Orang Tewas, Miras Oplosan Bandung Bikin Ingin Terus Minum

News | Senin, 09 April 2018 | 17:28 WIB

20 Orang Tewas Tenggak Miras Oplosan Ginseng di Bandung

20 Orang Tewas Tenggak Miras Oplosan Ginseng di Bandung

News | Senin, 09 April 2018 | 15:24 WIB

11 Orang Tewas Akibat Miras, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

11 Orang Tewas Akibat Miras, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

News | Senin, 09 April 2018 | 07:47 WIB

Polisi Bawa Cairan Miras Oplosan dan Muntahan Korban ke Puslabfor

Polisi Bawa Cairan Miras Oplosan dan Muntahan Korban ke Puslabfor

News | Kamis, 05 April 2018 | 19:03 WIB

Ini Racikan Miras Maut yang Hilangkan 10 Nyawa di Jaktim

Ini Racikan Miras Maut yang Hilangkan 10 Nyawa di Jaktim

News | Kamis, 05 April 2018 | 16:06 WIB

Terkini

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×