DK PBB Tolak Resolusi Rusia untuk Kutuk Agresi AS ke Suriah

Reza Gunadha

Minggu, 15 April 2018 | 14:25 WIB
DK PBB Tolak Resolusi Rusia untuk Kutuk Agresi AS ke Suriah
Ilustrasi - Anggota-anggota Dewan Keamanan PBB menggelar pemungutan suara ketika membahas sanksi ekonomi baru terhadap Korea Utara pada Senin (11/9) di Markas PBB di New York, AS. [AFP/Kena Betancur]

Suara.com - Dewan Keamanan PBB menolak resolusi Rusia untuk mengutuk serangan udara oleh Amerika Serikat (AS), Prancis dan Inggris, yang merupakan bagian perang agresi terhadap negara berdaulat Suriah.

Dewan Keamanan mengadakan pertemuan darurat atas permintaan Rusia, Sabtu (14/4/2018), yang mengutuk serangan udara yang dipimpin AS pada Suriah.

Resolusi mengutuk perang agresi yang dilancarkan AS dan sekutu-sekutunya sejak Jumat (13/4) itu, ditolak karena hanya dapat mengumpulkan 9 suara dari 15 anggota dewan.

Tiongkok dan Bolivia mendukung resolusi Rusia. Sementara AS, Inggris, Prancis, Swedia, Polandia, Pantai Gading, Kuwait dan Belanda menolaknya.

Sedangkan Peru, Kazakhstan, Etiopia dan Guinea Equatorial menyatakan abstain.

AS, Inggris dan Prancis melakukan serangan udara yang mereka klaim hanya menargetkan tempat penyimpanan senjata kimia rezim Presiden Bashar Al Assad di Suriah pada Sabtu.

Serangan tersebut dilancarkan, setelah mereka secara pihak menuding rezim Assad menggunakan senjata kimia di kota Douma, Suriah yang menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.

Berbicara di Dewan Keamanan, Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengatakan Rusia menggunakan veto untuk "membunuh" Mekanisme Investigasi Bersama, sebuah langkah yang dapat mengungkapkan siapa yang menggunakan senjata kimia.

"Veto Rusia adalah lampu hijau kepada rezim Assad untuk menggunakan senjata paling barbar untuk melawan masyarakat Suriah, sepenuhnya melanggar hukum internasional," ujarnya, seperti diberitakan Anadolu Agency.

baca juga

"Saya berbicara kepada Presiden [Donald Trump] pagi ini dan ia mengatakan jika rezim Suriah menggunakan gas beracun ini kembali, AS akan bertindak. Ketika Presiden kami menarik garis merah, Presiden kami memaksa menarik garis merah." Ungkapnya.

Vassily Nebenzia, duta besar Rusia untuk PBB, mengutuk serangan udara sebagai "hooliganisme dalam hubungan internasional."

"Rusia mengutuk serangan terhadap Suriah. Tindakan AS di Suriah membuat situasi semakin buruk," tambah Nebenzia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Israel Dukung Perang Agresi AS dan Sekutunya ke Suriah

Israel Dukung Perang Agresi AS dan Sekutunya ke Suriah

News | Minggu, 15 April 2018 | 14:12 WIB

AS Serang Suriah, Rusia Ajukan Resolusi PBB

AS Serang Suriah, Rusia Ajukan Resolusi PBB

News | Minggu, 15 April 2018 | 05:45 WIB

AS Serang Suriah, Menlu Prioritaskan Keselamatan WNI di Sana

AS Serang Suriah, Menlu Prioritaskan Keselamatan WNI di Sana

News | Sabtu, 14 April 2018 | 18:31 WIB

Hadapi Malikov, Daud Yordan Diminta Waspadai 3 Hal Ini

Hadapi Malikov, Daud Yordan Diminta Waspadai 3 Hal Ini

Sport | Sabtu, 14 April 2018 | 13:56 WIB

AS Serang Suriah, Belanda Enggan Ikut Campur

AS Serang Suriah, Belanda Enggan Ikut Campur

News | Sabtu, 14 April 2018 | 11:37 WIB

Terkini

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:10 WIB

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 18:05 WIB

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:03 WIB

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 18:00 WIB

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:55 WIB

Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam

Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam

Jabar | Minggu, 08 November 2026 | 17:51 WIB

Cabut dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Patrick Kluivert Pilih Latih Bekas Tim Eliano Reijnders

Cabut dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Patrick Kluivert Pilih Latih Bekas Tim Eliano Reijnders

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 17:43 WIB

Bye-Bye Lapar Mata! Saat Pajak E-Commerce Bikin Anak Muda Otomatis Jadi Minimalis

Bye-Bye Lapar Mata! Saat Pajak E-Commerce Bikin Anak Muda Otomatis Jadi Minimalis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:42 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru

Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 17:41 WIB

Sinopsis Rock Paper Landmine, Drama Misteri Jepang Mori Nana di Prime Video

Sinopsis Rock Paper Landmine, Drama Misteri Jepang Mori Nana di Prime Video

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:40 WIB

×