Intimidasi #2019GantiPresiden, Mendagri: Politik Tak Beretika

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Jum'at, 04 Mei 2018 | 14:43 WIB
Intimidasi #2019GantiPresiden, Mendagri: Politik Tak Beretika
Warga yang menggunakan kaus "Dia Sibuk Kerja" bertemu dengan warga yang menggunakan kaus "2019 Ganti Presiden" bertemu dengan ketika berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/4). Aksi tersebut sempat dihiasi bentrokan kecil antar dua kubu. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan tidak boleh ada pihak atau kelompok mana pun yang memaksa warga untuk mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden 2019. Jika itu terjadi, pelaku dia menilai kelompok tersebut menjalankan politik tak beretika.

Sebelumnya ada aksi intimidasi oleh kelompok beridentitas #2019GantiPresiden terhadap relawan pro Jokowi saat Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (29/4/218) lalu.

“Menurut saya setiap masyarakat mempunyai hak untuk menetukan sikap, punya hak pilihan politik, hal menentukan siapa yang dia suka. Tidak boleh ada perorangan atau kelompok yang menekan perorangan atau kelompok untuk mengikuti apa yang dia mau,” kata Tjahjo ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Kasus intimidasi yang dilakukan kelompok hastag 2019 ganti presiden saat CFD Minggu pagi lalu di kawasan Bundaran HI merupakan tindakan tak bertanggung jawab. Hal itu dinilai melanggar hak kebebasan warga dalam menentukan sikap politik.

“Ini kan memasung kebebasan orang bersikap berpolitik. Kejadian di Jakarta kemarin saya kira itu budaya politik yang tidak beretika,” ujar dia.

Namun kasus itu menjadi polemik, ada beberapa pihak menilai kejadian itu konspiratif. Sebab kedua kelompok, baik dari #2019GantiPresiden maupun kelompok yang memakai kostum #DiaSibukKerja (diduga relawan Jokowi) memakai gelang yang sama sebagai tanda.

Terkait itu, Tjahjo enggan berkomentar.

“Ini sulit ya, satu keluarga saja bisa beda pendapat. Saling hargai saja lah, jangan sampai menimbulkan hal-hal seperti itu,” kata dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi PKS: Jokowi Masih Bisa Dikalahkan

Politisi PKS: Jokowi Masih Bisa Dikalahkan

News | Jum'at, 04 Mei 2018 | 06:15 WIB

Indikator: Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

Indikator: Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 21:02 WIB

Layani Sultan Brunei, Jokowi: Keringat Saya sampai 2 Ember

Layani Sultan Brunei, Jokowi: Keringat Saya sampai 2 Ember

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 20:23 WIB

Ceramah Kontroversial Gus Nur: Haram Hukumnya Pilih Jokowi

Ceramah Kontroversial Gus Nur: Haram Hukumnya Pilih Jokowi

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 19:22 WIB

Survei Capres: Jokowi Masih Lebih Diminati Dibanding Prabowo

Survei Capres: Jokowi Masih Lebih Diminati Dibanding Prabowo

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 18:20 WIB

Terkini

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:26 WIB

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 11:21 WIB

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:11 WIB

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 11:10 WIB

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:04 WIB

Undertale Genap 10 Tahun, Dunia Game Legendaris Ini Kembali Hidup Lewat Orkestra

Undertale Genap 10 Tahun, Dunia Game Legendaris Ini Kembali Hidup Lewat Orkestra

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:03 WIB

×