Suara.com - Walau sepeda motornya hilang dicuri, semburat paras Djunaidi tetap menampakkan kebahagiaan. Sebab, buah hati yang seharian ia cari-cari akhirnya ditemukan. Satpol PP mengatakan Mahesa ada di RSUD Tarakan. Namun, kegembiraannya berpendar ketika petugas menggiring langkahnya ke kamar jenazah. Mahesa telah rebah, meninggal.
“Bapak, anaknya ciri-cirinya besar? Gemuk dan berambut keriting?” kata seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/4) malam pekan lalu.
“Iya, benar,” jawab Djunaidi sembari terus melangkah mengikuti perawat itu ke ruang pasien. Hari sudah lewat dari jam 21.00 WIB.
Sesampainya di bangsal, sang perawat kembali mengonfirmasikan kebenaran bocah laki-laki yang berciri-ciri seperti disebutkannya tadi.
“Ini pak anaknya?”
Djunaidi kebingungan, karena pasien yang ditunjukkan si perawat bukan Mahesa, putranya berusia 12 tahun.
“Bukan, sus,” jawabnya. Sejak detik ia menjawab, Djunaidi dikuasai perasaan cemas. Pikirannya bermacam-macam mengenai sang anak.
Jawaban Djunaidi lantas membuat perawat tadi mengajak lelaki paruh baya tersebut ke ruang bagian belakang, kamar jenazah.
Memasuki ruang jenazah, Djunaidi melihat petugas kepolisian menjaga sesosok mayat bocah. Ia belum benar-benar jelas melihat, siapa mayat tersebut.
“Ini anak bapak?” tanya perawat tadi sembari membuka kain penutup jenazah yang dijaga polisi tersebut.
Djunaidi sekejap tertekun, “iya…. Ini Mahesa, anak saya,” membenarkan identitas jenazah bocah yang terus mengeluarkan darah dari kedua lubang hidungnya.
Polisi yang menjaga jenazah mengatakan, Mahesa kali pertama ditemukan terkapar lemas oleh petugas Satpol PP di kawasan Tugu Monumen Nasional, kala ada acara pembagian sembako gratis oleh Forum Untukmu Indonesia, Sabtu siang.
Motor Hilang saat Cari Anak
“Dokter RSUD Tarakan mengatakan kepada saya, Mahesa dibawa ke sana sekitar pukul 16.30 sore. Dia sudah tak sadarkan diri saat dibawa dua Satpol PP,” kata Djunaedi sehabis diperiksa di Polda Metro Jaya, Sabtu (5/5/2018).
Mahesa sempat mendapat pertolongan tim dokter. Namun, nyawanya tak lagi tertolong. Bocah tersebut meninggal pada pukul 19.40 WIB.