145 Napi Teroris Dipenjara di Sel Terpisah di Lapas Nusakambangan

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 10 Mei 2018 | 18:13 WIB
145 Napi Teroris Dipenjara di Sel Terpisah di Lapas Nusakambangan
Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. [Antara/Idhad Zakaria]

Suara.com - Sebanyak 145 narapidana teroris akan ditempatkan di sel yang berbeda di lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka terlibat kerusuhan yang terjadi di rumah tahanan cabang Salemba di Kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa-Kamis (8-10/5/2018).

Hal itu diputuskan Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kemenkumham. Dirjen PAS Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami mengungkapkan langkah cepat tersebut berdasarkan arahan dari Menkumham Yasonna Laoly.

"145 narapidana teroris dipindahkan ke 2 lapas high risk di Nusakambangan, yaitu Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Utami mengatakan pelaksanaan pemindahan tersebut dilakukan dengan kerja sama antara Mako Brimob, Densus 88, BNPT, TNI-Polri dan Ditjenpas terutama perwakilan Wilayah Jawa Tengah.

"Mereka akan ditempatkan di hunian kamar 'one man one cell' dengan pengamanan maksimal. Sistem perlakuan, pembinaan dan pengamanan akan diterapkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku," ujarnya.

Utami menyatakan bahwa memiliki kesiapan yang matang untuk pelaksanaan penempatan narapidana teroris, khususnya Lapas di Nusakambangan terhadap kedatangan 145 narapidana teroris pindahan dari Rutan Mako Brimob.

"Kapasitas yang memadai dan petugas pemasyarakatan yang telah dilatih dan di-assesment untuk kebutuhan mengamankan dan membina narapidana teroris," katanya.

Meskipun, lanjut Utami, kesiapan tersebut juga tidak lepas dari bantuan dan kerja sama sejumlah pihak terkait seperti BNPT, TNI dan Polri dan pihak terkait lainnya.

"Mohon doanya agar pelaksanaan pemindahan dan penempatan hingga nanti pelaksanaan pembinaan mereka selama di NK berjalan lancar dan tidak terjadi gangguan yang berarti," ungkapnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

RS Polri Kramatjati Bantah Tangani Persalinan Istri Iptu Yudi

RS Polri Kramatjati Bantah Tangani Persalinan Istri Iptu Yudi

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 16:50 WIB

RS Polri Tunggu DNA Keluarga Napi yang Tewas di Mako Brimob

RS Polri Tunggu DNA Keluarga Napi yang Tewas di Mako Brimob

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 16:18 WIB

MA: Napi Teroris di Mako Brimob Terpaksa Tidur Berdiri

MA: Napi Teroris di Mako Brimob Terpaksa Tidur Berdiri

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 16:01 WIB

Tertembak, Dalang Kerusuhan Mako Brimob Dirawat di RS Polri

Tertembak, Dalang Kerusuhan Mako Brimob Dirawat di RS Polri

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 15:52 WIB

TPM: Prosedur Pemeriksaan Makanan Sering Dikeluhkan Napi Teroris

TPM: Prosedur Pemeriksaan Makanan Sering Dikeluhkan Napi Teroris

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 13:53 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×