Ayah, Aku Tak Ingin Mati sebagai Teroris....

Reza Gunadha

Minggu, 20 Mei 2018 | 15:19 WIB
Ayah, Aku Tak Ingin Mati sebagai Teroris....
Keluarga terduga teroris Dita Uprianto dan istrinya, Puji Kuswati. (Istimewa)

Suara.com - Hery tergeming setelah menyaksikan pemberitaan yang menyakiti hatinya. Sobat kecilnya sudah mati. Dalam benaknya ia menyesal. Ia yakin, bocah itu tak mau mati secara tragis. Seandainya, saat Subuh itu dia berani bertanya.....

Minggu (13/5) akhir pekan lalu, Hery terbangun seperti biasa, pada waktu Subuh. Ia beranjak dari peraduan, mandi, dan bergegas ke musala.

Musala itu terletak di dalam kompleks perumahan yang juga dijaga Hery, kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

Selepas salat Subuh, Hery memutuskan untuk berdoa. Sebab hari masih gelap, belum waktunya ia bertugas sebagai penjaga keamanan.

Tak ada yang luar biasa di musala tersebut. Sama seperti hari-hari biasa ketika Hery ke sana. Namun, pagi itu, ia hanya melihat Dita Oepriarto, warga kompleksnya, tengah  duduk bersila bersama sang anak, FH dan YSF (18).

Hery betul-betul mengenal Dita dan keluarganya. Terlebih FH, bocah yang baru berusia 16 tahun itu ia kenal dekat. Bisa dibilang sebagai sohib kentalnya, meski usia mereka terpaut jauh.

”Saya sudah menganggapnya sebagai adik,” tutur Hery, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (18/5/2017).

Keheningan dalam musala pada Subuh itu mendadak luruh, ketika Hery melihat FH menangis tersedu-sedu di hadapan sang ayah.

”Bersabar, tulus lah,” perintah Dita kepada FH terdengar sayup-sayup di telinga Hery.

baca juga

Penasaran, Hery menoleh ke arah ayah dan anak tersebut. FH terlihat sangat sedih. Sementara Dita tampak membelai-belai putranya, menenangkan.

Namun, FH terus menitikkan air mata. Perkataan sang ayah agaknya tidak bisa menghilangkan kesedihan di hatinya.

Melihat kesedihan di wajah adik kecilnya, Hery sempat ingin bertanya kepada Dita. Namun, ia mengurungkan niatnya.

"Saya sempat ingin bertanya kepada ayahnya [Dita Oepriarto] ada masalah apa. Tapi, saya mengurungkan niat, karena tidak mau dianggap mencampuri urusan orang lain," kata Hery.

Dita dan FH lantas terlihat berdoa. Hery juga begitu. Anak dan ayah itu keluar musala lebih dulu daripada Hery.

Ketiganya melintas di hadapan Hery. FH sempat melihat Hery. Tapi, Hery merasakan keganjilan dalam tatapan anak tersebut. Tak ada senyum yang tersungging saat melihat Hery.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Istri Korban Bom Surabaya: Andai Saya Bertemu Teroris itu....

Istri Korban Bom Surabaya: Andai Saya Bertemu Teroris itu....

News | Jum'at, 18 Mei 2018 | 18:30 WIB

Sehari Jelang Bom Gereja Surabaya, Anak Dita Menangis di Musala

Sehari Jelang Bom Gereja Surabaya, Anak Dita Menangis di Musala

News | Jum'at, 18 Mei 2018 | 16:30 WIB

Ditolak Warga, Jenazah Bom Bunuh Diri Surabaya Mulai Berbau Busuk

Ditolak Warga, Jenazah Bom Bunuh Diri Surabaya Mulai Berbau Busuk

News | Jum'at, 18 Mei 2018 | 14:58 WIB

Jenazah Teroris Surabaya Ditolak Warga, Risma Tunggu Fatwa MUI

Jenazah Teroris Surabaya Ditolak Warga, Risma Tunggu Fatwa MUI

News | Jum'at, 18 Mei 2018 | 13:55 WIB

Terkini

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Banten | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:03 WIB

×