Sisi Gelap di Balik Gemerlap Pernikahan Pangeran Harry - Meghan

Reza Gunadha

Minggu, 20 Mei 2018 | 16:27 WIB
Sisi Gelap di Balik Gemerlap Pernikahan Pangeran Harry - Meghan
Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle di Kapel St. George, kastil Windsor, London, Inggris. Sabtu (19/5).

The Independent mengutip satu penelitian bahwa pola ”pernikahan acak” atau antara orang kaya dengan golongan miskin, justru cenderung menurun.

”Dalam kasus Duke dan Duchess of Sussex, Meghan Markle adalah seorang aktris yang sukses, dengan kekayaan bersih sekitar USD 5 juta, sangat mengesankan bagi seseorang di usia pertengahan 30-an,” tulis The Independent.

”Orang-orang kekinian cenderung memilih pasangan yang kurang lebih sama seperti dirinya, bukan malah kurang. Jadi, salah satu hasilnya adalah, meningkatnya ketidaksetaraan.”

Sementara dalam hasil penelitian Biro Riset Ekonomi Nasional di Amerika Serikat yang dikutip Independent, pernikahan yang tak lagi acak tersebut turut menciptakan ketimpangan perekonomian di AS sejak tahun 1960 sampai 2005.

Si miskin, akan terus menikahi warga miskin, dan menciptakan anak-anak miskin. Sebaliknya, orang kaya akan menikahi orang-orang kaya dan melahirkan anak-anak kaya.

“Jika kaum muda yang terdidik memilih orang muda yang berpendidikan tinggi sebagai mitra hidup mereka, maka anak-anak mereka cenderung memiliki awal yang lebih baik. Semakin banyak mitra kaya dengan orang kaya, semakin besar keuntungan yang tertanam dari anak-anak dan anak-anak mereka,” tulis Independent.

Penelitian itu tampak menguatkan tesis ekonom kesohor asal Prancis, Thomas Pikkety, yang dijuluki sebagai ”Karl Marx abad 21”.

Dalam bukunya yang terkenal, “Capital in the Twenty-First Century” (The Belknap Press of Harvard University Press; 2014), ia berkonsentrasi pada fakta unik, bahwa orang-orang kaya pada abad ke-21 justru disebabkan oleh warisan ketimbang tabungan.

Menurutnya, pewarisan adalah mekanisme penting dalam proses konsentrasi kekayaan yang menciptakan ketidaksetaraan.

baca juga

Sejak tiga abad lampau, yakni abad ke-18 dan 19, pewarisan sebagai mekanisme konsentrasi modal kekayaan semakin tampak jelas karena kaum bangsawan maupun pemilik modal akan menikahi orang-orang kalangannya sendiri.

Dengan begitu, kekayaan dari dua atau lebih keluarga bisa dipersatukan melalui warisan kalau mereka mengikatnya dengan pernikahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meghan Markle Bertabur Perhiasan Mewah Saat Pesta Pernikahan

Meghan Markle Bertabur Perhiasan Mewah Saat Pesta Pernikahan

Lifestyle | Minggu, 20 Mei 2018 | 13:39 WIB

Ini Alasan Meghan Markle Pilih Givenchy untuk Gaun Pernikahannya

Ini Alasan Meghan Markle Pilih Givenchy untuk Gaun Pernikahannya

Lifestyle | Minggu, 20 Mei 2018 | 11:16 WIB

5 Fakta Menarik Kue Royal Wedding Pangeran Harry - Meghan Markle

5 Fakta Menarik Kue Royal Wedding Pangeran Harry - Meghan Markle

Entertainment | Sabtu, 19 Mei 2018 | 19:48 WIB

Victoria Beckham di Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle

Victoria Beckham di Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle

Entertainment | Sabtu, 19 Mei 2018 | 18:36 WIB

Iring-iringan Mobil Meghan Markle Disambut Meriah Warga Inggris

Iring-iringan Mobil Meghan Markle Disambut Meriah Warga Inggris

Entertainment | Sabtu, 19 Mei 2018 | 18:10 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×