20 Tahun Reformasi: Militer Melawan Terorisme Tak Jawab Masalah

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Senin, 21 Mei 2018 | 20:08 WIB
20 Tahun Reformasi: Militer Melawan Terorisme Tak Jawab Masalah
Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Buruh Untuk Rakyat dan Panitia Bersama 20 Tahun Reformasi menggelar aksi memperingati 20 tahun usai reformasi di depan Istana Negara, Senin (21/5/2018). (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Buruh Untuk Rakyat dan Panitia Bersama 20 Tahun Reformasi menggelar aksi memperingati 20 tahun usai reformasi di depan Istana Negara, Senin (21/5/2018). Aksi yang bermula dengan berjalan kaki dari patung kuda menuju ke depan Istana tersebut diisi oleh para aktivis dengan berbagai macam acara.

Mulai dari berorasi, bernyanyi hingga menyampaikan pernyataan terkait 20 tahun reformasi yang dinilai mereka belum tercapai. Mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan, seperti lagu 'Perahu Retak' yang diciptakan oleh Frangky Sahilatua.

Selain bernyanyi, mereka juga membacakan puisi untuk menyampaikan aspirasi mereka atas 20 tahun berlalunya kekuasaan otoriter Presiden Soeharto. Mahasiswa yang berasal dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera didaulat menjadi pembaca puisi.

Kemudian aktivitas lainnya adalah melukis yang bertemakan reformasi. Namun, setelah memasuki waktu untuk membuka puasa, para aktivis yang berasal dari kaum buruh, mahasiswa, dan aktivis dari lembaga pemerhati HAM tersebut berhenti beraksi untuk berbuka puasa bersama.

Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati dalam pernyataanya mengatakan bahwa nilai reformasi di Indonesia belum terwujud. Oleh karena itu dia meminta agar terus berjuang dan jangan berhenti untuk memperjuangkannya.

"Nilai reformasi belum terwujud hingga saat ini. Mari kita bersama untuk terus berjuang dan menegakkannya terlebih masalah HAM," katanya di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Dalam aksi ini, para aktivis ini ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa nilai reformasi yang diperjuangkan pada tahun 1998 lalu belum terwujud. Salah satu di antaranya adalah diaktifkannya kembali Dwi Fungsi TNI.

Karena itu, mereka menolak revisi Undang-undang Terorisme dan juga peraturan pemerintah pengganti Undang-undang yang direncakan untuk diterbitkan oleh Jokowi jika DPR belum mengesahkan UU Terorisme.

"Kita mengutuk keras terorisme di Indonesia. Tetapi memunculkan lagi militerisme untuk melawan terorisme itu, tidak menjawab persoalan. Partisipasi masyarakat untuk melawan terorisme, itulah yang menjawab persoalan," orator lainnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sempat Diam, Kenapa Amien Rais Kumat Lagi? Ini Penjelasan Fahri

Sempat Diam, Kenapa Amien Rais Kumat Lagi? Ini Penjelasan Fahri

News | Senin, 21 Mei 2018 | 18:53 WIB

Rode, Reformasi 98 yang Meletus dari Gang Sempit.....

Rode, Reformasi 98 yang Meletus dari Gang Sempit.....

News | Senin, 21 Mei 2018 | 14:18 WIB

Mendagri Nilai Ideologi Radikal Jadi Ancaman 20 Tahun Reformasi

Mendagri Nilai Ideologi Radikal Jadi Ancaman 20 Tahun Reformasi

News | Senin, 21 Mei 2018 | 14:13 WIB

Begini Tantangan 20 Tahun Reformasi di Mata Istana Kepresidenan

Begini Tantangan 20 Tahun Reformasi di Mata Istana Kepresidenan

News | Senin, 21 Mei 2018 | 12:10 WIB

Komnas Perempuan: 20 Tahun Reformasi Tidak Memihak Perempuan

Komnas Perempuan: 20 Tahun Reformasi Tidak Memihak Perempuan

News | Senin, 21 Mei 2018 | 11:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×