Bamsoet: Kenapa Tidak Satukan Saja Jokowi dan Prabowo?

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Senin, 21 Mei 2018 | 20:45 WIB
Bamsoet: Kenapa Tidak Satukan Saja Jokowi dan Prabowo?
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan partai politik sibuk melakukan lobi-lobi untuk mendukung sosok calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 yang berpeluang besar menang. Sebab capres yang diusung di Pilpres nanti sangat berpengaruh pada elektabilitas partainya dan kursi yang ingin di raih di parlemen.

Tapi yang dia khawatirkan justru para calon berguguran dengan sendirinya. Hanya saja ada juga yang masih bertahan.

"Saya lihat yang cukup berhasil adalah PKB, walau cak Imin (Muhaimin Iskandar) belum bisa menaikkan elektabilitas dirinya, tetapi saya acungi jempol," kata Bambang Soesatyo dalam diskusi Survei Konstelasi Elektoral Pilpres yang di selenggarakan Charta Politika di Es Teler 77, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).

Oleh karena itu, lanjut Bambang, partai Golkar telah deklarasi mendukung dan mengusung petahana Joko Widodo sebagai Capres 2019. Golkar juga mengajukan Cawapres mendampingi Jokowi agar elektabilitas partainya dapat naik kembali. Sebab sejauh ini dari berbagai survei, Jokowi masih capres yang elektabilitasnya tertinggi dari tokoh-tokoh lain.

"Itu (pengajuan nama cawapres) salah satu strategi agar elektabilitas Golkar bisa mengungguli elektabilitas Gerindra," ujar dia.

Dia menjelaskan, konstelasi elektoral Pilpres 2019 sejauh ini belum banyak berubah, baik sebelum atau sesudah Prabowo Subianto deklarasi maju kembali sebagai capres. Semua survei hasilnya masih sama, yakni presentase palinggi tinggi adalah Jokowi dan disusul Prabowo urutan kedua.

Bambang mengaku sempat punya pandangan agar di Pilpres 2019 Jokowi dan Prabowo berpasangan.

"Idealnya memang dua jagoan ini harus berhadapan (Jokowi vs Prabowo). Saya berpikir awalnya kenapa kita tidak satukan saja? Pasti tak akan ada lagi luka Pilpres di 2019. Cuma yang kita bingung lawannya siapa, kalau lawan kotak kosong untuk sebuah negara besar seperti Indonesia lucu juga," kata dia.

Di lain sisi, ada pergerakan dari Partai Demokrat yang berspekulasi ingin membangun poros baru dalam Pilpres 2019 dengan berkoalisi bersama PAN dan PKB. Namun menurutnya peluang poros baru itu sangat kecil kemungkinan terjadi.

"Di sisi lain ada peluang demokrat membangun koalisi baru yang sudah melipir kan, ada PAN dan PKB," tutur dia.

Tapi saya lihat peluang poros baru kecil karena partai itu pasti akan lebih nyaman kalau peluang menangnya lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Charta Politika: AHY Masih Unggul Jadi Cawapres Jokowi 2019

Charta Politika: AHY Masih Unggul Jadi Cawapres Jokowi 2019

News | Senin, 21 Mei 2018 | 19:00 WIB

Cerita Jokowi Diajak Kiai Pesantren Bicara soal PKI

Cerita Jokowi Diajak Kiai Pesantren Bicara soal PKI

News | Senin, 21 Mei 2018 | 18:28 WIB

DPR Minta Buwas Bangunkan Pemerintah yang Lengah soal Beras

DPR Minta Buwas Bangunkan Pemerintah yang Lengah soal Beras

Bisnis | Senin, 21 Mei 2018 | 15:31 WIB

Terkini

Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil

Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras

Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara

Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:15 WIB

10 Cara Mengatasi Flek Hitam Melasma akibat Efek Samping KB

10 Cara Mengatasi Flek Hitam Melasma akibat Efek Samping KB

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Bagaimana Ocean Calculator Menghitung Manfaat Laut yang Selama Ini Sulit Terlihat?

Bagaimana Ocean Calculator Menghitung Manfaat Laut yang Selama Ini Sulit Terlihat?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Bagaimana AI Dapat Membantu dalam Memetakan Hutan Dunia?

Bagaimana AI Dapat Membantu dalam Memetakan Hutan Dunia?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:13 WIB

5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Race Day, Nyaman Dipakai Maraton hingga Garis Finis

5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Race Day, Nyaman Dipakai Maraton hingga Garis Finis

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Dulu Googling, Kini TikToking: Mengapa Gen Z Beralih ke TikTok?

Dulu Googling, Kini TikToking: Mengapa Gen Z Beralih ke TikTok?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Udara Palembang Tidak Sehat Hari Ini, PM2,5 114 Diduga Dipengaruhi Karhutla

Udara Palembang Tidak Sehat Hari Ini, PM2,5 114 Diduga Dipengaruhi Karhutla

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:10 WIB

4 Parfum Pria Aroma Woody yang Memberikan Kesan Maskulin, Wanginya Tahan Lama

4 Parfum Pria Aroma Woody yang Memberikan Kesan Maskulin, Wanginya Tahan Lama

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:10 WIB

×