Enggan Hormat Bendera, 3 Dosen UINSA Surabaya Terancam Dipecat

Bangun Santoso

Rabu, 23 Mei 2018 | 12:23 WIB
Enggan Hormat Bendera, 3 Dosen UINSA Surabaya Terancam Dipecat
Tiga dosen UINSA Surabaya terancam dipecat. (Suara.com/Moh Ainul Yaqin)

Suara.com - Ulah tiga orang dosen di Surabaya, Jawa Timur bikin sibuk pihak kampus serta Kementrian Agama (Kemenag). Gara-garanya, ketiga dosen itu enggan memberi hormat bendera saat upacara. Ketiga dosen ini adalah pengajar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UINSA Surabaya, Dr. Syamsul Huda, M. Fil.I mengakui ada tiga orang dosen di kampusnya saat ini tengah diperiksa oleh Inspektorat Jendral Kemenag.

Syamsul menyebutkan, tiga dosen tersebut berinisial WJ dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Kemudian, YN dari Fakultas Syari'ah dan Hukum serta WY dari Fakultas Sains dan Teknologi.

Menurut pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur ini, masalah yang menyeret tiga dosennya ini bermula dari kasus menyisipkan idiologi pribadi kepada mahasiswa saat mengajar. Hal tersebut kemudian membuat pihak rektorat bereaksi.

Usut punya usut, ketiga dosen tersebut diketahui berafiliasi kepada Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang baru saja dibubarkan pemerintah melalui Perppu No 2 tahun 2017.

Kasus ini, kata Syamsul, sebenarnya sudah muncul cukup lama, yakni sebelum ketiga dosen tersebut mengajar di UINSA. Tepatnya sejak masih di karantina oleh Kemenag saat proses pembekalan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2016 lalu.

"Yang bersangkutan saya rasa punya masalah, kan dulu waktu diklat kepegawaian, yang tidak mau hormat (bendera)," ujar Syamsul kepada Suara.com, Rabu (23/5/2018).

Tidak Mau Dibina

Menurut Syamsul, sebenarnya sudah sejak awal muncul kewaspadaan akan perilaku ketiga dosen UINSA tersebut. Hal ini dikuatkan dengan adanya laporan dari Kepala Diklat yang menyebut ada sejumlah dosen UINSA yang aneh.

Pihak rektorat, kata Syamsul sudah tiga bulan terakhir memerintahkan agar dekan yang dosennya bermasalah itu memberikan pembinaan khusus. Namun upaya tersebut ternyata tidak digubris oleh dosen bersangkutan. Seperti WJ dari Fakultas Tarbiyah yang dinilai tidak kooperatif.

Seperti tidak menggubris imbauan dari Dekan Tarbiyah dan Keguruan agar tidak menyisipkan ideologi saat pembelajaran. Saat dipanggil untuk melakukan diskusi, WJ juga tidak mau datang.

Kini, ketiga dosen bermasalah tersebut masih diproses di Inpektorat Jendral Kemenag.

"Nama-nama (dosen) sudah dikantongi oleh Irjen. Dan minggu lalu dekan-dekannya juga sudah dimintai keterangan," imbuh Syamsul. (Moh Ainul Yaqin)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Sosok Profesor UNDIP yang Dituduh Pendukung Khilafah HTI

Ini Sosok Profesor UNDIP yang Dituduh Pendukung Khilafah HTI

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 10:15 WIB

Putra Korban Bom Gereja Merengek Ingin Dekat Mobil Jenazah Ayah

Putra Korban Bom Gereja Merengek Ingin Dekat Mobil Jenazah Ayah

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 20:05 WIB

Posting Dukung HTI, Guru Besar Undip Bersiap Hadapi Sidang

Posting Dukung HTI, Guru Besar Undip Bersiap Hadapi Sidang

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 17:34 WIB

Alasan Studio Foto Jadi Persemayaman Pahlawan Bom Surabaya

Alasan Studio Foto Jadi Persemayaman Pahlawan Bom Surabaya

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 15:18 WIB

Perempuan Ini Pingsan Terima Potongan Jenazah Korban Bom Surabaya

Perempuan Ini Pingsan Terima Potongan Jenazah Korban Bom Surabaya

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 13:24 WIB

Terkini

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB