Di Balik Penambahan Anggaran Biaya Haji 2018

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 25 Mei 2018 | 04:00 WIB
Di Balik Penambahan Anggaran Biaya Haji 2018
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di DPR. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mensyukuri permintaannya untuk menambahkan anggaran untuk ibadah haji 2018 disetujui oleh Komisi VIII DPR. Penambahan anggaran tersebut dikarenakan adanya naik turun nilai tukar rupiah dengan Saudi Arabiya Riyal (SAR).

Lukman menjelaskan bahwa adanya selisih kurs karena pada saat itu penetapan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) masih menggunakan mata uang rupiah. Selain itu mengikuti nilai kurs rupiah pada kala itu.

"Ketika penetapan PBIH karena dibayarkan dengan rupiah yang itu juga dilakukan pada saat kursnya tidak seperti kurs saat ini. Maka ketika ada selisih kurs (sekarang)," jelas Lukman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018) malam.

Selain itu, Lukman pun memaparkan bahwa nantinya selisih kurs tersebut akan dibayarkan dengan nilai manfaat dan nantinya akan dimasukkan ke dalam save guarding. Nilai manfaat ialah hasil investasi dari dana haji. Sedangkan save guarding ialah dana yang disimpan agar bisa digunakan dalam beberapa waktu ke depan.

"Artinya kalau tidak digunakan seluruhnya maka sisa dana yang ada dalam save guarding itu bisa kembali dimasukkan ke kas haji untuk digunakan tahun-tahun yang akan datang. Jadi, tidak hilang sama sekali," pungkasnya.

Untuk diketahui, Komisi VIII DPR RI telah menyetujui kenaikan anggaran operasional ibadah haji 2018. Jumlah indirect cost BPIH tahun 1439H/2018M berubah dari Rp 6.327.941.577.970 menjadi Rp 6.870.931.934.046.

Indirect cost tersebut merupakan dana tidak langsung dari setoran jemaah, yang berasal dari kas haji melalui hasil kelola BPKH.

Kenaikan anggaran tersebut dikarenakan adanya naik turun nilai tukar rupiah dengan Saudi Arabia Riyal (SAR). Oleh karena itu, Kemenag beserta Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meminta kenaikan anggaran untuk mengantisipasi fluktuasi nilai tukar rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nunggak Biaya Haji, Ratusan Jemaah Madura Gagal ke Tanah Suci

Nunggak Biaya Haji, Ratusan Jemaah Madura Gagal ke Tanah Suci

News | Kamis, 24 Mei 2018 | 09:57 WIB

Jokowi Pesan Investasi Dana Haji Harus Terapkan Prinsip Syariah

Jokowi Pesan Investasi Dana Haji Harus Terapkan Prinsip Syariah

Bisnis | Kamis, 26 April 2018 | 18:16 WIB

Menteri Agama Klaim Penyelenggaraan Haji 2018 Tak Ada Masalah

Menteri Agama Klaim Penyelenggaraan Haji 2018 Tak Ada Masalah

News | Kamis, 26 April 2018 | 17:39 WIB

Bertemu BPKH, Jokowi Ingin Pengelolaan Dana Haji Transparan

Bertemu BPKH, Jokowi Ingin Pengelolaan Dana Haji Transparan

News | Kamis, 26 April 2018 | 14:54 WIB

Polda Sulsel Sita Aset Rumah Mewah Bos Abu Tours di Depok

Polda Sulsel Sita Aset Rumah Mewah Bos Abu Tours di Depok

News | Jum'at, 20 April 2018 | 10:00 WIB

Terkini

Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI

Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:07 WIB

Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington

Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:00 WIB

Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu

Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:56 WIB

Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?

Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:55 WIB

Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran

Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:53 WIB

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:25 WIB

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:17 WIB

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB