Dennis Rodman, Legenda NBA di Balik Pertemuan Trump dan Kim

Reza Gunadha

Selasa, 12 Juni 2018 | 19:31 WIB
Dennis Rodman, Legenda NBA di Balik Pertemuan Trump dan Kim
Legenda hidup bola basket AS Dennis Rodman di Hotel Regent, Singapura, Selasa (12/6/2018). [Reuters/Feline Lim]

Suara.com - Legenda hidup bola basket Amerika Serikat Dennis Rodman, menangis haru karena pemimpin Korea Utara yang juga sohib kentalnya, Kim Jong un, akhirnya bisa bertemu dan membahas perdamaian dengan Presiden Donald Trump.

Kim Jong Un dan Trump bersamuh di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Rodman sendiri berada di Singapura khusus untuk menyambut pertemuan tersebut.

“Aku di sini untuk menjadi bagian dari sejarah ini. Apalagi, Kim adalah sahabat sejatiku, kawanku sampai mati,” tutur Rodman menangis, seperti diberitakan Reuters.

"Kim mencoba mengubah rakyatnya dan budayanya. Soal Trump, saya pikir dia melakukan pekerjaan hebat. Ia mampu membuat Kim Jong Un menaruh kepercayaan terhadap AS.”

Dalam pertemuan itu, Kim dan Trump bersepakat untuk bekerja sama dalam proses denuklirisasi di semenanjung Korea.

“Ini adalah hari yang indah,” tutur rekan setim Michael Jordan di Chicago bulls era 1990-an.

Seusai pertemuan, hanya Trump yang menyediakan waktu untuk konferensi pers. Sementara Kim langsung kembali ke hotelnya. Kim dijadwalkan pulang ke Korut pada Selasa malam ini, pukul 21.00 waktu Singapura (1300 GMT).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura, Selasa (12/6).

Untuk diketahui, Rodman sejak dulu kerap diejek dan dikritik karena kedekatannya dengan Kim Jong Un. Ia adalah orang yang kali pertama diundang Kim pada tahun 2013, atau 2 tahun setelah Kim menjadi pemimpin tertinggi di negeri tersebut.

baca juga

Ketika berkunjung ke Korut, Rodman sempat menggelar laga persahabatan dalam rangkaian acara hari ulang tahun Kim Jong Un. Bahkan, Rodman secara khusus menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Kim.

“Aku teringat ketika baru pulang dari Pyongyang tahun 2014. Aku mendapat ancaman kematian karena dianggap teman Korut. Tapi aku tetap berjalan dengan kepala tegak, karena tahu, suatu saat, situasi ini bakal berubah,” tuturnya.

Ia juga menceritakan, ketika ke Korut, dirinyalah yang memberikan Kim sebuah buku Donald Trup berjudul “The Art of the Deal”.

“Itu tahun 2013. Aku yakin, Kim belum menyadari siapa Trump. Tapi Kim merupakan kutu buku, dan aku yakin, dia memelajari sosok Trump dari buku itu. Dia dan Trump memunyai banyak kesamaan,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Dennis Rodman, Mantan Pebasket NBA Sahabat Kim Jong Un

Mengenal Dennis Rodman, Mantan Pebasket NBA Sahabat Kim Jong Un

Sport | Selasa, 12 Juni 2018 | 19:20 WIB

Iran: Hati-hatilah Kim, Trump Bisa Sepihak Batalkan Kesepakatan

Iran: Hati-hatilah Kim, Trump Bisa Sepihak Batalkan Kesepakatan

News | Selasa, 12 Juni 2018 | 17:38 WIB

Donald Trump: Sanksi Ekonomi terhadap Korea Utara Tetap Berlaku

Donald Trump: Sanksi Ekonomi terhadap Korea Utara Tetap Berlaku

News | Selasa, 12 Juni 2018 | 17:18 WIB

Point Penting: Perdamaian di Semenanjung Korea

Point Penting: Perdamaian di Semenanjung Korea

News | Selasa, 12 Juni 2018 | 16:39 WIB

Trump: Kami Akan Setop Latihan Militer yang Mahal dengan Korsel

Trump: Kami Akan Setop Latihan Militer yang Mahal dengan Korsel

News | Selasa, 12 Juni 2018 | 16:31 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×