Buaya Muncul di Perairan Jakarta, Kemungkinan Migrasi Satwa?

Bangun Santoso, Lili Handayani

Selasa, 19 Juni 2018 | 07:55 WIB
Buaya Muncul di Perairan Jakarta, Kemungkinan Migrasi Satwa?
Ilustrasi buaya muara. (Shutterstock)

Suara.com - Kemunculan seekor buaya di perairan Tanjung Priuk, Jakarta Utara baru saja membuat heboh khalayak. Tim khusus dibentuk untuk menangkap satwa liar tersebut.

Peneliti Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidi meminta petugas tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan publik dalam menangani kasus satwa liar tersebut. Hal itu untuk menghindari keresahan di masyarakat.

"Ketika kasus ini menjadi domain publik, keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi keseriusan. Penangkapan buaya tersebut harus memperhatikan keselamatan manusia juga satwa liar itu sendiri," kata Amir Hamidy, Senin (18/6/2018).

Sesuai aturan yang berlaku, penanganan satwa liar dilindungi perlu mengedepankan keselamatan manusia apabila sudah terjadi ancaman.

Misalnya penyerangan terhadap warga. Akan tetapi, jika belum terjadi ancaman, penanganannya perlu tetap memerhatikan perlindungan satwa liar itu sendiri.

"Kasus ini menjadi pengingat bahwa kita hidup berdampingan dengan satwa liar bahkan di Jakarta sekalipun," kata dia.

Karena itu, dia menyarankan otoritas setempat untuk melakukan survei secara berkala mengenai keberadaan satwa liar agar bisa terpantau dan terhindar dari konflik dengan manusia.

Menurut dia, kehidupan satwa liar memang ada di di Jakarta. Pada periode tahun 1930-an lokasi mangrove di Jakarta Utara disebutnya sebagai habitat buaya. Sehingga diperlukan upaya survei secara berkala di lokasi-lokasi itu.

Sementara terkait asal-usul kemunculan buaya tersebut, Amir memaparkan sejumlah spekulasi.

Buaya tersebut bisa saja berasal dari penangkaran atau peliharaan warga. Namun hal itu kecil kemungkinannya, karena buaya di penangkaran tergolong tidak terlalu takut terhadap aktivitas manusia.

"Tapi buaya buaya muara itu setelah ditemukan warga dia justru menghilang. Atau bisa saja trauma akibat ditembak," kata Amir.

Kemungkinan lainnya buaya tersebut melakukan migrasi antar pulau dan hanya sekadar singgah di perairan Jakarta untuk mencari makan.

"Seperti di Nusa Tenggara Timur terdapat kasus buaya yang bermigrasi dari perairan Australia. Itu memungkinkan terjadi," ucap Amir mengakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puncak Tonase Sampah Jakarta 10 Hari Setelah Lebaran

Puncak Tonase Sampah Jakarta 10 Hari Setelah Lebaran

News | Senin, 18 Juni 2018 | 14:33 WIB

Polisi Masih Buru Buaya Liar yang Teror Warga Teluk Jakarta

Polisi Masih Buru Buaya Liar yang Teror Warga Teluk Jakarta

News | Senin, 18 Juni 2018 | 13:40 WIB

Padat Kendaraan, Jalur Puncak ke Jakarta Masih Diterapkan One Way

Padat Kendaraan, Jalur Puncak ke Jakarta Masih Diterapkan One Way

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 22:19 WIB

Wakapolri Minta Buaya Liar di Ancol Ditangkap Sebelum Asian Games

Wakapolri Minta Buaya Liar di Ancol Ditangkap Sebelum Asian Games

Sport | Minggu, 17 Juni 2018 | 15:49 WIB

Anies Disoraki Warga, Lulung: Dia Gubernur Berprestasi

Anies Disoraki Warga, Lulung: Dia Gubernur Berprestasi

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 12:46 WIB

Terkini

Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus

Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:33 WIB

BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo

BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:28 WIB

Ritual Buka Aura Jadi Kedok! Penipu di Kalideres Gasak Emas Rp33 Juta dari Lansia 67 Tahun

Ritual Buka Aura Jadi Kedok! Penipu di Kalideres Gasak Emas Rp33 Juta dari Lansia 67 Tahun

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:27 WIB

Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons

Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:07 WIB

Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...

Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:00 WIB

Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah

Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:52 WIB

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:32 WIB

Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG

Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:21 WIB

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:13 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M

Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:56 WIB