Magmatik Gunung Agung Masih Dinamis dan Belum Stabil

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 Juni 2018 | 18:59 WIB
Magmatik Gunung Agung Masih Dinamis dan Belum Stabil
Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis ketika diabadikan dari Desa Datah, Karangasem, Bali, Jumat (29/6).

Suara.com - Saat ini secara visual, aktivitas Gunung Agung masih didominasi emisi gas dan abu yang menyertai efusi lava ke dalam kawah (pertumbuhan kubah lava di dalam kawah). Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana mengatakan ketinggian kolom hembusan berada pada kisaran 1500-2500 m di atas puncak.

Sejak Kamis (28/6/2018) sampai dini hari tadi teramati sinar api di atas kawah yang mengindikasikan kehadiran material lava segar di dalam kawah. Intensitas emisi gas dan abu mengalami penurunan tajam pada sekitar pukul 05.00 Wita.

Dalam periode pukul 06.00-12.00 Wita hembusan masih teramati dengan warna dominan putih setinggi 1500 m di atas puncak.

Menurutnya, secara kegempaan, aktivitas Gunung Agung masih didominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah. Gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah umumnya berkaitan dengan aktivitas aliran fluida.

"Di Gunung Agung, Gempa Hembusan yang terekam biasanya dimanifestasikan di permukaan berupa emisi gas dan atau abu. Tremor yang terekam di Gunung Agung dengan konten frekuensi rendah dimanifestasikan di permukaan berupa aliran lava," paparnya.

Jumlah Gempa Hembusan mengalami peningkatan sejak 25 Juni 2018 dengan 15 gempa per hari dan pada 28 Juni 2018 jumlahnya mencapai 69 gempa per hari.

Pada 27 Juni 2018 gempa frekuensi rendah lainnya yaitu Tremor Harmonik terekam sebanyak 5 kali dengan durasi berkisar 70-292 detik.

Pada 28 Juni 2018 sejak Tremor dengan konten frekuensi rendah terekam secara menerus mulai pukul 14.00 Wita dan berlangsung hingga sekitar pukul 04.00 Wita pada 29 Juni 2018. Setelah itu hingga pukul 12.00 Wita aktivitas didominasi oleh kegempaan Hembusan.

Amplitudo seismik Gunung Agung mengalami peningkatan sejak 27 Juni 2018 sekitar pukul 20.30 Wita atau sekitar 2 jam sebelum Gempa Letusan pada 27 Juni 2018 pukul 22:21 Wita. Pada 28 Juni 2018, peningkatan amplitudo seismik teramati mengalami peningkatan sejak sekitar pukul 09.00 Wita, amplitude maksimum terjadi pada sekitar pukul 21.30 Wita.

Setelah itu, amplitude seismik cenderung konstan sebelum akhirnya menurun tajam pada pukul 05:00 Wita. Setelah itu, pola amplitude seismik cenderung stabil.

Sementara peralatan deformasi (GPS dan Tiltmeter) merekam pola inflasi sejak 13 Mei 2018 hingga saat ini dengan kenaikan vertical (uplift) sekitar 5 milimeter.

"Uplift yang terjadi saat ini masih lebih rendah dari pada periode September-Oktober 2017 yang mencapai 6 sentimeter,"katanya.

Secara geokimia, gas magmatik SO2 terakhir kali sebelum erupsi Juni 2018 ini terukur dengan fluks pada kisaran 200 ton per hari. Citra satelit termal merekam adanya Hotspot (titik panas) di dalam kawah Gunung Agung pada hari ini dengan energy termal mencapai 819 Megawatt dan ini merupakan energy termal terbesar yang pernah terekam sepanjang krisis Gunung Agung 2017-2018. Pada periode erupsi akhir November 2017 lalu energy termal yang terekam maksimum mencapai 97 Megawatt.

Data pemantauan yang komprehensif mengindikasikan bahwa fenomena emisi gas dan abu yang terjadi secara menerus dari kemarin hingga saat ini merupakan bagian dari erupsi Gunung Agung yang terjadi secara efusif, yaitu berupa aliran lava segar ke dalam kawah (pertumbuhan kubah/kolam lava).

Hal ini juga diindikasikan dari tingginya energi termal yang terekam di kawah Gunung Agung dimana material lava yang memiliki temperatur yang sangat tinggi (1200 derajat Celsius) mengalir mengisi kawah. Volume lava yang berada di dalam kawah Gunung Agung masih belum dapat diestimasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gunung Agung Erupsi, Wings Air Pilih Refund Tiket

Gunung Agung Erupsi, Wings Air Pilih Refund Tiket

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 18:14 WIB

26 Penerbangan Tujuan Surabaya - Denpasar Dibatalkan

26 Penerbangan Tujuan Surabaya - Denpasar Dibatalkan

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 16:15 WIB

Erupsi Gunung Agung, 2 Bandara Jatim Masih Ditutup

Erupsi Gunung Agung, 2 Bandara Jatim Masih Ditutup

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 15:49 WIB

Usai Dibuka, Bandara Ngurah Rai Bakal Beroperasi 24 Jam

Usai Dibuka, Bandara Ngurah Rai Bakal Beroperasi 24 Jam

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 15:43 WIB

Aktivitas Gunung Agung Terpantau Menurun Drastis

Aktivitas Gunung Agung Terpantau Menurun Drastis

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 15:30 WIB

Terkini

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×