Warga Diminta Tak Beraktivitas di Sekitar Gunung Agung

Iwan Supriyatna

Selasa, 03 Juli 2018 | 08:32 WIB
Warga Diminta Tak Beraktivitas di Sekitar Gunung Agung
Gunung Agung, Karangasem, Bali, meletus dan mengeluarkan lava pijar pada Senin (2/7/2018) malam sekitar pukul 21.04 WITA. [Sutopo/BNPB]

Suara.com - Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi Mitigasi Geologi, Devy Kamil Syahbana mengatakan, potensi Gunung Agung meletus secara strombolian dengan mengeluarkan lontaran lava pijar masih tinggi.

Dia menjelaskan, erupsi tipe strombolian yang terjadi pada Selasa 2 Juli 2018 pukul 21.04 terekam selama 7 menit, setelah itu terekam diseismograf kembali normal.

"Ini adalah ciri-ciri khas strombolian. Erupsi-erupsi seperti ini berpotensi kembali terjadi. Tapi durasi erupsi tidak terus menerus. Tidak seperti kemarin. Kemarin itu erupsi lava disertai dengan hembusan abu dan gas itu terjadi lama sekali," terangnya.

Dia menerangkan, strombolian terjadi satu kali dan akan istirahat lalu akan muncul kembali.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada peningkatan status ke awas atau ke level empat.

"Kalau bahaya ada peningkatan di atas 4 Km kita akan mengevaluasi. Letusan strombolian disertai dengan dentuman itu adalah hal yang biasa terjadi. Di Gunung Raung dan Rinjani juga sama. Dia mengeluarkan dentuman kemudian melontarkan lava pijar kemudian selesai nanti ini bukan berarti episodenya selesai," ujarnya.

Dia menegaskan, bahwa potensi terjadi erupsi lontaran pijar ini masih tinggi.

"Ini bukan pertama kali. Pertama kali terjadi pada 19 Januari 2018. Ini fase biasa di Gunung Agung. Strombolian ini ciri khas dari Gunung Agung," terangnya.

"Kami PVMBG akan menganalisis potensi bahayanya. Masyarakat tetap tenang dan masyarakat tetap mengikuti rekomendasi dari kami agar tidak melakukan aktivitas apapun," tambahnya.

Pihaknya menegaskan, erupsi strombolian yang terjadi membuat amplitudo seismik naik namun secara singkat saja tapi setelah itu turun kembali.

Dia menjelaskan, erupsi strombolian yang terjadi kemungkinan karena terjadi pengerasan lava di permukaan. Pengerasan lava di permukaan adalah hal yang lazim karena lava di permukaan cenderung mengalami penurunan temperatur, hal ini juga yang menyebabkan laju efusi (aliran) lava ke permukaan melambat.

"Intinya terjadi penghambatan atau penyumbatan aliran fluida magma (gas dan liquid) ke permukaan," ungkapnya. [Luh Wayanti]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pagi Ini, Gunung Agung Kembali Erupsi, Ketinggian Abu 2.000 Meter

Pagi Ini, Gunung Agung Kembali Erupsi, Ketinggian Abu 2.000 Meter

News | Selasa, 03 Juli 2018 | 06:06 WIB

Gunung Agung Erupsi, 3 KK Mengungsi Sampai ke Klungkung

Gunung Agung Erupsi, 3 KK Mengungsi Sampai ke Klungkung

News | Selasa, 03 Juli 2018 | 05:00 WIB

Tinggi Abu Erupsi Gunung Agung Capai 2 Km, Warga Mulai Mengungsi

Tinggi Abu Erupsi Gunung Agung Capai 2 Km, Warga Mulai Mengungsi

News | Selasa, 03 Juli 2018 | 00:29 WIB

Terkini

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 21:11 WIB

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 21:05 WIB

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 21:00 WIB

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:59 WIB

Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!

Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:54 WIB

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:53 WIB

Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?

Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 20:50 WIB

Resmi Tersangka, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polisi Ditahan di Rutan Mabes Polri

Resmi Tersangka, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polisi Ditahan di Rutan Mabes Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:42 WIB

×