Teroris Marak di Yogyakarta karena Banyak Aksi Intoleran

Reza Gunadha

Selasa, 17 Juli 2018 | 01:00 WIB
Teroris Marak di Yogyakarta karena Banyak Aksi Intoleran
Aksi teroris Kaliurang, Sabtu (14/7/2018). [Suara.com/Somad]

Suara.com - Daerah Istimewa Yogyakarta kekinian dinilai sebagai daerah persinggahan banyak terduga teroris yang terus bergerak secara klandestin di Indonesia.

Penilaian itu berdasarkan rentetan penangkapan terduga teroris di sejumlah kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah meringkus terduga teroris di daerah Mlati, Pleret, Mrisi, dan terakhir kawasan Kaliurang—yang berujung tewasnya 3 teroris.

Nazib Azca yang bekerja di Center for Security and Peace Studies Universitas Gajah Mada yang cukup aktif mengikuti dinamika terorisme mengatakan, fenomena masuknya gerakan radikal terorisme ke Yogyakarta sebenarnya bukan hal baru.

Menurutnya, grup-grup teroris sudah cukup lama bergerak dan memberikan pengaruh di Yogyakarta.

"Sudah cukup lama pengaruhnya, hanya saja mereka menjadi sel tidur,'' kata Nazib.

Nazib menjelaskan, kelompok teroris di Yogyakarta awalnya tidur (dormant), namun kekinian mulai diaktifkan.

”Mereka bangkit dari tidur, karena tak terlepas dari rentetan aksi bom teroristik di Surabaya, Pekan Baru, dan tempat lainnya. Mereka masih dalam satu jaringan, Jamaah Ansharut Daullah, yang dalam skala global merupakan bagian ISIS,” tambahnya.

Sebagai anggota JAD yang berbaiat kepada ISIS, grup-grup teroris di Indonesia dalam kondisi lemah.

baca juga

"Mereka sendiri sedang lemah, sedang digempur di banyak negara. Sempat punya pengaruh kuat, sekarang lemah. Mereka sedang membangun front baru, memperluas wilayah termasuk di Asia, salah satunya Filipina yang perang di Marawai, namun sudah ditumpas oleh militer," ujarnya.

Dalam konteks Indonesia, menurut Nazib, kelompok JAD dan jaringan lainnya hendak melakukan teror hanya untuk membuktikan eksistensi.

Kasus Yogyakarta, Nazib juga menilai kelompok-kelompok teroristik bisa bergerak karena terdapat gerakan radikalis agama nonteroristik.

"Kalau di Yogyakarta macam-macam, seperti aksi main hakim sendiri ke tempat hiburan, itu radikal, tapi bukan radikal teroris. Ada juga dalam konteks yang ingin menegakkan syariat Islam, itu juga radikal. Kelompok radikal teroris tak banyak. Walaupun tak banyak, tapi bahaya, karena pakai kekerasan teror," kata Nazib.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 sempat mengamankan sejumlah orang yang terduga teroris pada Rabu (11/7). Dari penelusuran Suara.com, diketahui ada tiga orang terduga teroris yang diamankan di wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Ketiga orang yang diamankan itu adalah Saefulloh, Maryanto dan Gutomo. Maryanto diamankan di daerah Bedingin Wetan, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman pada Rabu (11/7) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sedangkan Maryanto diamankan di Dusun Mrisi, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Bantul. Maryanto diamankan pada Rabu (11/7) sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara Gutomo diamankan di Dusun Kerto Tengah, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Gutomo diamankan pada Rabu (11/7) sekitar pukul 15.15 WIB. [Somad]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratusan Terduga Teroris Ditangkap, 20 Tewas Ditembak

Ratusan Terduga Teroris Ditangkap, 20 Tewas Ditembak

News | Senin, 16 Juli 2018 | 14:49 WIB

Densus 88 Cium Jejak Pelarian Abdullah, Terduga Teroris Pasuruan

Densus 88 Cium Jejak Pelarian Abdullah, Terduga Teroris Pasuruan

News | Senin, 16 Juli 2018 | 14:08 WIB

Teroris yang Ditembak Mati di Kaliurang dari Jaringan JAK

Teroris yang Ditembak Mati di Kaliurang dari Jaringan JAK

News | Senin, 16 Juli 2018 | 13:21 WIB

9 Terduga Teroris Ditangkap Pasca-Insiden Mapolres Indramayu

9 Terduga Teroris Ditangkap Pasca-Insiden Mapolres Indramayu

News | Senin, 16 Juli 2018 | 13:20 WIB

Ngeri! 194 Teroris Ditangkap Densus 88 Pasca Teror Surabaya

Ngeri! 194 Teroris Ditangkap Densus 88 Pasca Teror Surabaya

News | Senin, 16 Juli 2018 | 11:28 WIB

Terkini

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

News | Senin, 28 September 2026 | 21:17 WIB

Polemik Lahan Teuku Umar 2, Temasra Jaya Bantah Klaim Aset BMN Mabes TNI

Polemik Lahan Teuku Umar 2, Temasra Jaya Bantah Klaim Aset BMN Mabes TNI

News | Senin, 28 September 2026 | 21:12 WIB

Dear Bakom RI! Ini Santapan Lamine Yamal Biar Gesit, Apa Ada di Menu MBG?

Dear Bakom RI! Ini Santapan Lamine Yamal Biar Gesit, Apa Ada di Menu MBG?

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:06 WIB

Motul Pamerkan Teknologi Pelumas McLaren di Grand Prix Italia

Motul Pamerkan Teknologi Pelumas McLaren di Grand Prix Italia

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

News | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Video | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

×