Mabes Polri : Bachtiar Nasir Pelintir Ucapan Kapolri

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Rabu, 18 Juli 2018 | 17:44 WIB
Mabes Polri : Bachtiar Nasir Pelintir Ucapan Kapolri
Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian (kiri) menjelaskan kepada awak media terkait teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018). (Suara.com/Supriyadi)

Suara.com - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan alasan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut sosok tokoh PA 212 Ustad Bachtiar Nasir yang tidak cerdas. Kapolri merasa berbeda pendapat dengan Bactiar Nasir lantaran ucapannya terkait ideologi Negara Indonesia telah dipelintir oleh Bachtiar Nasir.

Menurut Setyo, Tito sama sekali tak pernah melontarkan untuk mendukung Ideologi Khilafah untuk menggantikan Ideologi Demokrasi di Indonesia, seperti pernyataan Bachtiar Nasir yang viral di media sosial, yang membuat geram Tito.

"Ya, itu pernyataan Kapolri dipelintir gitu, orang melintir itu gimana coba," kata Setyo kepada wartawan, Rabu (18/7/2018).

Kapolri juga merasa tidak nyaman dengan isu yang dikembangkan oleh Bachtiar Nasir. Apalagi Bachtiar, menyampaikan pernyataan itu di depan organisasi Hiztbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Silahkan mereka nilai apa, yang jelas Kapolri tidak nyaman yang menyatakan bahwa Kapolri mendukung khilafah itu tidak pernah," tutup Setyo

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam pidatonya membeberkan pernyataan Bachtiar Nasir yang terdapat dalam video viral tersebut.

"Di tengah-tengah masyarakat kelompok HTI, dia menyampaikan bahwa Indonesia harus menerapkan sistem Khilafah. Sistem Khilafah lah yang paling pas untuk negera Indonesia ini. Karena demokrasi liberal tidak benar menghancurkan negara ini. Dan saya sudah bertemu langsung oleh orang yang sangat berkompeten. Dan saya berdiskusi dengan orang yang berkompeten itu, yaitu Kapolri Jenderal Tito Profesor Doktor Tito Karnavian. Dia mengatakan bahwa demokrasi ini sudah rusak. Oleh karena itu harus diganti dengan sistem Khilafah," tutur Tito mengulang ucapan Bachtiar Nasir, dalam acara Silaturahmi Nasional Da'i Kambtibmas yang bertemakan 'Kita Wujudkan Pemilu 2019 Yang Aman Dan Damai' di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (17/7/2018) kemarin.

Tito mengakui, setelah video itu viral, langsung mengirim pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp kepada Nasir untuk mengklarifikasi ucapannya.

"Saya langsung WhatsApp yang bersangkutan (Bachtiar). Masih ada WA-nya ini. Ustaz itu saya anggap orang yang cerdas, negarawan. Setahu saya, berkali kali kami diskusi. Pengalaman saya, terkesan. Tapi begitu melihat kata-kata ustaz itu, hilang kesan saya itu. Kesan saya ustaz tidak secerdas yang saya lihat," kata Tito.

baca juga

"Saya tidak pernah menyatakan mendukung khilafah. Yang saya sampaikan demokrasi liberal saat ini kalau kebablasan bisa menjadi pemecah bangsa. Tapi saya tak mengatakan ganti dengan khilafah. Sebab, sama bahayanya dengan demokrasi liberal," tegas Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri: Khilafah Sama Bahaya seperti Demokrasi Liberal

Kapolri: Khilafah Sama Bahaya seperti Demokrasi Liberal

News | Selasa, 17 Juli 2018 | 21:27 WIB

Kapolri Lihat Potensi Kerawanan Pecahnya Indonesia dari Internal

Kapolri Lihat Potensi Kerawanan Pecahnya Indonesia dari Internal

News | Selasa, 17 Juli 2018 | 16:03 WIB

PA 212 Tuding Provokasi Umat Islam, PSI: Ahok Tokoh Anti Korupsi

PA 212 Tuding Provokasi Umat Islam, PSI: Ahok Tokoh Anti Korupsi

News | Selasa, 17 Juli 2018 | 15:18 WIB

Banyak Didengar Masyarakat, Kapolri Minta Da'i Sebar Kebenaran

Banyak Didengar Masyarakat, Kapolri Minta Da'i Sebar Kebenaran

News | Selasa, 17 Juli 2018 | 13:26 WIB

PA 212: PSI Partai Ahok, Selalu Provokasi Umat Islam

PA 212: PSI Partai Ahok, Selalu Provokasi Umat Islam

News | Senin, 16 Juli 2018 | 18:28 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×