Kapolri: Khilafah Sama Bahaya seperti Demokrasi Liberal

Reza Gunadha, Welly Hidayat

Selasa, 17 Juli 2018 | 21:27 WIB
Kapolri: Khilafah Sama Bahaya seperti Demokrasi Liberal
Kapolri Jendral Muhammad Tito Karnavian (kiri) menjelaskan kepada awak media terkait teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018). (Suara.com/Supriyadi)

Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, tidak pernah mendukung ideologi Khilafah di Indonesia.

Penegasan itu sekaligus untuk membantah pernyataan tokoh PA 212 Bachtiar Nasir, yang menyebut Tito mendukung ideologi Khilafah di Indonesia. Pernyataan Nasir tersebut tersebar melalui video yang viral di media sosial.

”Saya sudah komplain ke Ustaz Bachtiar Nasir karena ada video viral itu,” kata Tito dalam acara Silaturahmi Nasional Da'i Kambtibmas yang bertemakan ”Kita Wujudkan Pemilu 2019 Yang Aman Dan Damai” di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (17/7/2018).

Untuk memperjelas persoalan, Kapolri Jenderal Tito dalam pidatonya di acara itu membeberkan pernyataan Nasir yang terdapat dalam video viral tersebut.

"Di tengah-tengah masyarakat kelompok HTI, dia menyampaikan bahwa Indonesia harus menerapkan sistem Khilafah. Sistem Khilafah lah yang paling pas untuk negera Indonesia ini. Karena demokrasi liberal tidak benar menghancurkan negara ini. Dan saya sudah bertemu langsung oleh orang yang sangat berkompeten. Dan saya berdiskusi dengan orang yang berkompeten itu, yaitu Kapolri Jenderal Tito Profesor Doktor Tito Karnavian. Dia mengatakan bahwa demokrasi ini sudah rusak. Oleh karena itu harus diganti dengan sistem Khilafah," tutur Tito mengulang ucapan Bachtiar Nasir.

Tito mengakui, setelah video itu viral, langsung mengirim pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp kepada Nasir untuk mengklarifikasi ucapannya.

"Saya langsung WhatsApp yang bersangkutan (Bachtiar). Masih ada WA-nya ini. Ustaz itu saya anggap orang yang cerdas, negarawan. Setahu saya, berkali kali kami diskusi. Pengalaman saya, terkesan.  Tapi begitu melihat kata-kata ustaz itu, hilang kesan saya itu. Kesan saya ustaz tidak secerdas yang saya lihat," kata Tito.

"Saya tidak pernah menyatakan mendukung khilafah. Yang saya sampaikan demokrasi liberal saat ini kalau kebablasan bisa menjadi pemecah bangsa. Tapi saya tak mengatakan ganti dengan khilafah. Sebab, sama bahayanya dengan demokrasi liberal," tegas Tito.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Lihat Potensi Kerawanan Pecahnya Indonesia dari Internal

Kapolri Lihat Potensi Kerawanan Pecahnya Indonesia dari Internal

News | Selasa, 17 Juli 2018 | 16:03 WIB

Banyak Didengar Masyarakat, Kapolri Minta Da'i Sebar Kebenaran

Banyak Didengar Masyarakat, Kapolri Minta Da'i Sebar Kebenaran

News | Selasa, 17 Juli 2018 | 13:26 WIB

AKBP M Yusuf Dipecat Usai Tendang Ibu-ibu, Ini Kata Kapolri

AKBP M Yusuf Dipecat Usai Tendang Ibu-ibu, Ini Kata Kapolri

News | Senin, 16 Juli 2018 | 15:56 WIB

Ratusan Terduga Teroris Ditangkap, 20 Tewas Ditembak

Ratusan Terduga Teroris Ditangkap, 20 Tewas Ditembak

News | Senin, 16 Juli 2018 | 14:49 WIB

Abdullah, Buronan Bom Pasuruan Terlibat Rampok Bank CIMB Niaga

Abdullah, Buronan Bom Pasuruan Terlibat Rampok Bank CIMB Niaga

News | Senin, 16 Juli 2018 | 14:25 WIB

Terkini

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Jangan Korbankan Pedagang! Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Buka-bukaan Dokumen Pasar Shopping Metro

Jangan Korbankan Pedagang! Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Buka-bukaan Dokumen Pasar Shopping Metro

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:31 WIB

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

×