Hati Lismawati Hancur Baca SMS dari Anaknya yang Disekap di Cina

Iwan Supriyatna

Senin, 30 Juli 2018 | 08:24 WIB
Hati Lismawati Hancur Baca SMS dari Anaknya yang Disekap di Cina
Ilustrasi penyekapan dan penyiksaan. (Shutterstock)

Suara.com - Betapa sedihnya Lismawati (49) ketika membaca pesan singkat SMS (short message service) dari sang anak yang menyebutkan bahwa anaknya tengah disekap di Cina.

"Selasa kemarin anak saya MRD sms ke kakaknya, mengatakan sedang di Cina dan dalam keadaan disekap. Dan membaca itu saya sedih sekali," kata Lismawati saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (29/7/2018).

Menurut warga Kampung Pasanggrahan, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta ini, sejak pesang singkat hari Selasa tersebut, MRD sering mengirimkan SMS setiap hari.

"Katanya kangen ayah, ibu dan kakak. Kami di sini terus berdoa dan berharap segera dipulangkan," kata Lismawati.

Lismawati juga meminta kepada pihak berwenang di Indonesia maupun Cina untuk bisa memulangkan anaknya.

"Tolong pulangkan anak saya dengan selamat, kepada semua pihak tolong bantu kami," kata Lismawati.

Lismawati mengaku, semenjak pesan singkat tersebut dirinya tak bisa membayangkan nasib MRD saat disekap.

"Kami berharap pemerintah pusat ikut turun tangan membantu masalah ini," katanya menegaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis 26 Juli 2018 lalu, Polda Jabar mengungkap kasus penjualan orang. Tim Ditreskrimum Polda Jabar, menyelamatkan enam orang wanita yang ada di penampungan, di wilayah Jakarta Pusat, yakni di Apartemen Green Hills.

Polisi menangkap tersangka TDD alias M selaku broker yang merekrut wanita dalam kasus perdagangan orang yang berasal dari Kabupaten Purwakarta, Kota Sukabumi, Tangerang, dan Kabupaten Bandung.

Dalam rentang Januari 2018 hingga Mei 2018, M melakukan pencarian wanita yang mau menjadi tenaga kerja wanita sebagai pekerja seni di Cina.

Dari pengungkapan itu Polda Jabar menangkap empat pelaku dua di antaranya warga negara Cina dan dua lainnya warga Indonesia.

Pihak Polda Jawa Barat mengatakan, jika Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Cina berhasil menghubungi 12 wanita asal Indonesia yang menjadi korban perdagangan orang dengan modus kawin kontrak.

"Penyidik semalam berkomunikasi dengan korban di Cina, menyebutkan bahwa para korban sudah dihubungi pihak KBRI di Cina," kata Umar Surya di Bandung, Jumat, 27 Juli 2018.

Polda Jabar berharap para korban bisa dipulangkan oleh Kemenlu karena nasib mereka juga terkatung-katung. Selain itu jika para korban bisa pulang, maka pengungkapan ini bisa dengan cepat terungkap jaringan sindikatnya.

Berita ini sebelumnya dimuat di Kriminologi.id dengan judul https://kriminologi.id/renata/wanita/korban-perdagangan-orang-di-cina-kabari-keluarga-sedang-disekap

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bus Berisi 20 Warga Cina Ringsek Terguling di Bali

Bus Berisi 20 Warga Cina Ringsek Terguling di Bali

News | Jum'at, 27 Juli 2018 | 20:44 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Kantor Kedubes AS di Cina

Bom Bunuh Diri Guncang Kantor Kedubes AS di Cina

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 14:43 WIB

Pemerkosa Warga Cina di Papua Terendus, Polisi Kejar ke Tolikara

Pemerkosa Warga Cina di Papua Terendus, Polisi Kejar ke Tolikara

News | Kamis, 19 Juli 2018 | 13:17 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×