Gadis Cantik Ini Kerap Kunjungi Napi Pembakar 1 Keluarga di Lapas

Iwan Supriyatna

Rabu, 15 Agustus 2018 | 06:59 WIB
Gadis Cantik Ini Kerap Kunjungi Napi Pembakar 1 Keluarga di Lapas
Gadis penjenguk Akbar Daeng Ampuh alias Rangga.(Suara.com/Lirzam Wahid)

Suara.com - Sepak terjang Akbar Daeng Ampuh alias Rangga (32) otak pembakaran di Jl Tinumbu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan tak putus meski di penjara di Lapas Kelas 1 Makassar.

Selain dikenal mampu mengendalikan sekelompok napi di Lapas, Ampuh juga dikabarkan kerap dikunjungi banyak perempuan. Dari tamu tersebut, diduga napi 12 tahun itu memperoleh gawai untuk berkomunikasi dengan pengedar sabu di luar penjara.

Kepala Lapas Kelas 1 Makassar Budi Sarwono menerangkan, saat menggeledah kamar sel Ampuh di Blok F, ditemukan empat alat komunikasi dan timbangan elektrik. Diduga barang-barang ilegal itu diperoleh dari tamu yang berkunjung.

Sangkaan itu diamini setelah petugas lapas berhasil mengamankan perempuan cantik yang mencoba memberikan gawai kepada Ampuh, 17 Juni lalu. Tamu napi itu belakangan diketahui Diah Tifani (19) gadis cantik kelahiran Jakarta.

"Hp itu berasal dari pengunjung yang kedapatan yakni, Diah Tifani (19) penjenguk. Saat ini kita sudah pasang fotonya di depan dan dilarang untuk membesuk lagi ke Lapas," terang Budi.

Akbar Daeng Ampuh alias Rangga yang dipenjara sejak 2013 karena tiga kasus berbeda (pencurian dan pembunuhan) itu tak pernah jerah. Jauh sebelum mendalangi pembakaran rumah hingga menewaskan enam anggota keluarga karena utang narkoba, napi 12 tahun itu sudah lama memusingkan petugas lembaga pemasyarakatan.

Bahkan sejumlah lapas mengaku menyerah menangani Ampuh tiap kali dipindahkan ke tempatnya. Hingga sempat direncanakan akan dipindahkan ke Nusakambangan.

Kepala Lapas Kelas 1 Makassar Budi Sarwono menerangkan, Ampuh merupakan narapidana yang sangat nakal dan selalu membuat masalah dimanapun dipenjara.

Awalnya Ampuh merupakan napi Lapas Maros, namun membuat petugas lapas kewalahan hingga dipindahkan ke Lapas Makassar. Lalu, dipindahkan lagi ke Bulukumba, hingga Palopo.

"Di Palopo juga bikin masalah sehingga dipindahkan lagi ke sini (Lapas Kelas 1 Makassar). Dia selalu mempengaruhi teman-temannya, melawan petugas dan memasukkan barang-barang terlarang," jelas Budi ditemui di ruang kerjanya.

Karena ulahnya yang menjadi bos dan sering mengendalikan tahanan lain, Ampuh selalu ditempatkan di sel khusus di Blok F. Blok itu hanya diisi 16 kamar dengan sekira 40 tahanan yang dianggap sering membuat masalah.

Karena sepak terjangnya itu, setiap kali Ampuh membuat masalah, petugas harus berhati-hati melakukan penangkapan dan memindahkannya. Sebab, tiap kali petugas datang, anak buah Ampuh sudah siap melawan petugas.

"Saat kami ketahui kasus pembakaran didalangi napi di Lapas, kami langsung koordinasi dan mengamankan yang bersangkutan tanggal 9 Agustus. Tapi kita harus liat, waktunya, kita lakukan malam biar teman-temannya tidak sadar," cerita Budi saat petugas mengamankan Ampuh.

Kontributor : Lirzam Wahid

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WN Malaysia Nekat Selundupkan Sabu di Anus

WN Malaysia Nekat Selundupkan Sabu di Anus

News | Rabu, 15 Agustus 2018 | 02:00 WIB

Utang Sabu Tak Dibayar, 1 Keluarga Tewas Dibakar Kartel Narkoba

Utang Sabu Tak Dibayar, 1 Keluarga Tewas Dibakar Kartel Narkoba

News | Selasa, 14 Agustus 2018 | 08:21 WIB

Isap Sabu, 2 Antek Bandar Narkoba Bakar Rumah Isi 6 Orang

Isap Sabu, 2 Antek Bandar Narkoba Bakar Rumah Isi 6 Orang

News | Senin, 13 Agustus 2018 | 21:04 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×