Yusril: Prabowo dan Jokowi Sama-sama Bermasalah

Kamis, 16 Agustus 2018 | 16:40 WIB
Yusril: Prabowo dan Jokowi Sama-sama Bermasalah
Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra turut menghadiri acara politik yang digelar GNPF Ulama di hotel berbintang empat Peninsula, Jakarta Barat, Jumat (27/7/2018) malam. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengatakan, partai yang dipimpinnya belum memutuskan sikap untuk mendukung satu dari dua pasangan capres - cawapres kandidat peserta Pilpres 2019.

Pasalnya, Yusril menilai dari kedua pasangan capres – cawapres, baik Joko Widodo – Maruf Amin maupun Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, memiliki masalah masing-masing.

"Yang lain bingung, kami malah tenang ya. Kami tegas mengatakan dua-duanya ini ada baiknya dan ada buruknya. Dua-dua ini ada masalah, kami belum menentukan sikap," kata Yusril di sela-sela sidang kasus BLBI di gedung Pengadilan Tipikor, jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).

Yusril menjelaskan, masalah yang dihadapi Prabowo adalah tidak menuruti hasil ijtimak GNPF Ulama yang merekomendasikan Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Al-Jufri untuk menjadi cawapresnya.

Prabowo lebih memilih Sandiaga Uno yang dideklarasikan sehari menjelang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum, Kamis (9/8).

"Tidak pilih keduanya hasil ijtimiak, yang intinya ulama. Dia justru memilih pengusaha sekaligus Wagub DKI Jakarta," kata Yusril.

Ia mengatakan, PBB baru memutuskan mendukung atau tidak Prabowo – Sandiaga Uno setelah ada ijtimak ulama jilid II.

"Apakah mendukung keputusan Prabowo atau menolaknya. Jadi kan PBB diam, yang lain kan sudah terlanjur (mendukung)," katanya.

Berbeda dengan pasangan Prabowo-Sandiaga, Yusril menyebut masalah yang ada pada pasangan Jokowi – Amin Maruf terkait jabatan sang bakal cawapres di PBNU dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga: Polisi Ungkap Kebiasaan Pemimpin Sekte Penghapus Utang

Menurut Yusril, dalam anggaran dasar PBNU dan MUI, seorang Rais Aam dan Ketua Umum tidak boleh menduduki jabatan politik dan jabatan negara.

"Dalam waktu dekat ini ada pleno PBNU yang pasti dihadiri para ulama. Kalau ulama NU memutuskan mendukung Kyai Maruf, kan ada dua ulama nih, ulama GNPF dan PBNU, PBB ini kan partai Islam, kami harus patuh kepada para ulama," jelas Yusril.

Oleh karena itu, Yusril menegaskan PBB tidak bakal abstain atau masuk golongan putih. Ia menegaskan, bakal mendukung salah satu pasangan calon sesuai perintah ulama.

"Pilpres itu kan masih delapan bulan lagi dari sekarang, jadi kami tak terburu-buru," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI