Nekad! Bocah SD Berjuang Rebut Ponsel dari Penjambret

Dythia Novianty
Nekad! Bocah SD Berjuang Rebut Ponsel dari Penjambret
Pelaku aksi penjambretan di Surabaya, Sabtu (18/8/2018). [Suara.com/Achmad Ali]

Perjuangan Malik Ibrahim Dwi Prayogo (11), pelajar Sekolah Dasar (SD) di Surabaya, Jawa Timur untuk menyelamatkan ponsel miliknya dari penjambret patut diacungi jempol.

Suara.com - Perjuangan Malik Ibrahim Dwi Prayogo (11), pelajar Sekolah Dasar (SD) di Surabaya, Jawa Timur untuk menyelamatkan ponsel miliknya dari penjambret patut diacungi jempol.

Pasalnya, demi ponsel Xiaomi yang dijambret dua penjahat jalanan yang bertepatan pada HUT RI ke 73, pelajar kelas 5 itu harus rela terseret motor hingga beberapa meter dan mengalamai luka-luka di sekujur tubuhnya.

Kanit Reskrim Polsek Wonocolo, Surabaya, Ipda Mujiani menjelaskan, kejadian yang dialami Malik terjadi pada Jumat (17/8/2018) siang.

"Saat itu, korban sedang berjalan dengan bermain Hp. Tiba-tiba muncul dua penjambret dari belakang dengan mengendarai motor Honda Beat biru putih, L-3929-BD dan membekap korban untuk merampas Hp," terang Mujiani, Sabtu (18/8/2018).

Setelah berhasil mendapatkan ponsel bocah itu, kedua pelaku langsung melarikan diri dengan mengendarai motor.

Bukti penangkapan penjambret ponsel dari bocah SD di Surabaya, Sabtu (18/8/2018). [Suara.com/Supriyadi]
Bukti penangkapan penjambret ponsel dari bocah SD di Surabaya, Sabtu (18/8/2018). [Suara.com/Supriyadi]

"Saat itulah korban berusaha mencegah dengan dengan memegangi besi pengaman sadel, namun tidak kuat. Kemudian ganti memegang plat nomor motor pelaku dari belakang, hingga terseret beberapa meter sampai akhirnya terjatuh dan menderita luka-luka," jelasnya.

Kemudian, tambah Muji, kedua pelaku melarikan diri dan akhirnya menabrak tiang listrik dan lari ke kampung.

"Kedua pelaku berhasil ditangkap massa bersama anggota Polsek Wonocolo yang sedang melaksanakan patroli," terangnya.

Dari data yang diterima Suara.com, kedua pelaku diketahui bernama Setiawan Wibowo (30), Warga Gunungsari II/24 Surabaya, RT 06 RW 08, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo yang bekerja sebagai pengamen jalanan. Sedangkan Oktavianto Risky (21) bekerja sebagai kuli bangunan yang tinggal di rumah kost Pagesangan Tenis Gang I Surabaya.

"Saat ini, korban berada di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, untuk mendapatkan perawatan," pungkasnya. [Achmad Ali]

Kontributor : Achmad Ali

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS